STUDI EVALUASI PERENCANAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN MELALUI PENDEKATAN EKO-EFISIENSI (STUDI KASUS PADA UNIT DEINKING PLANT, PT. KERTAS LECES PROBOLINGGO)

NURYAKIN, NURYAKIN (2007) STUDI EVALUASI PERENCANAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN MELALUI PENDEKATAN EKO-EFISIENSI (STUDI KASUS PADA UNIT DEINKING PLANT, PT. KERTAS LECES PROBOLINGGO). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
610Kb

Abstract

Process of production of a company does not only yield end products the company previously desired, but also results in non product output. The non product output is a material, energy and water that used in the production process but not ended to be a final product. Once it is achieved, the company must incure additional costs. In addition, non product output is usually pollutant that results in adverse impacts to both human and environment. Eco-efficiency and Good Housekeeping approaches represent alternative which intend to increase the efficiency of materials usage, water and energy, and also to improve environmental performance. This study aimed to identify and to evaluate eco-efficiency strategies implemented by deinking plant unit of PT. Kertas Leces Probolinggo as well as to provide alternative improvement to PT. Kertas Leces, in particular the deinking plant unit, by good housekeeping and eco-efficiency strategies. Method of research used was a quantitative method. The study described cost calculation that had to be provided by PT. Kertas Leces due to non product output on the total production cost of the deinking plant unit. This study applied a descriptive technique in which description and identification of inefficiency of each production process were presented clearly without any manipulation of each object under the observation. The study showed that cost percentage of the Non Product Output (NPO) on the total production cost was 22,21%. The most inefficient stages of the production process was during bleaching and repulping stages. The calculation found that bleaching process spent inefficient chemical materials worth Rp. 3.553.009,52/ day or Rp. 621.776.666,04/ year. Whereas the repulping process costed Rp. 296.937,36/ day or Rp. 51.964.038,00/ year. The study also presented a C (fair) category result obtained by examination on 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) implementation at the deinking plant according to evaluation standards of the 5S applicable to East Java Province. According to the research output, it recommended as the followings: concerning the storage of raw materials, there is a need for control over machines and equipments, chemical materials efficiency, reused chemical materials, maintenance and improvement of 5S activities. Proses produksi pada suatu perusahaan tidak hanya menghasilkan suatu produk akhir yang diinginkan, namun juga menghasilkan keluaran bukan produk (Non Product Output). Keluaran bukan produk adalah berupa bahan, energi dan air yang dipakai dalam proses produksi namun tidak berakhir menjadi produk akhir, sehingga menghasilkan biaya yang tidak perlu bagi perusahaan. Di samping itu, keluaran bukan produk berupa pencemar menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan. Pendekatan eko-efisiensi dan Good Housekeeping merupakan alternatif yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan, energi dan air serta sekaligus untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi strategi eko-efisiensi yang telah dilaksanakan pada unit deinking plant, PT. Kertas Leces Probolinggo serta memberikan alternatif perbaikan kepada PT. Kertas Leces, khususnya di unit deinking plant, melalui beberapa upaya pengelolaan internal yang baik dan penerapan strategi eko-efisiensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pada penelitian ini diuraikan kalkulasi biaya yang harus ditanggung oleh PT. Kertas Leces akibat adanya keluaran bukan produk terhadap total biaya produksi di unit deinking plant. Sedangkan tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu dengan menggambarkan dan mengidentifikasi adanya inefisiensi pada setiap tahapan proses produksi, tanpa adanya manipulasi terhadap obyek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase biaya Non Product Output (NPO) terhadap total biaya produksi adalah sebesar 22,21%. Tahapan proses produksi yang menyebabkan inefisiensi paling besar adalah pada proses bleaching dan repulping. Dari perhitungan diketahui bahwa biaya pemborosan bahan kimia pada proses bleaching sebesar Rp. 3.553.009,52/ hari atau Rp. 621.776.666,04/ tahun, dan pada proses repulping sebesar Rp. 296.937,36/ hari atau Rp. 51.964.038,00/ tahun. Sedangkan hasil penilaian terhadap aplikasi 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) di deinking plant, berdasarkan standar penilaian 5S Propinsi Jawa Timur, diperoleh hasil dengan kategori cukup (C). Dari hasil penelitian diusulkan beberapa rekomendasi antara lain: memperhatikan faktor penyimpanan bahan baku, perlu dilakukan kontrol terhadap mesin dan peralatan, penghematan penggunaan bahan kimia, 2 penggunaan kembali sisa bahan kimia serta memelihara dan meningkatkan aktifitas 5S.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:18641
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:04 Aug 2010 08:26
Last Modified:04 Aug 2010 08:26

Repository Staff Only: item control page