PERUBAHAN FUNGSI KORIDOR JALAN SUYUDONO AKIBAT KEBERADAAN PASAR BULU SEMARANG

Murwani, Nunuk Rini (2007) PERUBAHAN FUNGSI KORIDOR JALAN SUYUDONO AKIBAT KEBERADAAN PASAR BULU SEMARANG. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
489Kb

Abstract

Suyudono street corridor as one of public space becomes a part of Semarang city, base on Urban Plan of Semarang City in 2000 – 2005 determined as trade and residence area. Bulu market near from that area, it supposed trigger emerge of trading activities followed by alteration of building function along that corridor. It is strengthened by extend market, placed on north and south end of Suyudono’s street Base on the issues, this research aim to prove hypothesis that there are influence of Bulu Market Place to the alteration of Suyudono street corridor that initially is development residence area to trade area. Relate to research types that performed to test a hypothesis, then research method, which used is positivistic quantitative also technique of descriptive statistic analyze using crosstab and chi square test. It results confirmed with figure ground theory by Roger Trancik, elements theory of city’s morphology by Kevin Lynch. Base on performed analyze, there is a conclusion that trading facilities (Bulu Market) can alternate function of space use in that corridor. Therefore, need a regulation to order the space use, which influenced by trade activities. Thereby, corridor function of Suyudono Street as open space can restored considering on many interest of each parties related with that area. Koridor Jalan Suyudono merupakan salah satu ruang publik yang menjadi bagian dari pusat kota Semarang, berdasarkan Rencana Tata Ruang Kota Semarang Tahun 2000 – 2005 ditetapkan sebagai kawasan perdagangan dan permukiman. Pasar Bulu yang terletak di dekat kawasan tersebut, diduga menjadi pemicu tumbuhnya aktivitas perdagangan yang diikuti dengan perubahan fungsi bangunan di sepanjang koridor tersebut. Hal ini dikuatkan pula dengan tumbuhnya pasar tumpah yang menempati ujung utara dan selatan jalan Suyudono. Berdasarkan permasalahan tersebut diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hipotesa adanya pengaruh keberadaan Pasar Bulu terhadap perubahan fungsi koridor jalan Suyudono semula adalah kawasan permukiman berkembang menjadi kawasan perdagangan. Mengacu pada jenis penelitian yang dilakukan untuk menguji suatu hipotesis, maka metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif positivistik serta teknik analisis statistik deskriptip menggunakan crosstab dan uji chi square. Hasil dari analisa ini kemudian dikomunikasikan dengan teori figure ground dari Roger Trancik, teori elemen-elemen bentuk kota dari Kevin Lynch. Dari analisa yang dilakukan diperoleh suatu kesimpulan bahwa keberadaan fasilitas perdagangan (Pasar Bulu) dapat merubah fungsi pemanfaatan ruang di koridor pada kawasan tersebut. Sehingga perlu dilakukan pengaturan pemanfaatan ruang akibat perkembangan aktivitas perdagangan. Dengan demikian fungsi koridor jalan Suyudono sebagai ruang publik terbuka dapat dipulihkan kembali dengan memperhatikan berbagai kepentingan masing-masing pihak pada kawasan tersebut.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:18428
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:02 Aug 2010 09:02
Last Modified:02 Aug 2010 09:02

Repository Staff Only: item control page