EFEKTIVITAS PELAKSANAAN AMDAL DAN UKL UPL DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN KUDUS

TIAS, NUNUNG PRIHATINING (2009) EFEKTIVITAS PELAKSANAAN AMDAL DAN UKL UPL DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN KUDUS. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
834Kb

Abstract

Kudus is the smallest regency in Central Java. The economic condition in Kudus supported by various factor in which industri sector as dominant sector, especially cigarette industry in which Kudus known as the town of cigarette (Kota Kretek). Up to now, not all industries have document on Environmental Impact Assesment. The environmental compliance of industries is low in dealing with environmental problems. Besides this, the weakness of law enforcement and no strict punishment for business disobeying the law. Given this, a study to analyze the effectiveness of AMDAL and UKL UPL is absolutely needed. The reseach is aimed to identify and evaluate the realization of both AMDAL and UKL UPL for company completed with environmental document, description of people involvement and government supervision. This reseach conducted by using survey method with descriptive analysis method through some selected sample, and using purposive sampling limited to 5 industries. They are industri which have high environmental potential risk. Data of research taken from three respondent group, project proponent (industries), government and local people. This reseach shows that (1) environmental management and monitoring plan conducted by industry doesn”t lead to the awareness for keeping environmental sustainability, (2) industri assume it as a burden that should be hold, (3) people involvement and awareness in managing and monitoring the environment plan are poor, (4) environmental management and monitoring plan is conducted due to the government supervision and to prevent the community pressure, (5) Supervision conducted by government was passive and reactive, less coordination among related agencies, (6) from the five selected sample, 2 sample were effective, 2 sufficient and 1 sample insufficient. (7) lack of regulations dealing with environmental management. There are some proposal required to deal with environmental management which are (1) active supervision and good coordination among related agencies, (2) communication, involvement, and open acces to local people, (3) socialisation from related government agencies about environmental management (4) regulations dealing with environmental management, (5) law enforcement and proper punishment, (6) giving award to develop the awareness for creating environmental sustainability. Kudus merupakan salah satu kabupaten terkecil di propinsi Jawa Tengah Perekonomian di Kabupaten Kudus di dukung oleh berbagai sektor dengan sektor andalan di bidang industri terutama industri rokok, sehingga Kudus terkenal dengan sebutan kota kretek. Sampai saat ini tidak semua usaha yang ada di Kabupaten Kudus memiliki dokumen pengelolaan lingkungan. Tingkat ketaatan pengusaha untuk melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup masih rendah. Di samping penegakan hukum yang masih lemah dan belum ada sangsi yang tegas bagi usaha yang sudah atau belum melaksanakan pengelolaan lingkungan. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan kajian untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan AMDAL dan UKL UPL. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pelaksanaan AMDAL dan UKL UPL pada perusahaan yang sudah memiliki dokumen lingkungan, gambaran keterlibatan masyarakat dalam mendukung pengelolaan lingkungan serta pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan pendekatan analisis deskriptif terhadap beberapa sampel terpilih. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yang dibatasi 5 (lima) sampel yaitu dipilih industri yang mempunyai potensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Data penelitian didapat dari 3 (tiga) kelompok responden yaitu pemrakarsa, Dinas/Instansi dan masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dilakukan oleh industri belum mengarah pada kesadaran melestarikan lingkungan, (2) Industri menganggap sebagai beban yang harus ditanggung, (3) Keterlibatan dan keperdulian masyarakat dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan masih rendah, (4) Pengelolaan dan pemantauan lingkungan dilaksanakan karena pengawasan pemerintah dan untuk mencegah gejolak masyarakat, (5) Pengawasan yang dilakukan Instansi terkait lingkungan hidup bersifat pasif dan reaktif, koordinasi yang kurang antara Instansi terkait, (6) dari kelima sampel terpilih, 2 sampel pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sudah efektif, 2 sampel pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan cukup efektif serta sisanya 1 sampel pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan belum efektif, (7) Belum adanya peraturan daerah mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Ada beberapa usulan perbaikan pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang harus dilakukan yaitu: (1) Perlu pengawasan secara aktif, kontinyu serta koordinasi antara Dinas terkait, (2) Sosialisasi, keterlibatan dan keterbukaan informasi kepada masyarakat sekitar, (3) Sosialisasi dari Dinas terkait tentang pengelolaan lingkungan, (4) Perlu peraturan daerah mengenai pengelolaan lingkungan, (5) Penegakan hukum dan sangsi yang tegas, (6) Pemberian penghargaan yang dapat meningkatkan kesadaran dalam mengelola lingkungan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:18430
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:02 Aug 2010 09:06
Last Modified:02 Aug 2010 09:06

Repository Staff Only: item control page