TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN SITA JAMINAN (CONSERVATOIR BESLAG) TERHADAP TANAH SEBAGAI OBYEK JUAL BELI AKTA PPAT (Studi Kasus Putusan No : 54 / Pdt / G / 1999 / PN.Pt di Pengadilan Negeri Pati)

DARSANTO,, SONY (2009) TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN SITA JAMINAN (CONSERVATOIR BESLAG) TERHADAP TANAH SEBAGAI OBYEK JUAL BELI AKTA PPAT (Studi Kasus Putusan No : 54 / Pdt / G / 1999 / PN.Pt di Pengadilan Negeri Pati). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
275Kb

Abstract

Conservatoir beslag (security confiscation), is an action conducted by the plaintiff in form of an appeal to the Chairman of the Court of First Instance in order to guarantee that the civil verdict may be executed. That civil verdict may be in form of liquidating or selling seized property belongs to the debtor. This legal action is conducted by the court preceding the verdict. If the plaintiff is won by judge’s verdict and his/her accusation is granted, therefore, the security confiscation is automatically declared as legal and worthy. The method of approach in this research uses the juridical-normative approach. The specification of this research is the descriptive-analytical research. The data analysis method is conducted in descriptive-qualitative manners by using primary data collected from the field research and secondary data collected from a literature study in form of law materials. Based on the research results, it can be concluded that the execution of security confiscation (conservatoir beslag) upon the project of Land Deed Official Certificate at the Court of First Instance of Pati in Case No. 54/Pdt.G/1999/PN.Pt, which is conducted twice because it indicates that the Plaintiff as the keeper or the person entrusted seized property, is against Article 197 verse (9) of HIR, and in accordance with the court verdict having the permanent legal power declaring that the Sell-Buy Certificate No. 1135/Jkn/IX/1998, composed by the Defendant III, which is Imam Sutaryo, S.H. as the Notary and Land Deed Official, date September 15, 1998 is annulled by the law. Meanwhile, the obstacles faced by the Court of First Instance of Pati in executing security confiscation (conservatoir beslag) upon the object of Land Deed Official Certificate at the Court of First Instance of Pati on the Case No. 54/Pdt.G/1999/PN.Pt is that, Defendant II through his attorney appeals for objection upon the disputed property written in the confiscation minutes with the reason of that the storage of seized property is not in accordance with the regulation. The resolution effort taken by the Court of First Instance of Pati is by issuing the Intermediate Decision No. 54/Pdt.G/1999/PN.Pt declaring that the Minutes of Security Confiscation No. 54/Pdt.G/1999/PN.Pt date January 3, 2000 is annulled by the law, ordering to the Bailiff of the Court of First Instance of Pati to seize the disputed property in accordance with the Establishment of the Chairman of the Court of First Instance of Pati and appointing Defendant II as the keeper of seized property. Conservatoir beslag, merupakan tindakan dari pihak penggugat dalam bentuk permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri, untuk menjamin dapat dilaksanakannya putusan perdata. Putusan perdata tersebut dapat berupa, menguangkan atau menjual barang debitur yang disita. Tindakan hukum ini diambil oleh pengadilan mendahului putusan. Apabila dengan putusan hakim pihak penggugat dimenangkan dan gugat dikabulkan, maka sita jaminan tersebut secara otomatis dinyatakan sah dan berharga. Metode pendekatan dalam penelitian ini menggunakan yuridis normatif, spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis. Adapun metode analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dari penelitian lapangan dan data sekunder dari studi pustaka yaitu bahan hukum. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan sita jaminan (conseervatoir beslag) terhadap tanah sebagai obyek jual beli Akta PPAT di Pengadilan Negeri Pati. terhadap kasus No. 54/Pdt.G/1999/PN.Pt, dilakukan dua kali karena menunjukkan Penggugat sebagai penyimpan atau yang dititipi atas barang yang disita, bertentangan dengan Pasal 197 ayat (9) HIR dan sesuai dengan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap yang menyatakan Akta Jual Beli No. 1135 / Jkn / IX / 1998, yang dibuat oleh Tergugat III, yaitu Imam Sutaryo, SH selaku Notaris dan PPAT, tertanggal 15 September 1998 adalah batal demi hukum. Sedangkan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Pengadilan Negeri Pati dalam melaksanakan sita jaminan (conseervatoir beslag) terhadap obyek Akta PPAT di Pengadilan Negeri Pati pada kasus No. 54/Pdt.G/1999/PN.Pt adalah pihak Tergugat II melalui Kuasa Hukumnya mengajukan keberatan atas barang sengketa yang tercantum dalam berita acara penyitaan dengan alasan penyimpan barang sitaan tidak sesuai dengan aturan. Upaya penyelesaian yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Pati dengan mengeluarkan Putusan Sela No. 54/Pdt.G/1999/PN.Pt yang menyatakan bahwa Berita Acara Penyitaan Jaminan No. 54/Pdt.G/1999/PN.Pt tanggal 3 Januari 2000 batal demi hukum, memerintahkan kepada Jurusita Pengadilan Negeri Pati untuk menyita barang sengketa sesuai dengan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Pati dan menunjuk Tergugat II sebagai penyimpan barang sitaan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:18263
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:30 Jul 2010 11:08
Last Modified:30 Jul 2010 11:08

Repository Staff Only: item control page