STUDI UPAYA PEMENUHAN FASILITAS PERSAMPAHAN PADA KAWASAN PERUMAHAN DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG

KHOIRI, NUR (2006) STUDI UPAYA PEMENUHAN FASILITAS PERSAMPAHAN PADA KAWASAN PERUMAHAN DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
940Kb

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk di perkotaan yang cepat dan dinamis sebagai akibat tingginya angka kelahiran dan tarikan ekonomi perkotaan menyebabkan kebutuhan perumahan juga meningkat. Kebutuhan perumahan tersebut merupakan sebuah peluang bagi pengembang untuk memenuhinya. Pengembang yang dimaksud dalam penelitisan ini adalah pengembang yang membangun perumahan dengan skala kecil yaitu berupa kelompok-kelompok keci, karena Pembangunan perumahan dalam skala ini sering tidak dilengkapi dengan fasilitas umum termasuk fasilitas persampahan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang, dengan mengambil enam perumahan yaitu; Gria Arteri Sari, Medoho Asri, Medoho Indah, Pondok Indah, Pedurungan Baru dan Graha Mutiara. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana upaya pemenuhan fasilitas persampahan pada perumahan di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Pengembilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposif Random, dengan teknik deskriptip kualitatif. Selanjutnya dalam studi ini dibatasi ruang lingkup pembahasan substansial pada tiga hal, yaitu: a). Analisis Kondisi Fisik Perumahan, b). Analisis pemenuhan dan penanganan persampahan, dan c). Analisis peran serta masyarakat dalam upaya penyediaan fasilitas persampahan yang meliputi analisis persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah, analisis faktor sosial ekonomi masyarakat perumahan setempat dan analisis peran serta pemerintah. Dari penelitian dapat disumpulkan bahwa masyarakat yang bertempat tinggal di lokasi perumahan merasa mengalami persoalan yang sama yaitu tentang pengelolaan sampah, munculnya ide awal untuk membentuk sistem pengelolaan sampah antara satu perumahan dengan perumahan yang lainya bervariatif. Diseluruh lokasi peneltian awalnya warga membuang sampah mereka secara individu, dan ketika penghuni perumahan semakin banyak mulai muncul persoalan sampah, sehingga mulai terbangun komunikasi antara sesama warga untuk mengatasi masalah tersebut. Di perumahan Pedurugan Baru dan Pondok Indah ide awal untuk mengelola berasal dari kelurahan, sedangkan Gria Arteri Sari, Medoho Asri, Medoho Indah, dan Graha Mutiara idenya berasal dari warga. Meskipun munculnya ide yang mendorong adanya sistem pengeloaan sampah bervariasi, tetapi pelaksanaan pengelolaan sampah antar perumahan relatif sama. Sampai sekarang pengelolaan sampah masih belum bisa optimal salah satunya disebabkan karena rendahnya upah yang diterima oleh petugas pengangkut. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini adalah a). Perlu adanya peraturan yang jelas tentang fasilitas umum persampahan yang harus dibangun oleh pengembang dengan skala kecil. (b) Perlu dibuat Sub TPS di lokasi perumahan skala kecil, agar sistem pengelolaanya lebih mudah dan ekonomis (c) Perlu disusunnya program-program yang dapat dilaksanakan RT/RW dalam meningkatkan peran serta masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. (d) Perlunya penambahan sarana dan prasarana dalam upaya pengelolaan sampah, seperti truck pengangkut, gerobak sampah dan tong sampah.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:18454
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:02 Aug 2010 09:42
Last Modified:02 Aug 2010 09:42

Repository Staff Only: item control page