STUDI POLA RUANG TERBUKA HIJAU DI LINGKUNGAN PERUMAHAN SEMARANG Studi Kasus Lingkungan Perumahan Graha Taman Bunga BSB

Werdiningsih, Hermin (2007) STUDI POLA RUANG TERBUKA HIJAU DI LINGKUNGAN PERUMAHAN SEMARANG Studi Kasus Lingkungan Perumahan Graha Taman Bunga BSB. ENCLOSURE, 6 (2). pp. 87-96. ISSN 1412-7768

[img]
Preview
PDF - Published Version
191Kb

Abstract

“Taman seperti halnya perumahan, terbentuk oleh ruang. Taman merupakan bagian dari ruang luar yang selalu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya“. (Eckdo, Garrett, hal 61) Taman sebagai unsur yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu, taman selalu diselaraskan dengan kondisi dan tingkat kebudayaan yang dimiliki manusia pada zamannya. Semakin pesat perkembangan zaman, kehadiran taman akan semakin dibutuhkan. Permasalahan yang ingin kami ungkapkan adalah sejauh mana penerapan pola ruang terbuka hijau pada perumahan dilihat dari standar perencanaan ruang terbuka hijau di Kotamadya Semarang serta dikaji dari literatur yang ada dengan studi kasus perumahan Graha Taman Bunga Bukit Semarang Baru. KONSEP PERENCANAAN MASTERPLAN BSB Kota - BSB merupakan kota mandiri yang dengan kelengkapan fungsi, sarana dan prasarana di dalamnya diharapkan akan bersifat komplementer dengan fasilitas perkotaan Semarang yang ada sehingga diminimalisasi tambahan beban Kota Semarang bahkan berkontribusi dalam penyediaan fasilitas perkotaan lingkup Kota Semarang dan wilayah regionalnya. Kota - BSB adalah kota tempat tinggal, herkarya dan bersukaria. Konsep pengembangan Kota - BSB menitikberatkan untuk mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, sehat dan mendukung terjadinya interaksi sosial diantara warga atau penduduk Kota - BSB. Kondisi lingkungan yang ada diupayakan semaksimal mungkin untuk dimanfaatkan sebagai nilai tambah bagi pengembangan lingkungan. Pengembangan tahap awal ini menitik beratkan pada percepatan pembangunan fisik dan mempertinggi tingkat hunia dan mengupayakan tercapainya komposisi dan keragaman fungsi pengembangan sehingga terbentuk suatu embrio komunitas perkotaan secara bertahap. TINJAUAN GARAHA TAMAN BUNGA BSB Graha Taman Bungamerupakan dari kawasan perumahan di kota BSB. Areal lahan yang dimilki pada perumahan ini 24,4 hektar dengan jumlah unit terbangun 251unit dan tingkat hunian yang beroperasi 150 unit. ANALISA TAMAN LINGKUNGAN DI GRAHA TAMAN BUNGA TERHADAP STANDAR PERENCANAAN RUANG TERBUKA HIJAU PADA DAERAH PERUNTUKKAN PEMUKIMAN DI SEMARANG Semarang barat, dalam hal ini kecamatan Mijen,menurut Rencana Umurn Tata Ruang Kota (RUTRK) Semarang tahun 2000 -2010, daerah peruntukan lahannya diprioritaskan untuk daerah pemukiman. Graha Taman Bunga di Bukit Semarang Baru yang berlokasi di Semarang Barat menerapkan konsep perumahan taman. Konsep perumahan taman berkembang dari konsep kota taman yang dikemukakan aleh Ebenezer Howard. Menurut Ebenezer Howard, sebuah kota yang dirancang untuk kehidupan yang sehat dengan ukuran yang mungkin cukup untuk suatu tingkat kehidupan sosial , dikelilingi oleh sabuk pedesaan yang seluruh lahannya menjadi milik umum atau dibuat untuk kepentingan masyarakat. Konsep perumahan taman dapat diartikan bahwa perumahan tersebut mempunyai komposisi ruang terbuka hijau yang lebih dari perumahan biasa. Di lapangan dapat dilihat penerapannya pada taman-taman yang difungsikan sebagai penyeimbang lingkungan dan fasititas penunjang lingkungan. Taman-taman yang ada dapat dibedakan sifatnya menjadi dua, yaitu : - Bersifat private Taman yang bersifat private dimiliki oleh masing-masing unit hunian yang ada di Graha Taman Bunga. - Bersifat public Setiap area ruang terbuka (taman blok) yang luasnya diatas 1000 m2 diterapkan sebagai fasilitas taman aktif, meeting point, pedestrian, taman duduk/bermain atau Childern Play Ground. ANALISA PENETAPAN DIMENSI TAMAN LINGKUNGAN SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU Jumlah penghuni di Graha Taman Bunga yaitu ± 3595 penduduk. Sesuai dengan ketentuan Pemda Kodya Semarang, untuk setiap 250 penduduk dibutuhkan satu daerah ruang terbuka hijau yaitu taman dengan standar 1 m2/penduduk. Jumlah penghuni di Graha Taman Bunga yang berjumlah ± 3595 penduduk membutuhkan 15 daerah ruang terbuka hijau taman. Dengan perhitungan diperoleh, bahwa Graha Taman Bunga minimal harus menyediakan 15 daerah ruang terbuka hijau taman dengan ukuran masing¬masing minimal 250 m2. Graha Taman Bunga yang berpenghuni ± 3595 penduduk juga terikat dengan ketentuan Pemda Kodya Sernarang tentang kriteria penetapan dimensi taman untuk 250-2500 penduduk. Ketentuan ini tidak termasuk, ketentuan penetapan dimensi taman untuk setiap kelipatan 250 penduduk.. Sesuai dengan dua ketentuan tadi, didapatkan jumlah Iuasan taman minimal untuk Graha Taman Bunga adalah 3750 m2 + 1797,5 m2 = 5547,5 m2. Luasan taman minimal yang harus disediakan olah Perumahan Graha Taman Bunga sesuai dengan dua ketentuan tadi yaitu 5547,5 m2 Kenyataan di lapangan, Graha Taman Bunga mempunyai luasan taman lingkungan yang Iuasan totalnya adalah ± 35.837,11 m2 dengan perincian sebagai berikut : no Nama Taman Luas (±m2) 1. Taman Main Entrance 1031,65 2. Taman Jalan Taman Aster 979,56 3. Taman Jalan Aster I 666,63 4. Taman Jalan Aster II 702,45 5. Taman Jalan Aster III 535,38 6.. Taman Jalan Aster IV 375,24 7. Taman Dahlia 355,43 8. Taman Bougenvil I 310,76 9. Taman Bougenvil II 445,15 10. Taman Jl. Camelia 356,86 11. Taman Jl. Bunga raya (1) 379,38 12. Taman Jl. Bunga Raya (2) 444,35 13. Taman Cempaka 707,78 14. Aman Althea 110,56 15. Taman Jl. Taman Dahlia 452,22 16. Taman Jl. Taman Bunga Selatan I 1220,87 17. Taman Magnolia 223,17 18. Taman pada jalur hijau 26.539,67 Jumlah untuk taman Terbuka di Perumahan Graha Taman Bunga ± 9.297,44 m2. Selain itu juga adanya vegetasi sebagai pelindung di sisi-sisi jalan dengan luas ± 26.539,67 m2 Hal ini dapat diartikan bahwa Graha Taman Bunga telah memenuhi standar penetapan dimensi taman lingkungan yang telah ditetapkan oleh Pemda Kodya Semarang. Luasan taman lingkungan di Perumahan Graha Taman Bunga yang jauh melebihi ketentuan standar Peraturan di Semarang. Hal ini erat kaitannya dengan konsep perurnahan taman yang diterapkan pada perumahan tersebut. ANALISA VEGETASI TAMAN LINGKUNGAN PADA TAMAN GRAHA TAMAN BUNGA BSB BENTUK DAN MORFOTOGI YANG BERVARIASI Bentuk setiap taman berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan konsep taman untuk setiap blok dengan jenis taman/karakteristik yang berbeda dengan taman lain. Dimaksudkan untuk menciptakan keaneka ragaman taman dan sebagai penanda atau ciri khas setiap blok pada perumahan. Memiliki nilai keindahan Nilai keindahan pada taman lingkungan perumahan bersifat relatif, hal ini sangat tergantung dari tiap-tiap individu penghuni perumahan. Adapun indikator yang dapat menjelaskan nilai keindahan itu sendiri antara lain : Wama Warna dari vegetasi yang bervariasi dapat menimbulkan nilai keindahan tersendiri. Pemilihan warna yang bervariasi dapat pula menghindarkan kemonotonan lanskap. Kemonotonan lanskap terjadi karena background dari taman lingkungan tersebut didorninasi oleh warna hijau saja, tanpa adanya aksen warna dari vegetasi lain. Aksen pada suatu taman lingkungan dapat diterapkan dengan vegetasi yang mempunyai warna mencolok. Misalnya jenis vegetasi bunga-bungaan seperti : mawar (warna merah, putih,kuning), soka (warna merah, oranye), lamtana (warna kurring), kembang sepatu (warna merah), bougenville (warna ungu) dan lain-lain. Warna dari vegetasi yang mempunyai nilai keindahan selain bunganya juga dapat dilihat dari daun dan batangnya. Misalnya Colous blumei atau iler dari morfologi semak mempunyai daun yang berwarna indah karena coraknya. Sedangkan untuk tumbuhan yang mempunyai warna batang indah dapat dilihat pada tumbuhan palem dari morIologi pohon dan tumbuhan paku-pakuan dari morfologi semak. Tata letak Perletakan lansekap yang baik dilakukan dengan perencanaan yang matang yang mempertimbangkan antara lanskap dengan penghuni perumahan sehingga didapatkan pemandangan atau view yang baik bagi orang yang melihatnya. Pada main entrance penerapan vegetasi dilakukan untuk menunjang fungsi estetis sekaligus sebagai pengarah serta memperkuat vista jalan tersebut, pada bundaran penerapan vegetasinya digabung dengan penerapan hard material berupa pergola yang berfungsi sebagai penguat pintu masuk. Pada sudut-sudut yang kurang menarik, diberikan sentuhan estetis dengan penerapan vegetasi. Perawatan dan pemeliharaan lansekap Perawatan lansekap yang teratur yang didukung dengan pemeliharaan yang intensif dapat menciptakan lanskap yang teratur, bersih, dan rapi. Cara perneliharaan yang dapat dilakukan antara lain dengan pemangkasan, penanggulangan dari hama penyakit, pemupukan dan penyiraman. Penghasil oksigen Perletakan jenis vegetasi ini juga berada pada tempat-tempat yang sering digunakan oleh penghuni sebagai tempat untuk berkumpul atau tempat terjadinya berbagai aktivitas, seperti pada taman aktif dan pasif tiap blok.selain itu adanya pohon karet pada sisi area masuk perumahan yang berdekatan dengan jalan utama Semarang-Boja Pohon juga dapat menyerap bahan buangan dari kendaraan berrmotor yang dapat membahayakan penghuni perumahan, sehingga perletakannya dapat berada pada sisi jalan, , pada bundaran (sirkulasi kendaraan bermotor) dan sebagainya. Contoh penerapannya di lapangan dengan menggunakan pohon angsana. Peredaman suara Vegetasi yang memiliki peredaman suara yang intensif yaitu jenis vegetasi yang memiliki tajuk tebal dan berdaun rindang, pad ataman lingkungan graham taman bunga mernggunakan pohon-pohon pelindung yang berada di pinggir perumahan yang berbatasan dengan jalan raya serta mengatur jarak tanam antara vegetasi yang ada. Pengaturan jarak tanam antara vegetasi yang ada mempertimbangkan bentuk tajuk dari vegetasi tersebut. Jenis pohon yang memiliki tajuk tebal dan berdaun rindang antara lain : pohon flamboyan, bungur, cemara, dan lain-lain. Untuk pohon cemara yang bentuk tajuknya meruncing, dapat diterapkan sebagai barrier kebisingan dengan ditanam pada jarak yang rapat. Memiliki daya resap air Pemilihan Jenis vegetasi ini dapat menghindari terjadinya genangan air di permukaan tanah dan apabila jumlah air permukaan cukup banyak dapat mengakibatkan terjadinya banjir. Dengan adanya vegetasi tersebut dapat menghindari terjadirya aliran air di permukaan tanah atau run off yang cukup deras karena adanya akar tanaman yang dapat menyerap air maupun menghalangi aliran air sehingga jumlah aliran air tidak terlalu deras. Jenis vegetasi yang dipakai antara lain : jenis pohon yang memiliki akar yang cukup banyak memiliki bulu-bulu akar untuk menyerap air, contohnya pohon lamtoro, pohon beringin, dan iain-lain. Rumput merupakan vegetasi yang baik dalam menyerap air karena merniliki akar serabut yang lebat. Penerapan vegetasi yang memiliki daya resapan air yang tinggi di lapanyan yaitu : dengan menggunakan pohon senyon danrurnput.Hal ini juga mempertirnbangkan daerah resapan air di kawasan perumahan yang disesuaikan dengan peraturan daerali setempat mengenai peruntukan ruang terbuka hijau di daerah perumahan. Berkarakteristik tanaman yang tidak bergetah, beracaun, tidak mudah patah, dan perakarannya tidak mengganggu pondasi Vegetasi di Graha Taman Bunga yang tidak mudah patah , memiliki ranting-ranting yang cukup besar dan kuat, sebagian besar dimiliki oleh vegetasi pohon, seperti : beringin, cempaka, glodokan dan lain-lain. Vegetasi di Graha Taman Bunga yang tidak bergetah dan beracun , yaitu jenis vegetasi yang memiliki sedikit kambium dibandingkan zat kayunya, untuk jenis vegetasi ini sebagian besar berupa tanaman semak dan perdu, seperti : bougenville, melati, dahlia, krokat danlain-lain. Vegetasi yang perakarannya tidal: mengganggu pondasi, yaitu jenis pohon yang tidak memiliki akar yang besar danbanyak. Adapun jenis vegetasi yang bisa diterapkan antara lain : palem, cemara, bungur, berbagai macam serrrak danperdu. Tetapi yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah mengenai penempatan vegetasi tersebut agar tidak terlalu dekat dengan letak pondasi. Jenis ketinggian vegetasi yang bervariasi Taman lingkungan salah satunya berfungsi sebagai ternpat rekreasi/taman aktif. Sebagai tempat rekreasi maka taman lingkungan harus memherikan kesan atraktif. Kesan atraktif ini dapat diberikan dengan adanya perbedaan ketinggian vegetasi yang bervariasi. Dengan adanya permainan dari ketinggian vegetasi maka lingkungan disekitainya serta pola skyline yang ada dari taman lingkungan rnenjadi lebih variatif serta menghindari kemonotonan. Contoh vegetasi yang dapat diterapkan antara lain dengan rvenerapkan bermacam - macam morfologi tanaman dalarn satu kawasan, misalnya dengan menempatkan semak ( tahi ayam, mandogra) diantara pohon - pohon ( angsana, flamboyan, palem sadeng, dan lain-lain ). Tahan cuaca dan hama penyakit Ketahanan vegetasi yang di tanam pada taman lingkungan suatu perumahan mempertimbangkan letak vegetasi tersebut yang berada di ruang terbuka. Daerah Indonesia yang beriklim tropis yang penyinaran mataharinya membutuhkan vegetasi yang panas dan kelembaban tinggi. Vegetasi jenis pohon adalah yang paling mampu bertahan dalam berlangsung sepanjang tahun mampu beradaptasi dengan suhu lingkungan suatu perumahan yang bisa berkahan dengan baik dalam berbagai cuaca dan hama penyakit antara lain pohon angsana, flamboyan, pinus, glodokan tiang, sengon, bungur, ketapang, sawo kecik, dan bambu jepang. Sedangkan vegetasi pohon di taman lingkungan yang kurang mampu bertahan dalam cuaca dan hama penyakit, antara lain; palem raja, palem putri, palem kuning, palem botol, cemara norfolk, dancemara lilin. Untuk vegetasi jenis perdu, semak, tanaman penutup tanah, danrumput, mempunyai ketahanan terhadap cuaca dengan baik, iapi kurany memiliki ketahanan terhadap hama penyakit. Untuk tanaman air yang ada, yaitu teratai dan paku air yang mempunyai kebutuhan kelembaban yang sangat tinggi tidak terlalu terpengaruh oleh cuaca danhama penyakit dikarenakan habitat hidupnya berada di air. Tanaman merambat yang ada yaitu dolaran dan anggrek. Dolaran mampu bertahan dengan cuaca panas danhama penyakit, sedangkan anggrek mempunyai kemampuan rendah uniuk bertahan dalam cuaca panas danhama penyakit. Kecepatan tumbuhnya sedang Kriteria yang sudah diietapkan unuk vegetasi yang ditanam pada suatu taman lingkungan adalah yang mempunyai kecepatan tumbuh sedang. Contoh vegetasi yang memiliki kecepatan tumbuh yang sedang antara lain : kenanga, krekot merah, kamboja, palem wregu, sebagian besar vegetasi penutup tanah. Sedangkan untuk vegetasi yang memiliki kecepatan tumbuh yang cepat seperti perdu dan semak harus sering dirawat secara intensif agar pertumbuhannya sesuai dengan yang diinginkan dan agar dida;oatkan bentuk yang diinginkan pula. Perawatan yang intensif ini juga mencakup perawatan terhadap kecepatan tumbuh suatu vegetasi yang sering menggugurkan daunnya karena dapat mengotori lingkuncuan tersebut seperti pohon angsana. tetapi sebagian besar jenis pohon mempunyai kecepatan tumbuh yang lambat. Untuk tanaman merambat dolaran kecepatan tumbuh yang cepat, sedangkan anggrek pertumbiahannya lambat. Pemeliharaannya tidak terlalu intensif Beberapa hal yang mempengaruhi ,pemeliharaan vegetasi pada suatu taman lingkungar antara lain yaitu : Ketahanan vegetasi terhadap cuaca dan hama penyakit Beberapa jenis vegetasi kurang mempunyai ketahanan terhadap cuaca dan hama penyakit sehingga membutuhkan perancangan yang cukup intensif, seperti perdu, semak, dan rumput. Pemeliharaan yang intensif pada jenis vegetasi tersebut juga mempunyai kaitannya dengan fungsinya yang lebih utama sebagai tanaman hias bersifat estetis. Hal ini juga berlaku pada vegetasi jenis pohon yang lebih bersifat penunjang unsur estetis seperti palem raja Demikian juga vegetasi jenis merambat seperti anggrek: yang rnembutuhkan perawatan yang intensif.Perawatan dan pemeliharaan yang tidak intensif dapat dilakukan pada vegetasi jenis pohon yang Iebih tahan cuaca dan hama penyakit seperti yang telah disebutkan pada bahasan yang telah lalu. Kecepatan tumbuh vegetasi Vegetasi yang mempunyai kecepatan tumbuh yang' cepat tr:ntu saja membutuhkan perawatan d3n pemeliharaan yang lebih intensif. Pertumbuhan vegetasi yang cepat pada suatu taman lingkungan yang lebih menonjolkan funcsi estetis akan mengarah pada suatu ketidakteraturan bentuk tanaman yang menyi:npang dari perencanaan yang sudah dilakukan sebeleamnya. Perawatan dan pemeliharaan pada vegetasi yang mempunyai kecepatan tumbuh yang cepat lebih dimaksudkan untuk menjaga ketetapan bentuk yang menunjang unsur estetis pada taman lingkungan tersebut. Vegetasi yang mempunyai kecepatan tumbuh yang sedang dan larrrbat membutuhkan perawatan yang tidak terlalu intensif. Frekuensi penggunaan Semakin sering suatu taman digunakan oleh penghuni, semakin sering pulz perawatan danperneliharaan yang hanus dilakukan. Penggunaannya yang sering dapat menyebabkan perubahan pada taman lingkungan tersebut seperti rumput yang menjadi gundul, dahen-dahan menjadi patah. Untuk taman lingkungan yang bersifat aktif seperti taman lingkungan yang menyatu dengan area bermain anak-anak (play, ground) perawatannya harus lebih sering dila dibandingkan dengan taman lingkungan yang bersifat pasif. Jenis tanaman tahunan atau semusim Penerapan jenis tanaman tahunan lebih diutarakan karena pertimbangan pertumbuhannya yang berlangsung sepanjang tahun. Jenis tanaman tahunan dapat memiliki usia yang lama sehingga tidak memerlukan penggantian generasi dari tanaman tersebut. Hal ini juga memudahkan dalam hal perawatan dan perneliharaan. Contoh jenis tanaman tahunan antara lain : pohon mangga, pohon "camboja, bougenville, soka, rumput, dan lain-lain. Jenis tanaman semusim membutuhkan perhatian yang lebih besar apabila diterapkan. HGI ini disebabkan jenis tanaman semusim hanya mempunyai usia hidLip yang relatif singkat. Jenis ini memerlukan pergantian generasi dalam I<ehicupannya. Penerapav jenis tanaman semusim akan membutuhkan perawatan dan pemeliharaan yang lebih intensif bila dibandingkan dengan jenis tanaman tahunan. Contoh jenis tanaman semusim antara lain . padi, jagung, ketela rambat, dan lain-lain. Semua vegetasi yang diterapkan pada kasus di lapangan tergolong ke dalam jsnis tanaman tahunan antara lain : pohon (palem, ketapang, flamboyan, pinus, cemara, dan lain-lain), perdu (sri rejeki, crossandra, dan lain-lain), semak (bougenville, teh-tehan, soka, dan lain-lain), ground cover (lili paris, krokot merah, taiwan beauty, dan lain-lain), rumput, tanaman merambat (anggrek, dan dalaran) dan tanaman air. Habitat tanaman dapat asli maupun hasil budidaya Dalam pembangunan suatu kawasan perumahan kita tidak hanya memperhatikan keberadaan rumah tetapi juya tetap mempertimbangkan lingkungan sekitarnya. Lingkungan ini dapat berupa habitat tanaman asli yang berada di kawasan tersebut dan dipadukan dengan tanaman budidaya dari habitat lain sehingga mampu menciptakan keanekaragaman tanaman. Tanaman pada habitat asli yang dipertahankan dapat mendukung pelestarian tanaman di daerah tersebut. Contoh tanaman hasil budi daya yang dapat diterapkan antara lain : tanaman teh-tehan yang dibentuk sesuai keinginan, penernpatan tanaman hias seperti pisang hias pada lokasi yang sesuai. TIPOLOGI TAMAN LINGKUNGAN PERUMAHAN GRAHA TAMAN BUNGA BSB Dimensi Taman Jalan Taman Aster Taman dengan dimensi ± 979,56 m2 melingkupi pelayanan untuk 50 unit rumah dengan jumlah penduduk sekitar 250 penduduk dari dimensi tersebut berarti telah memenuhi standar dalam penentuan ruang terbuka hijau untuk tiap 250 penduduk 1 ruang terbuka dengan dengan kebutuhan luas 1m2 /penduduk Taman Jalan Taman Aster II Taman dengan dimensi ± 702,45 m2 melingkupi pelayanan untuk 30 unit rumah dengan jumlah penduduk sekitar 150 penduduk dari dimensi tersebut berarti telah memenuhi standar dalam penentuan ruang terbuka hijau untuk tiap 250 penduduk 1 ruang terbuka dengan dengan kebutuhan luas 1m2 /penduduk. Taman Jalan Aster III Taman dengan dimensi ± 535,38 m2 melingkupi pelayanan untuk 25 unit rumah dengan jumlah penduduk sekitar 125 penduduk Dari dimensi tersebut berarti telah memenuhi standar dalam penentuan ruang terbuka hijau untuk tiap 250 penduduk 1 ruang terbuka dengan dengan kebutuhan luas 1m2 /penduduk Taman jalan Taman Aster V Taman dengan dimensi ± 375,24 m2 melingkupi pelayanan untuk 20 unit rumah dengan jumlah penduduk sekitar 100 penduduk Dari dimensi tersebut berarti telah memenuhi standar dalam penentuan ruang terbuka hijau untuk tiap 250 penduduk 1 ruang terbuka dengan dengan kebutuhan luas 1m2 /penduduk Taman Jalan Taman Bunga raya Taman dengan dimensi ± 334,88 m2 melingkupi pelayanan untuk 25 unit rumah dengan jumlah penduduk sekitar 125 penduduk Dari dimensi tersebut berarti telah memenuhi standar dalam penentuan ruang terbuka hijau untuk tiap 250 penduduk 1 ruang terbuka dengan dengan kebutuhan luas 1m2 /penduduk Taman Jalan Camelia Taman dengan dimensi ± 379,38 m2 melingkupi pelayanan untuk 25 unit rumah dengan jumlah penduduk sekitar 125 penduduk Dari dimensi tersebut berarti telah memenuhi standar dalam penentuan ruang terbuka hijau untuk tiap 250 penduduk 1 ruang terbuka dengan dengan kebutuhan luas 1m2 /penduduk Taman Jalan Cempaka Taman dengan dimensi ± 707,78 m2 melingkupi pelayanan untuk 45 unit rumah dengan jumlah penduduk sekitar 225 penduduk Dari dimensi tersebut berarti telah memenuhi standar dalam penentuan ruang terbuka hijau untuk tiap 250 penduduk 1 ruang terbuka dengan dengan kebutuhan luas 1m2 /penduduk Sifat Taman Jl. Taman Aster Luas taman ± 979,56 m2 taman tersebut memiliki sifat taman aktif dengan lingkup pelayanan 50 unit rumah. Sifat yang terbentuk dari taman tersebut adalah taman aktif, dimana pad ataman tersebut dapat dilakukan berbagai macam kegiatan misalnya bermain, duduk dan lain-lain. Dari segi fisik taman tersebut sendiri mencerminkan bahwasanya taman tersut adealah taman aktif dimana pada taman tersebut terdapat sarana penunjang untuk melakukan kegiatan yang lain, sebagai contoh pada taman ini terdapat path (jalan) bagi pengguna untuk menunjang kegiatan. Adapun kegiatan yang dapat berlangsung pad ataman tersebut adalah: - Jalan-jalan - duduk-duduk - permainan anak-anak ( berlarian ) - bercengkrama - Pada taman ini jalan untuk melalui taman tersebut terbuat dari plester semen yang dipasangi dengan batu krikil yang berwarna putuih. - Pada taman ini sebagai taman aktif vegetasi dan elemen yang ada juga menunjang untuk terciptanya suatu kegiatan Taman Jl. Taman Aster II Luas taman ± 20m x 50m = ± 100m² bentuk taman simetrisKonsep meruang yang digunakan berupa suatu keseimbangan yang coba diterapkan pada taman, walaupun sedikit formal, namun tetap memiliki kesan impresif sebagai sebuah taman aktif. yang berdiri tegak mempertegas unsur vertikal memberikan aksentuasi pada ketinggian.Pengaturan unsur vertikal yang membentuk konsep meruang jika ditarik sebuah skyline di atasnya mengurangi kesan kaku dan formal. Sifat yang terbentuk dari taman tersebut adalah taman aktif, dimana pad ataman tersebut dapat dilakukan berbagai macam kegiatan misalnya bermain, duduk dan lain-lain. Dari segi fisik taman tersebut sendiri mencerminkan bahwasanya taman tersebut adealah taman aktif dimana pada taman tersebut terdapat sarana penunjang untuk melakukan kegiatan yang lain, sebagai contoh pada ataman ini terdapat path (jalan) bagi pengguna untuk menunjang kegiatan. Adapun kegiatan yang dapat berlangsung pad ataman tersebut adalah: - Jalan-jalan - duduk-duduk - permainan anak-anak ( berlarian ) - bercengkrama Taman Jalan Aster III Luas taman 17,5 + 30 x 22,5 x ½ = ± 535m². Bentuk taman ini memiliki :Konsep meruang yang digunakan berupa suatu keseimbangan yang coba diterapkan pada taman, walaupun sedikit formal, namun tetap memiliki kesan impresif sebagai sebuah taman aktif.Bentuk dasar taman berupa persegi yang kemudian dimodifikasi menjadi bentuk trapesium memberikan kesan tersendiri, hal ini sekaligus merespon blok-blok dan jalan yang mengelilinginya sehingga lebih dinamis dan stabil. Di sini pohon kenanga yang berdiri tegak mempertegas unsur vertikal memberikan aksentuasi pada ketinggian. Taman Jl. Taman Aster IV Luas taman 30m x 25m x ½ = ± 375m² : Bentuk taman ini memilki:Konsep meruang yang digunakan berupa suatu keseimbangan yang coba diterapkan pada taman, walaupun sedikit formal, namun tetap memiliki kesan impresif sebagai sebuah taman aktif.Bentuk dasar taman berupa segitiga dengan lengkungan di setiap sudutnya, ini sekaligus merespon blok-blok dan jalan yang mengelilinginya sehingga lebih dinamis dan stabil. Di sini pohon sikat botol dan lampu taman yang berdiri tegak mempertegas unsur vertikal memberikan aksentuasi pada ketinggian. Taman Jl. Taman Bunga Raya Memiliki luas taman ± 334,88 m2. memilki konsep meruang ke arah memanjang. Taman ini memiliki bentuk simetris bersifat pasif sebagai penanda persimpangan menuju Jl. Taman Camelia Pola penataan taman pada taman ini memiliki konsep meruang ke arah memanjang. Dengan –pengaturan tertentu taman ini memiliki sifat pasif dimana pengguna taman hanya dapat melihat taman dan pada taman itu sendiri tidak terdapat fasilitas yang menunjang untuk kegiatan yang lain. Penandaan pasif dapat di lihat dari vegetasi yang ada. Pada taman pasif biasanya vegetasi yang ada difungsikan sebagai barier bagi pengguna taman agar tidek memasuki taman. Taman Jl. Camelia Memilki luas taman 379,38 m2. dengan sifat taman aktif serta memilki konsep meruang pada taman tersebut ke arah memanjang. Bentuk taman asimetri karena menyesuaikan tapak pada pembagian kapling di lahan tersebut Konsep taman ini sebagai taman aktif dengan lingkup pelayanan pada blok Jl. Cempaka sekitar 20 unit rumah memiliki pola penataandengan konsep meruang ke arah memanjang dengan perbandingan lebar dengan panjang taman yaitu 1: 3. runag di tengah diisi oleh elemen hard material dan vegetasi berupa perdu. Sedangkan semak pada taman ini digunakan untuk mengelilingi pohon-pohon sebagai pembentuk ruang. Taman Cempaka Luas taman ± 707,78 m2. sifat taman aktif. konsep meruang yang dimiliki baik ke arah memanjang ataupun ke arah memendek dan memiliki bentuk taman simetris. Taman ini terbentuk karena sebagai konsep kulldesak pada penataan kapling perumahan sehingga taman ini digunakan sebagai penjagaan privasi sebah hunian di sekelilingnya. Pola penataan vegetasi pada taman ini memilki konsep meruang ke dua arah sengan elemen vertikal pohon sebagai pembatas ruang. Konsep meruang ini memilki dua arah karena perbandingan lebar dan penjang 1:1,5 atau mendekati 1. Sifat yang terbentuk dari taman tersebut adalah taman aktif, dimana pad ataman tersebut dapat dilakukan berbagai macam kegiatan misalnya bermain, duduk dan lain2. . Bentuk Taman Jl. Taman Aster Luas taman ± 979,56 m2 taman tersebut memiliki sifat taman aktif dengan lingkup pelayanan 50 unit rumah. Bentuk yang dimilki oleh taman ini tidak beraturan/asimetris bentuk ini terjadi kerana menyesuaikan site pada area tersebut untuk pembagian kapling. Taman Jl. Taman Aster II Luas taman ± 20m x 50m = ± 100m² bentuk taman simetrisKonsep meruang yang digunakan berupa suatu keseimbangan yang coba diterapkan pada taman, walaupun sedikit formal, namun tetap memiliki kesan impresif sebagai sebuah taman aktif. yang berdiri tegak mempertegas unsur vertikal memberikan aksentuasi pada ketinggian.Pengaturan unsur vertikal yang membentuk konsep meruang jika ditarik sebuah skyline di atasnya mengurangi kesan kaku dan formal. Taman Jalan Aster III Luas taman 17,5 + 30 x 22,5 x ½ = ± 535m². Bentuk taman ini memiliki :Konsep meruang yang digunakan berupa suatu keseimbangan yang coba diterapkan pada taman, walaupun sedikit formal, namun tetap memiliki kesan impresif sebagai sebuah taman aktif.Bentuk dasar taman berupa persegi yang kemudian dimodifikasi menjadi bentuk trapesium memberikan kesan tersendiri, hal ini sekaligus merespon blok-blok dan jalan yang mengelilinginya sehingga lebih dinamis dan stabil. Taman Jl. Taman Aster IV Luas taman 30m x 25m x ½ = ± 375m² bentuk taman ini memilki:Konsep meruang yang digunakan berupa suatu keseimbangan yang coba diterapkan pada taman, walaupun sedikit formal, namun tetap memiliki kesan impresif sebagai sebuah taman aktif.Bentuk dasar taman berupa segitiga dengan lengkungan di setiap sudutnya, ini sekaligus merespon blok-blok dan jalan yang mengelilinginya sehingga lebih dinamis dan stabil. Taman Jl. Taman Bunga Raya Memiliki luas taman ± 334,88 m2. memilki konsep meruang ke arah memanjang. Taman ini memiliki bentuk simetris. Bentuk ini terjadi kerana menyesuaikan site pada area tersebut untuk pembagian kapling. Taman Jl. Camelia Memilki luas taman 379,38 m2. dengan sifat taman aktif serta memilki konsep meruang pada taman tersebut ke arah memanjang. Bentuk taman asimetri karena menyesuaikan tapak pada pembagian kapling di lahan tersebut Taman Cempaka Luas taman ± 707,78 m2. sifat taman aktif. konsep meruang yang dimiliki baik ke arah memanjang ataupun ke arah memendek dan memiliki bentuk taman simetris. Taman ini terbentuk karena sebagai konsep kulldesak pada penataan kapling perumahan sehingga taman ini digunakan sebagai penjagaan privasi sebah hunian di sekelilingnya. PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang dapat dikemukakan berdasarkan tinjauan teori dan analisa penerapan taman lingkungan di perumahan Graha Taman Bunga adalah sebagai berikut : - Luas keseluruhan taman lingkungan Graha Taman Bunga disesuaikan dengan standar perencanaan ruang terbuka hijau telah memenuhi dan dengan konsep taman bunga sehingga lebih dari luas minimal sekitar 50% - 100%. - Fungsi vegetasi sebagai soft material yang diterapkan pada taman graha taman bunga selain dapat dinikmati dari segi estetis juga dapat dijadikan penanda atau signages dari suatu kawasan. - Dimensi taman yang berkaitan dengan skala pelayanan pada perumahan Graha Taman bunga telah mencukupi bahkan melebihi dari standard minimal perencanaan ruang terbuka hijau. - Bentuk-bentuk taman yang bervariasi sebagai akibat dari bentuk tapak yang ada (lokasi) dan konsep pembentukan kapling perumahan. - Fungsi taman pada perumahan Graha Taman Bunga sebagian besar bersifat aktif sehingga elemen ditata membentuk pola ruang untuk menunjang kegiatan. - Pola penataan vegetasi pohon pada sisi arah memanjang sebagai konsep meruang, sedangkan perdu, semak digunakan sebagao elemen pengisi ruang tengah - Pohon pembentuk konsep taman meruang bisa memiliki ketingian yang berbeda asalkan tetap membentuk skyline dengan ruang tengah - Taman lingkungan sebagai ruang terbuka hijau pada taman graha taman bunga di rancang dengan konsep tertentu yang juga difungsikan sebagai ciri dari suatu blok yang ada. - Pembuatan taman pada taman bunga didasari oleh kebutuhan perumahan akan ruang terbuka hijau.Vegetasi sebagai soft material yang diterapkan pada taman graha taman bunga selain dapat dinikmati dari segi estetis juga dapat dijadikan penanda atau signages dari suatu kawasan. Saran Beberapa hal yang dapat kami sarankan antara lain : - Pembuatan taman lingkungan di suatu perumahan hendaknya didahului oleh perencanaan yang matang seperti perancangan site plan yang tepat disertai penerapan standard yang telah ditetapkan oleh Pemda setempat, sehingga taman lingkungan tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan baik serta membantu meningkatkan kualitas lingkungan perumahan tersebut. - Perlunya penerapan aksen atau tekanan pada suatu background taman lingkungan. Aksen ini dapat berupa penerapan vegetasi dengan warna yang mencolok atau dengan penerapan hard material lainnya. - Penerapan tamna lingkungan diusahakan tidak merubah secara drastis kondisi tapak yang ada sehingga potensi yang tapaknya dapat diolah dengan lebih baik. - Perlunya penerapan pola sirkulasi (linear atau plastis) yang terencana dengan baik sehingga menciptakan kenyamanan dalam taman lingkungan tersebut. Pada taman lingkungan yang bersifat aktif, yang di dalamnya dapat berlangsung berbagai kegiatan sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut : - Memberikan tempat khusus bagi penhghuni perumahan untuk bersantai dan melakukan kontak social lainnya sambil dapat mengawasi anak-anaknya bermain. - Menjauhkan letak vegetasi yang mudah patah seperti perdu dan semak dari jalur sirkulasi yang ada di dalam taman lingkungan yang bersifat aktif. - Menerapkan vegetasi yang tidak tajam pada taman lingkungan lingkungan yang bersifat aktif mengingat pengguna utamanya adalh penghukni perumahan tersebut dari segala tingkat usia. - Penataan jalur sirkulasi dan perletakan soft material-hard material di taman lingkungan yang bersifat aktif diusahakan agar tidak terjadi crowded pada saat taman aktif tersebut ramai dikunjungi. DAFTAR PUSTAKA Beyer, Glenn H., Housing: A Factual Analysis, The Macmillan Company, New York, 1958 Dahlan, Endes, Hutan Kota, Institut Pertanian Bogor Eckbo, Garrent, Landscape for living, F.W. Dodge Corporation, New York, 1956 Hakim, Ir. Rustam, MT.IALI dan Utomo, Ir. Hard, MS.IAI, Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap, Bumi Aksara, Jakarta, 2003 Howard, Ebenezer, Garden Cities of Tomorrow, M.I.T. Press Massachussetts, 1965 Lauri, Michael, Introduction to Landscape Architecture, Pittman Publishing Limited, 1978 Nazaruddin, Ir., Penghijauan Kota, PT. Penebar Swadaya, Jakarta, 1994 Rachman, Zein, Makalah Seminar Mencari Bentuk Taman Khas Indonesia, Jakarta, Maret, 1983 Simmonds, John Ormsbee, Landscape Architecture An Ecological Approach to Enviromental Planning, Mc Graw Hill Book Company, New York, 1961 Standar Perencanaan Ruang Terbuka Hijau, Dinas Pertamanan Kotamadya Semarang Suharto, Dasar-dasar Pertamanan : Menciptakan Keindahan dan Kerindangan, PT Media Wiyata,1994

Item Type:Article
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:18620
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:03 Aug 2010 13:55
Last Modified:06 Aug 2010 05:11

Repository Staff Only: item control page