KAJIAN PENEMPATAN FURNITURE DAN PEMAKAIAN WARNA Studi kasus pada kamar tidur hotel Nugraha Wisata Bandungan Ambarawa

Indraswara, M. Sahid (2007) KAJIAN PENEMPATAN FURNITURE DAN PEMAKAIAN WARNA Studi kasus pada kamar tidur hotel Nugraha Wisata Bandungan Ambarawa. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman, 6 (1). pp. 22-31. ISSN 1412-7768

[img]
Preview
PDF - Published Version
533Kb

Abstract

Pada mulanya interior bangunan hanya dititik beratkan pada fungsi semata tetapi pada perkembangan selanjutnya, desain interior mempunyai jangkauan yang lebih jauh lagi, yaitu mencakup unsur-unsur keindahan dari berbagai aspek sehingga tercapai kepuasan fisik dan psikis bagi penghuni atau pengguna bangunan. Dengan semakin majunya teknologi dan perkembangan jaman, maka tuntutan tentang penataan interior pada bangunan semakin berkembang. Hal ini sangat berhubungan dengan tingkat kenyamanan dari aktivitas manusia di dalamnya. Karena pada dasarnya arsitektur bertujuan untuk menciptakan ruang atau wadah kegiatan dari manusia agar kegiatannya dapat terselenggara dan berjalan secara nyaman, yakni kenyamanan psikis dan fisik. Dalam keterkaitannya terhadap dunia arsitektural yang berhubungan erat terhadap kaidah sebuah produk bangunan fasilitas umum, interior bangunan yang mempunyai elemen bentuk ruang dan pola warna merupakan salah satu unsur pendukung munculnya konsep dasar pemikiran arsitek terhadap produk bangunan. Bentuk ruang dan penempatan elemen sangat mempengaruhi karakteristik dari suatu bangunan. Unsur bentuk, dimensi dan warna memiliki nilai kepekaan manusia terhadap alam sekitarnya, pada akhirnya kesemuanya itu saling mendukung dan dapat memberikan nilai lebih dan menjadikan nilai jual komersial sebuah bangunan tempat tinggal ataupun bangunan sebagai sarana fasilitas umum maupun pribadi. INTERIOR Pengertian Menurut bahasa Inggris, interior mempunyai arti “Things that are on the inside of buildings” . Jadi interior adalah bagian dalam dari gedung/bangunan. Desain interior mempunyai tujuan menciptakan suasana ruang agar menjadi lebih baik, lebih indah, dan lebih anggun sehingga dapat memuaskan dan menyenangkan bagi para pemakai ruang. Tujuan tersebut dapat tercapai dengan menerapkan beberapa cara antara lain : - Pemilihan dari material dan elemen ruang yang sesuai dengan fungsinya. - Pengaturan keserasian dalam penyusunan perabot. - Dimensi perabot yang proposional terhadap besaran ruang. - Menciptakan suasana ruang yang sesuai dengan fungsi dan kehendak pemakai. - Pengaturan perabot sesuai dengan tujuan dan fungsinya dengan tidak mengabaikan sirkulasi pemakai ruang. - Pengaruh warna dan pola dekorasi ruang sangat penting dalam menciptakan kesan psikologis dan optis pada pemakai ruang tersebut. ELEMEN INTERIOR Interior suatu ruangan mempunyai elemen-elemen pembentuk, elemen-elemen tersebut saling terkait dan hal yang paling mendasar dalam perancangan interior suatu ruangan. Elemen-elemen interior terdiri dari : Plafond: bagian dari suatu interior yang posisinya berada paling atas. Dinding: bagian dari suatu interior yang posisinya berada di tengah dan mengelilingi atau membentuk ruan tersebut. Lantai: merupakan bagian paling bawah dari ruangan yang mengalasi ruang tersebut. Furniture: adalah perabot yang mengisi suatu interior, pemilihan dan penataan furniture sangat mempengaruhi kesan yang ditimbulkan oleh suatu ruangan. Elemen pelengkap: elemen pelengkap suatu interior, misalnya: pintu, jendela, tangga. BENTUK RUANG Bentuk Dan Elemen Ruangan Bentuk ruang yang dibatasi oleh dinding, lantai dan plafond memberi rasa terlindung, orang yang mendiami atau memandang sebuah ruang akan menilainya menurut seleranya sendiri. Interpretasi yang muncul bisa timbul kesan luas, tetapi juga bisa timbul kesan sempit. Bentuk ruang akan mempengaruhi psikis dari pemakai ruangan, hal ini dapat dengan memakai bentuk-bentuk dinamis agar menarik, disamping itu disesuaikan karakter kegiatan didalamnya. Bentuk dan susunan interior ruang menentukan kesan yang timbul. Bentuk ruang yang sederhana terdiri dari empat dinding, lantai dan langit-langit. Bentuk ruang semacam itu jelas dan memberi kesan ke arah vertikal serta horisontal, menyempit atau membebas-luaskan. Ruang yang tidak tinggi atau lebar akan terasa menyesakkan (Sumber:Wilkening,Fritz,Tata Ruang, Kanisius, Yogyakarta,1987 hal 42), sebaliknya ruang yang terlalu tinggi akan menyebabkan kita merasa kecil dan tertelan oleh ruang tersebut (Sumber:Wilkening, Fritz, Tata Ruang, Kanisius, Yogyakarta,1987 hal 42) Ruang yang terbagi atas beberapa susunan bentuk atau denah, dan hal ini harus selalu dikerjakan atas bentuk geometris supaya kelihatan jelas. Guna mencapai keharmonisan dalam ruang, dibutuhkan batas kejelasan yang tepat dan kesan terlindung. Ada kemungkinan interior ruang yakni tertutup dan terbuka, kalau ruang terbagi oleh dinding sampai atas maka terdapat beberapa ruang yang berukuran kecil, tertutup dan berkesan sempit. Kalau pembagian ruang dibuat dengan menempatkan perabot atau sekat berjeruji, maka kesan luas dan terbuka masih dapat dipertahankan. Kesan ruang tersebut akan terlihat megah penuh dinamik, sesuai dengan selera zaman sekarang. Perubahan Bentuk Ruang Secara Optis Menurut hukum optik yang menjadi penentu dalam obyek untuk penglihatan disebutkan bahwa yang terlihat oleh mata ternyata tidak selalu identik dengan realita, antara lain disebabkan oleh ilusi penglihatan mata. Ruang yang terlalu tinggi akan terasa lebih rendah, jika diberi dekorasi garis horisontal atau alur dekorasi horizontal. Dengan memberikan tekanan dekorasi pada dinding, sebuah ruang dapat disempitkan atau diluaskan ke arah yang diinginkan dengan mengubah pola dekorasi dari ruangan tersebut. Pola kombinasi dekorasi pada lantai dan plafon yang dapat mengubah kesan ukuran ruang dari ruang atau lorong yang sempit menjadi ruang atau lorong yang lebih luas. Tata Ruang Disusun Berdasarkan Tujuan Dan Fungsinya Untuk mendapatkan komposisi ruang yang baik, diperlukan kesatuan bagian-bagian dalam ruang. Kesatuan tersebut dapat diperoleh dengan pengaturan yang baik dan pandangan yang serasi . Kegunaan suatu susunan harus merupakan harmoni dengan tuntutan tata ruang yang serasi dan indah. Susunan suatu ruang harus sesuai dengan tujuannya, maksudnya ialah penggunaan dan penyusunan perabot ditentukan oleh kebutuhan praktis dan kebiasaan hidup dari penghuninya. Perabot yang digunakan untuk mencapai tujuan yang sama disatukan menjadi satu kelompok fungsi. Kesatuan-kesatuan fungsi itu tetap harus diatur baik, sehingga masih tersedia ruang sirkulasi. Maka harus kita perhatikan bahwa pengelompokan perabot menurut fungsinya merupakan dasar penyusunan ruang dengan sirkulasi yang baik. Contoh kongkritnya adalah dalam penyusunan perabot untuk ruang runggu bagi pengunjung, perabot kursi dan meja tamu yang mempunyai fungsi sama dijadikan dalam satu kumpulan sehingga tidak mengganggu sirkulasi ruang yang terbentuk. WARNA Warna merupakan salah satu unsur di dalam perancangan interior suatu ruang, warna juga sebagai peran penting pendukung terciptanya suasana nyaman dan dapat mempengaruhi psikis si penghuni. Pemilihan warna yang salah dan pemakaian warna yang tidak serasi antara satu elemen ruang dengan yang lain, dapat menyebabkan ruang tersebut menjadi tidak nyaman. Untuk merubah suasana suatu ruangan, cara termudah adalah dengan mengganti warnanya. Warna dapat menimbulkan efek ruang secara visual. Selain itu, juga dapat membuat ruang yang kecil tampak lebih besar atau sebaliknya. Di dalam menggunakan warna tidak ada aturan yang mutlak. Semua itu tergantung dari kreativitas kita sendiri, sehingga tercipta warna yang dapat membuat nyaman, dan menarik. Dengan kata lain warna sedikit banyak menentukan karakter manusia. Maka dari uraian diatas ada baiknya kita meninjau beberapa hal mengenai warna guna mengetahui lebih jauh tentang warna, teori warna dan pengaruhnya dalam perencanaan interior suatu ruang. TEORI WARNA Dalam warna, kita tidak bisa terlepas dari faktor cahaya. Dengan faktor cahaya tersebut maka mata dapat menerima dan membeda-bedakan warna sesuai dengan panjang gelombangnya. Warna memiliki spektrum-spektrum yang berbeda satu sama lainnya berdasarkan panjang gelombangnya. Merah 700-650 nanometer Oranye 640-590 nanometer Kuning 580-550 nanometer Hijau 530-490 nanometer Biru 480-450 nanometer Violet 440-390 nanometer Gambar 11. Panjang gelombang cahaya dalam nanometer (Sumber: Pile, John F., Interior Design, Harry N. Abrams, Inc., New York, 1988 hal 244) Warna dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu warna primer (primary color) dan warna sekunder (secondary color). Yang termasuk warna primer adalah warna merah, kuning, dan biru. Dari ketiga warna tadi dapat dicampur sehingga menjadi warna sekunder. Warna sekunder merupakan percampuran dari dua warna primer yang berdekatan sehingga dihasilkan warna baru, misalnya warna oranye merupakan percampuran dari warna kuning dan merah. Sistem penggolongan warna ini dibedakan dengan menggunakan suatu diagram roda warna untuk memudahkan pembacaan, dari roda warna inilah kemudian menjadi dasar dari sistem-sistem warna. Gambar 12. Warna primer Gambar 13. Warna primer dan dalam roda warna sekunder (Sumber: Pile, John F., Interior Design, Harry N. Abrams, Inc., New York, 1988 hal 245) Dasar dalam mempelajari berbagai macam sistem-sistem warna adalah oleh GOETHE(1810). Sistem-sistem warna sekarang berbeda-beda mengenai detailnya, tetapi tetap sama dalam penyusunan dan penamaan warna. Sistem yang paling terkenal dikembangkan oleh Wilhelm Ostwald (1853-1932), Albert Munsell(1858-1918), dan OCA-USA(Optical Society Of America, Uniform Color Scales) . TINJAUAN KHUSUS HOTEL NUGRAHA WISATA Kamar Moderate Kamar moderate merupakan kamar yang berukuran 35m2 dan biasanya dipakai untuk tamu 1 atau 2 orang, untuk bentuknya kamar ini lebih seperti villa karena letak kamar ini dipisahkan dari bangunan utama. a. Penempatan Furniture. Perabot yang terdapat di kamar moderate semuanya memakai bahan material kayu dan model perabot bergaya eropa. Fasilitas perabot yang ada dikamar tidur kamar moderate adalah sbb: bed, meja tv, almari, nakas, dan meja rias dengan penempatan seperti di bawah ini. b. Pemakaian Warna Lantai lantai yang dipakai untuk kamar moderate menggunakan keramik halus ukuran 30x30cm berwarna merah marun. Dinding Untuk finishing pada dinding menggunakan cat warna putih. Agar dapat dikontraskan dengan perabot yang memakai warna gelap. Plafond Untuk plafond menggunakan material anyaman bambu dan triplek yang disusun tingkat kebawah agar dapat membuat kesan kamar lebih privat, dengan finishing cat warna putih untuk triplek dan plitur natural untuk anyaman bambunya. Furnitur Untuk furnitur menggunakan finishing cat warna coklat tua dengan teknik melamin. Kamar Superior Untuk kamar ini letaknya berada di bangunan utama dan kamar superior merupakan kamar kelas menengah yang ada di hotel Nugraha Wisata. Interiornya memakai konsep natural karena disesuaikan dengan lingkungan sekitar hotel yang masih asri. a. Penempatan Furniture. Model perabot yang terdapat di kamar Superior bergaya modern. Fasilitas perabot yang ada dikamar tidur kamar Superior adalah sbb: bed, meja tv, almari, nakas, dan meja rias dengan penempatan seperti di bawah ini. b. Pemakaian Warna Lantai lantai yang dipakai untuk kamar Superior menggunakan karpet berwarna hijau karena disesuaikan dengan konsep interior natural. Dinding Untuk finishing pada dinding menggunakan cat warna putih. Agar dapat dikontraskan dengan perabot yang memakai warna hijau metalik. Plafond Untuk plafond menggunakan material dari triplek yang kemudian difinishing dengan cat warna putih untuk memberi kesan lembut. Furnitur Furniture mengunakan warna hijau metalik dengan teknik cat duco Kamar Suite Kamar ini merupakan kamar kelas atas yang ada di hotel Nugraha Wisata. Fasilitas perabot yang ada dikamar tidur kamar suite adalah sbb: bed, meja tv, almari, nakas, meja rias, meja makan, sofa set dengan penempatan seperti pada denah di bawah ini. a. Penempatan Furniture. Untuk penempatan perabot didalam kamar disesuaikan dengan fasilitas yang diberikan sebuah kamar suite pada umumnya dimana disitu terdapat satu master bed, meja makan dan sofa. b. Pemakaian Warna Lantai lantai yang dipakai untuk kamar Suite menggunakan karpet berwarna hijau tua. Dinding Untuk finishing pada dinding menggunakan cat warna putih. Plafond Untuk plafond menggunakan material anyaman bambu dan triplek, dengan finishing cat warna putih untuk triplek dan plitur natural untuk anyaman bambunya. Furnitur Furniture mengunakan warna coklat tua, kuning, putih marmer. ANALISIS PADA RUANG-RUANG TIDUR HOTEL NUGRAHA WISATA Kamar Moderate Analisis Penempatan Perabot Dilihat dari tata ruang yang ada, kamar tidur moderate pada hotel Nugraha Wisata ini memiliki penataan perabot yang dikelompokkan sesuai dengan tujuan dan kelompok aktifitasnya dengan tanpa mengabaikan sirkulasi ruang yang ada. Pengelompokan perabot ini dapat dilihat dari pengelompokan perabot pada ruang tidur yang ditata sehingga berkesan mempunyai zona tersendiri yang terpisah tetapi tidak menggunakan pembatasan secara nyata/ pembatas dinding. Pengelompokan perabot pada toilet juga sesuai dengan kelompok aktifitas, hal ini dapat dilihat pada susunan perabot sanitair yang disusun sesuai dengan fungsi. Dengan penataan perabot sesuai dengan fungsi dan tujuannya, maka keharmonisan ruang dapat dicapai sehingga ruang terkesan serasi dan indah. DOUBLE BED TWIN BED Analisis Pemakaian Warna WARNA DINDING Dinding pada r.tidur moderate ini terbuat dari pasangan batu bata dicat dengan cat tembok warna putih semburat merah yang berkesan natural tapi hangat sehingga diharapkan tamu tamu yang menginap bisa merasakan kehangatan ditengah udara dingin dibandungan.Sedangkan untuk dinding toilet memakai keramik dinding 10x20 warna putih dengan maksud supaya ruang kelihatan luas dan terang. B.2 WARNA PLAFOND Plafond pada r.tidur moderate ini terbuat dari triplek dicat dengan cat tembok warna putih dengan variasi anyaman bamboo warna coklat transparan yang berkesan natural dan hangat,sedangkan pada toilet dicat tembok putih supaya terang. B.3 WARNA LANTAI Lantai pada r.tidur moderate ini memakai keramik ukuran 30x30 warna merah maroon,sedangkan untuk toilet memakai keramik 10x20 warna putih juga. B.4 WARNA FURNITURE Furniture pada r.tidur moderate ini memakai warna kayu coklat tua yang berkesan alami dan hangat,sedangkan untuk toilet sanitair memakai warna merah. Kamar Superior Analisis Penempatan Perabot Dilihat dari tata ruang yang ada, kamar tidur superior pada hotel Nugraha Wisata ini memiliki penataan perabot yang dikelompokkan sesuai dengan tujuan dan kelompok aktifitasnya dengan tanpa mengabaikan sirkulasi ruang yang ada. Pengelompokan perabot ini dapat dilihat dari pengelompokan perabot pada ruang tidur yang ditata sehingga berkesan mempunyai zona tersendiri yang terpisah tetapi tidak menggunakan pembatasan secara nyata/ pembatas dinding. Pengelompokan perabot pada toilet juga sesuai dengan kelompok aktifitas, hal ini dapat dilihat pada susunan perabot sanitair yang disusun sesuai dengan fungsi. Dengan penataan perabot sesuai dengan fungsi dan tujuannya, maka keharmonisan ruang dapat dicapai sehingga ruang terkesan serasi dan indah. DOUBLE BED TWIN BED Analisis Pemakaian Warna WARNA DINDING Dinding pada r.tidur superior ini terbuat dari pasangan batu bata dicat dengan cat tembok warna putih semburat merah yang berkesan natural tapi hangat sehingga diharapkan tamu tamu yang menginap bisa merasakan kehangatan ditengah udara dingin dibandungan.Sedangkan untuk dinding toilet memakai keramik dinding 15x15 warna pink dengan maksud supaya ruang kelihatan exlusif dan hangat. WARNA PLAFOND Plafond pada r.tidur moderate ini terbuat dari triplek dicat dengan cat tembok warna putih,sedangkan pada toilet dicat tembok putih supaya terang. WARNA LANTAI Lantai pada r.tidur moderate ini memakai karpet warna hijau tua yang berkesan teduh,tenang dan mewah,sedangkan untuk toilet memakai keramik 10x20 warna putih. WARNA FURNITURE Furniture pada r.tidur superior ini memakai warna hijau muda metalik dengan teknik cat duco yang berkesan teduh dan tenang,sedangkan untuk toilet sanitair memakai warna merah. Kamar Suite Analisis Penempatan Perabot Dilihat dari tata ruang yang ada, kamar tidur suite pada hotel Nugraha Wisata ini memiliki penataan perabot yang dikelompokkan sesuai dengan tujuan dan kelompok aktifitasnya dengan tanpa mengabaikan sirkulasi ruang yang ada. Pengelompokan perabot ini dapat dilihat dari pengelompokan perabot pada ruang tidur yang ditata sehingga berkesan mempunyai zona tersendiri yang terpisah tetapi tidak menggunakan pembatasan secara nyata/ pembatas dinding. Pengelompokan perabot pada toilet juga sesuai dengan kelompok aktifitas, hal ini dapat dilihat pada susunan perabot sanitair yang disusun sesuai dengan fungsi. Dengan penataan perabot sesuai dengan fungsi dan tujuannya, maka keharmonisan ruang dapat dicapai sehingga ruang terkesan serasi dan indah. Analisis Pemakaian Warna WARNA DINDING Dinding pada r.tidur suite ini terbuat dari pasangan batu bata dicat dengan cat tembok warna putih semburat merah yang berkesan natural tapi hangat sehingga diharapkan tamu tamu yang menginap bisa merasakan kehangatan ditengah udara dingin dibandungan.Sedangkan untuk dinding toilet memakai keramik dinding 15x15 warna pink dengan maksud supaya ruang kelihatan exlusif dan hangat. WARNA PLAFOND Plafond pada r.tidur suite ini terbuat dari triplek dicat dengan cat tembok warna putih dengan variasi anyaman bamboo diplitur warna coklat tua,sedangkan pada toilet dicat tembok putih supaya terang. WARNA LANTAI Lantai pada r.tidur suite ini memakai karpet warna hijau tua yang berkesan teduh,tenang dan mewah,sedangkan untuk toilet memakai keramik 10x20 warna putih. WARNA FURNITURE Furniture pada r.tidur superior ini memakai warna hijau muda metalik dengan teknik cat duco yang berkesan teduh dan tenang,sedangkan untuk toilet sanitair memakai warna merah. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil beberapa pembahasan dan analisis di bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa ternyata ada hubungan antara pemakaian warna dan penataan furniture terhadap kesan ruang yang ditangkap oleh pengamat atau pengunjung. Pada perancangan interior ruang kamar tidur hotel resort, perlu diketahui kegiatan yang ada di dalamnya yaitu pengunjung beristirahat dan suasana ruang harus mendukung kegiatan tersebut. Suasana interior pada ruang kamar tidur hotel resort harus memenuhi suasana tempat beristirahat yaitu suasana santai, nyaman, hangat, tenang dan aman. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan pengolahan elemen-elemen interior, dalam pembahasan ini adalah pemakaian warna dan penataan furniture. Warna dapat digunakan untuk menekankan atau memperjelas karakter suatu obyek, memberikan aksen pada bentuk bahannya dan berpengaruh pada perasaan si pengamat atau pemirsa. Penataan furniture juga dapat membantu membangun suasana yang ingin dicapai dari fungsi ruang tersebut. Oleh karena itu, penataan furniture dan pemakaian warna sangat berperan di dalam proses desain interior sebuah ruang kamar tidur pada hotel resort dan lingkungan fisiknya sehingga diharapkan bisa mendukung aktifitas pengunjung yang beristirahat dengan menginap pada hotel tersebut. Dari hasil analisis studi kasus pada hotel Nugraha Wisata maka dapat disimpulkan: Ditinjau dari analisis penataan furniture : Ruang ruang tidur hotel Nugraha Wisata mempunyai bentuk penataan furniture yang berorientasi pada fungsi sebuah ruang tidur yang lega serta penataan perabot yang serasi dan indah. Ditinjau dari segi pewarnaan ruangnya: Ruang – ruang tidur pada hotel Nugraha Wisata menggunakan warna-warna natural yang menimbulkan kesan alami,hangat, menarik, santai, lembut dan sejuk. Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ekspresi ruang – ruang tidur hotel Nugraha Wisata dari ketiga type memiliki kesamaan dalam memunculkan kesan ruang tidur yang memakai kesan natural, tenang dan nyaman. Jadi dalam perancangan suatu interior ruang tidur hotel resort perlu dimunculkan kesan yang sesuai dengan karakteristik dari hotel resort pada umumnya. Karakteristik yang muncul berupa suatu kesan keruangan yang alami, penuh dengan unsur ketenangan, santai dan nyaman. Kesan yang muncul inilah yang mempunyai pengaruh pada pengunjung yang membutuhkan suatu ruang yang tenang dan santai. Kesan ruang ini dapat muncul melalui pembentukan dan pengolahan interior ruang, serta pewarnaan ruang yang memenuhi syarat perancangan suatu ruang tidur hotel resort. Dari pembahasan-pembahasan di atas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa ekspresi warna dan bentuk penataan furniture yang dihasilkan sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perancangan dan perencanaan interior ruang tidur. Bentuk ruang dan warna menjadi suatu kesatuan yang saling mendukung dalam menciptakan suatu makna ruang. Saran Dari kesimpulan di atas, secara umum maka diperoleh saran sebagai tambahan untuk suatu perancangan interior ruang tidur untuk hotel resort berbintang yang belum disampaikan pada kesimpulan diatas. Ruang ruang tidur hotel Nugraha Wisata mempunyai bentuk penataan furniture yang berorientasi pada fungsi sebuah ruang tidur yang lega serta penataan perabot yang serasi dan indah. Rekomendasi penataan furniture untuk kamar : MODERATE DOUBLE BED TWIN BED SUPERIOR SUITE Mengenai penggunaan warna pada interior pada ruang tidur hotel resort, sebaiknya menggunakan warna-warna yang lebih hangat dan tenang . Warna-warna yang direkomendasikan berupa: Warna Merah keoranyean Warna merah keoranyean memberi kesan kehangatan, perasaan riang serta menarik dan menyenangkan. Warna merah lebih santai daripada warna putih yang berkesan monoton. Oranye Warna oranye merupakan perpaduan warna merah dan kuning. Warna ini merupakan warna paling hangat diantara warna yang lainnya. Warna ini mengekspresikan kegembiraan, ceria, riang dan bersemangat. Biru Warna biru termasuk warna dingin yang berwatak tenang, santai, sejuk, nyaman dan sederhana. Penggunaan pola-pola dekorasi diharapkan lebih menarik dan tidak monoton, sehingga dapat diharapkan menarik pengunjung untuk betah menginap. Untuk menambah faktor pewarnaan pada ruang tidur dapat digunakan pewarnaan ruang dengan pencahayaan dari lampu-lampu warna,khususnya lampu-lampu spot yang lebih terfokus pada suatu bagian.

Item Type:Article
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:18507
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:03 Aug 2010 08:37
Last Modified:20 Sep 2011 11:20

Repository Staff Only: item control page