MERETAS BUDAYA MASYARAKAT BATAK TOBA DALAM CERITA SIGALEGALE

NURELIDE, NURELIDE (2007) MERETAS BUDAYA MASYARAKAT BATAK TOBA DALAM CERITA SIGALEGALE. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
467Kb

Abstract

Oral art intrinsically is the tradition had bay a group of certain society. Its existence is confessed, even very close with society group that owning it. In oral art, its story content oftentimes lay open situation of social cultural of society bearing it. Usually oral art contain in the form of social background picture, culture, and artisty drawn in Sigale- Gale story. Two focus that discussed in this research: (1) how about the story structure and content of Sigale-Gale, (2) how the cultural concept of Batak Toba society which there are in story of Sigale-Gale. As approach which used in this thesis research is art antropoloy, by exploiting structural theory as structural text analysis foundation, culture theory to analyze cultural concept of Batak Toba society which there in Sigale-Gale story. Result of research of Sigale-gale story indicate that Batak Toba society in Samosir reveal that special target of life of Batak Toba society at former epoch, that is each and everyone have a mind to reach hamoraon (properties), hagabeon (offspring) and hasangapon (honorary). Special regarding to the target of life to get blessinh through offspring (that hagabeon), in the view of traditional Batak society that owning many child is importance. Batak Toba society that embracing patrilineal consanguinity sistem , boys have important meaning in life of family. Family which does not have boy supposed tree which do not hava root. Every boy have obligation to manage and continue the continuity of family life. Batak society wish the ideal death according to death custom, which goal by every member of Batak Toba society, that is have old age, bearing to have, grandchild and cheeping. All its clan gabe (have many clan) and maduma (secure and prosperous life), there’s no handicap and inveigh. That death referred as saurmatua. Sastra lisan pada hakekatnya adalah tradisi yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat tertentu. Keberadaannya diakui, bahkan sangat dekat dengan kelompok masyarakat yang memilikinya. Dalam sastra lisan, isi ceritanya seringkali mengungkapkan keadaan sosial budaya masyarakat yang melahirkan. Biasanya sastra lisan berisi berupa gambaran latar sosial, budaya, serta sistem kepercayaan. Kebudayaan masyarakat Batak Toba dengan sistem patrilinealnya, sistem kepercayaan, serta kesenian tergambar dalam cerita Sigale-gale. Dua fokus kajian yang dibahas dalam penelitian ini adalah; (1) bagaimanakah isi dan struktur cerita SGG, (2) bagaimanakah konsep kebudayaan masyarakat Batak Toba yang terdapat dalam cerita SGG. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian tesis ini adalah antropologi sastra, dengan memanfaatkan teori struktural sebagai pijakan analisis struktural teks, teori kebudayaan untuk menganalisis konsep kebudayaan masyarakat Batak Toba yang terdapat dalam cerita SGG. Hasil penelitian cerita SGG ini menunjukkan bahwa masyarakat Batak Toba di Samosir mengungkapkan bahwa tujuan hidup yang utama masyarakat Batak Toba pada zaman dahulu, yaitu setiap orang berkeinginan mencapai hamoraon (kekayaan), hagabeon (keturunan) dan hasangapon (kehormatan). Khusus mengenai tujuan hidup untuk mendapat berkat melalui keturunan (hagabeon) itu, dalam pandangan masyarakat Batak tradisional bahwa memiliki banyak anak adalah sangat penting. Bagi masyarakat Batak Toba yang menganut sistem kekerabatan patrilineal. Anak laki-laki memiliki arti penting di dalam kehidupan keluarga. Keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki diibaratkan sebatang pohon yang tidak memiliki akar. Setiap anak laki-laki mempunyai kewajiban mengurus dan meneruskan kelangsungan hidup keluarga. Masyarakat Batak menginginkan kematian yang ideal menurut adat kematian, yang dicita-citakan oleh setiap anggota masyarakat Batak Toba, yaitu berusia lanjut, beranak, bercucu, bercicit, dan berbuyut. Semua keturunanannya gabe (banyak keturunan) dan maduma (hidup sejahtera), tidak ada cacat dan celanya. Kematian itu disebut saurmatua.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:D History General and Old World > D History (General) > D051 Ancient History
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in History
ID Code:18465
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:02 Aug 2010 09:58
Last Modified:02 Aug 2010 09:58

Repository Staff Only: item control page