ANALISIS OVERREACTION HYPHOTHESIS, DAN PENGARUH FIRM SIZE, LIKUIDITAS & BID-ASK SPREAD TERHADAP FENOMENA PRICE REVERSAL DI BURSA EFEK JAKARTA

Dinawan, Muhammad Rizkada (2007) ANALISIS OVERREACTION HYPHOTHESIS, DAN PENGARUH FIRM SIZE, LIKUIDITAS & BID-ASK SPREAD TERHADAP FENOMENA PRICE REVERSAL DI BURSA EFEK JAKARTA. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
452Kb

Abstract

Dalam melakukan investasi, khususnya investasi dalam bentuk saham ketersediaan informasi merupakan hal yang penting. Para investor memerlukan informasi yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan untuk menganalisis suatu saham sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli atau menjual saham. Secara informasional, pasar modal dikatakan efisien bila harga sekuritas-sekuritasnya telah mencerminkan semua informasi yang tersedia dan relevan. Namun demikian banyak penelitian yang menyebutkan adanya beberapa fenomena yang tidak sesuai dengan hipotesis pasar efisien, salah satunya adalah fenomena pembalikan harga (price reversal). Fenomena ini berhubungan dengan anomali winner-loser yang menciptakan strategi investasi kontrarian. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberadaan reaksi berlebihan dari investor dalam fenomena pembalikan harga, menganalisis apakah terdapat pengaruh dari ukuran perusahaan, likuiditas dan bid-ask spread terhadap pembalikan harga. Penelitian ini menguji return saham yang mengikuti satu hari perubahan besar harga saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode 2005 - 2006. Sampel dari penelitian ini menggunakan 171 perusahaan yang terdaftar di BEJ. Sampel ini kemudian diklasifikasikan lagi menjadi 48 perusahaan yang menjadi sampel winner dan 33 perusahaan yang menjadi sampel loser. Penelitian ini menggunakan data harian, sedangkan perhitungan abnormal return menggunakan Market Adjusted Model. Periode pengamatan dalam penelitian ini adalah 5 hari sebelum t=0 dan 20 hari setelah t=0. Analisis yang digunakan adalah uji t, korelasi, dan regresi berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah closing price, IHSG, kapitalisasi pasar,volume perdagangan saham, serta bid dan ask price. Hasil penelitian melalui uji t mengidentifikasikan bahwa pada saham winner maupun loser terjadi pembalikan harga. Dari analisis korelasi, didapatkan hasil korelasi yang bernilai negatif dan signifikan berbeda dengan nol. Hal ini menunjukkan terdapat reaksi berlebihan dari investor. Reaksi berlebihan ini kemudian disadari investor sehingga melakukan koreksi terhadap tindakan tersebut. Pada saham winner, periode koreksi yang dibutuhkan adalah selama 13 hari setelah hari peristiwa, sedangkan saham loser hanya memerlukan waktu selama 5 hari setelah hari perubahan besar harga saham. Terdapatnya reaksi berlebihan dari investor dalam pembalikan harga mengimplikasikan bahwa pasar belum efisien, karena harga saham dapat diprediksikan berdasarkan harga saham masa lalu. Persamaan regresi untuk saham winner dan loser menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, likuiditas dan bidask spread berpengaruh secara signifikan terhadap pembalikan harga. Hal ini berarti investor dapat mempertimbangkan faktor ukuran perusahaan, likuiditas dan bid-ask spread dalam memprediksi harga saham yang akan datang sehingga dapat melakukan contrarian strategy (strategi berkebalikan) dengan tepat.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:18283
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:30 Jul 2010 11:29
Last Modified:30 Jul 2010 11:29

Repository Staff Only: item control page