FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI KABUPATEN BANGKA BARAT

N A S R I N, N A S R I N (2008) FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI KABUPATEN BANGKA BARAT. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
568Kb

Abstract

Filariasis is an endemic disease in Indonesia and West Bangka Regency is one of the endemic areas of filariasis. By the year 2007, it was found about 36 chronic cases of filariasis.This is caused by many factors in the environment, such as swamp and pool / hole in tin mining area that was flooded with water with many water plants. Other factor, that caused by are sosio economic and community behavior. The objective of this study was to determine physical factors (swamp / pool), Biological (water plants, fish / animal predators) of the environment. Socio ecomic factor (education, job and income), behaviour factor the habitat of (going outside at night, wearing clothes to protect from mosquitoes bite) that may give influence the filariasis cases in West Bangka. This research was an observasional reaseach with a case-control approach. case in this study was filariasis cases and for control was people suffer from filariasis. Total sampler were 64 sample. Data was taken by observation and interview. Data collected was analyzed by using logistics regression. Bivariate analysis showed that from 17 variables, there are 7 variabels were Froved tobe the risk factors of filariasis at west bangka regency, which are : respondent, job type (OR = 3,695 CI 95% = 1,128 – 12,105, respondent income levels (OR = 4,200, CI 95% =1,181 - 14,397, existences 0f swamps (OR = 3,151, CI 95% = 1,061 – 9,357), habit of using mosquito repellent (OR=5,063, CI 95% = 1,255 - 20,424), respondents knowledge about filariasis (OR = 4,259, CI 95% = 1,488- 12,192), Respondents knowledge about filariasis infection (OR =3,571, CI 95% =1,204-10,596) and respondents Knowledge about filariasis prevention (OR= 3,735, CI 95% =1,314-10,618). It is suggested that people sould use mosquito net or repellent when bed time, self protection dress when they go out at night. It is necessary to perform health promotion and extend the information related to filariasis in order to improve people knowledge Filariasis merupakan suatu penyakit endemis di Indonesia. Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu daerah endemis filariasis. Pada tahun 2007 didapat 36 kasus kronis filariasis. Hal ini sangat dimungkinkan oleh berbagai faktor lingkungan yang banyak terdapat rawa dan kolam /lobang pasca galian timah dan digenangi air serta ditumbuhi oleh tanaman air. Faktor lain selain dari faktor lingkungan adalah faktor sosial, ekonomi dan perilaku masyarakat. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor risiko lingkungan fisik (genangan air), lingkungan biologi ( tanaman air, ikan predator), Lingkungan sosial ekonomi (pekerjaan, pendidikan dan penghasilan) dan faktor perilaku (kebiasasaan keluar malam hari, kebiasaan menggunakan baju pelindung diri dari gigitan nyamuk) yang berpengaruh terhadap kejadian filariasis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi kasus kontrol. Kasus adalah penduduk yang menderita filariasis dan kontrol adalah penduduk yang tidak menderita filariasis. Jumlah kasus dan kontrol adalah 64. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis dilakukan secara bivariat dan multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Analisis Bivariat menunjukkan bahwa dari 17 (tujuh belas) variabel yang dianalisis terdapat 7 variabel yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian filariasis di Kabupaten Bangka Barat, yaitu : Jenis Pekerjaan Responden (OR = 3,695, CI 95% = 1,128 – 2,105), Tingkat Penghasilan Responden (OR = 4,200, CI 95% =1,287 -13,703), Keberadaan Rawa (OR = 3,151, CI 95% = 1,061 – 9,357), Penggunaan Anti Nyamuk (OR =5,063, CI 95% = 1,255 - 20,424), Pengetahuan Responden Tentang Gejala Filariasis (OR = 4,259, CI 95% = 1,488 – 12,192), Pengetahuan Responden Tentang Penularan Filariasis (OR =3,571, CI 95% =1,204 -10,596 ) dan Pengetahuan Responden Tentang Pencegahan Filariasis (OR = 3,735, CI 95% =1,314 - 10,618 ). Penggunaan anti nyamuk merupakan faktor risiko yang paling dominan untuk terjadinya penularan filariasis. Masyarakat disarankan menggunakan kelambu atau anti nyamuk sewaktu tidur, memakai pelindung diri (baju dan celana panjang) waktu keluar rumah pada malam hari. Perlu adanya tindakan penyuluhan dan penyebarluasan informasi tentang filariasis dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:18335
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:30 Jul 2010 13:20
Last Modified:30 Jul 2010 13:20

Repository Staff Only: item control page