KORELASI TATA RUANG RUMAH KUNO DI KRAJAN KULON TERHADAP TATA RUANG KOTA KALIWUNGU

WAHYUDI, MUHAMMAD AGUNG (2006) KORELASI TATA RUANG RUMAH KUNO DI KRAJAN KULON TERHADAP TATA RUANG KOTA KALIWUNGU. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
9Mb

Abstract

Kaliwungu is one of district area (called kecamatan) in Kendal. During Majapahit era’s (Javanese Kingdoms’ era about 15th century) Kaliwungu was became Central district area under Majapahit (called Kadipaten), which also being part of Mataram Islam’s kingdom. Previously Kaliwungu was the capital of Mataram Islam kingdom before being moved to Kendal. There are several historical evidences that still remain there such as ruins of temples and yoni in south of Kaliwungu as well as old cemetery of royal families, called Adipati in Protomulyo village. Krajan Kulon village in the central of Kaliwungu has a city center (called alun-alun), mosque, old artillery weapon and old village houses with Kaliwungu’s style. Even more, Syawalan tradition and other tradition such as going to cemeteries for praying to relatives (called ziarah culture) are still exist in nowadays and becomes one of tourist object. The research is focusing in the city landscape of Kaliwungu and the landscape of old houses in Kaliwungu. As a Kadipaten, Kaliwungu is very typical city in Java island which normally has city center, called alun-alun, mosque, Kadipaten office (now in gone) and traditional market (which is already been moved). Houses in Krajan Kulon village have Javanese architecture style as well as its landscape, but still slightly different to other Javanese architecture in south part of Java. The objective of this research is to identify the landscape characteristics in Kaliwungu and old houses in Krajan Kulon village, as well as their correlation among them. This research is using naturalistic paradigm with qualitative approached method, which is chosen based on the type of research and the objectiveness. Qualitative logical research method is a research which examines the object as one part of integral system in its habitat in order to get a picture of relationship based on specific theory. Theory which is used in this research is a theory about Javanese city landscape and Javanese house design. The methodology of data collecting is used by observing the object on the spot and gathering information from any kind of related books. Reviewing method is using descriptive explorative with study case and comparing to other sources. The main topics are consisting of city landscape of Kaliwungu and old house design in Krajan Kulon village. From those data, we are analyzing and comparing to related study case, then could get the correlation between old house designs to city landscape in Kaliwungu. The result of analysis shows that there is correlation between old house designs to city landscapes of Kaliwungu. Comparative data explains that Kaliwungu was typical city in Java, which proved by pattern of alun-alun, mosque, Kadipaten, traditional market and cemetery in the south of city. City landscape like this also exists in Plered. Kaliwungu’s toponim is also supporting this theory. However, Kaliwungu was not purely followed Javanese style; Islamic culture was also involving mainly in orientation which headed to Mecca (called Kiblat) as Al Muttaqin mosque. House design of Kaliwungu was also bit different to Javanese style; even though design hierarchy still there. Houses orientation was also headed to Kiblat, which normally for Javanese style headed to north or south. Kaliwungu merupakan salah satu kota kecamatan di kabupaten Kendal. Pada zaman Majapahit, Kaliwungu sudah menjadi Kadipaten, juga menjadi wilayah Perdikan di masa Mataram Islam. Selain itu Kaliwungu juga menjadi ibukota Kabupaten Kendal sebelum dipindahkan ke kota Kendal. Bukti-bukti sejarah antara lain adanya sisa-sisa candi dan yoni di bagian selatan Kaliwungu serta makam-makam pembesar dan adipati di desa Protomulyo. Krajan Kulon merupakan desa yang terletak di pusat kota Kaliwungu. Di desa ini masih terdapat kekayaan budaya alun-alun, masjid, meriam kuno dan rumah-rumah kuno khas Kaliwungu. Selain itu ritual tradisi seperti Syawalan dan ziaran kubur masih berlangsung hingga kini yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai kota. Penelitian ini memfokuskan pada tata ruang kota Kaliwungu dan tata ruang rumah-rumah kuno di sekitar Kaliwungu. Sebagai kota Kadipaten, Kaliwungu mempunyai ciri-ciri kota Jawa seperti Alun-alun, Masjid, Kadipaten (kini sudah tidak ada) dan pasar (sudah berpindah tempat). Rumah-rumah kuno di sekitar Krajan Kulon mempunyai bentuk arsitektur dan tata ruang sebagai rumah Jawa namun sedikit berbeda dengan rumah Jawa di bagian selatan. Tujuan penelitian ini adalah mencari karakteristik tata ruang kota Kaliwungu dan rumah-rumah kuno di Krajan Kulon, kemudian mengungkapkan hubungan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan paradigma naturalistik dengan metode pendekatan kualitatif, yang dipilih berdasarkan jenis penelitian dan tujuan yang akan diperoleh. Dengan metode penelitian Kualitatif Rasionalistik, objek penelitian dipandang sebagai satu kesatuan menyeluruh dengan lingkungannya untuk mendapatkan tujuan penelitian mencari hubungan antara dua hal berdasarkan teori tertentu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang tata ruang kota Jawa dan teori tentang tata ruang rumah Jawa. Metode pengumpulan datanya dengan observasi lapangan dan sumber-sumber pustaka yang terkait. Metode pembahasannya adalah Deskriptif Eksploratif dengan menggunakan studi kasus dan kajian pustaka sebagai pembanding. Pembahasan terdiri dari dua bagian utama yaitu bahasan tentang tata ruang kota Kaliwungu dan bahasan tentang tata ruang rumah kuno Krajan Kulon. Dari data-data yang terkumpul dan dianalisis, diperbandingkan dengan studi kasus yang terkait, didapatkan kaitan antara tata ruang rumah kuno dengan tata ruang kota. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa ada hubungan antara tata ruang rumah kuno dengan tata ruang kota Kaliwungu. Data dan perbandingan menunjukkan Kaliwungu merupakan sebuah kota Jawa, terbukti dari adanya pola alun-alun-masjid-kadipaten- pasar serta adanya makam di bagian selatan kota. Tata ruang seperti ini juga ditemui di Plered. Toponim yang ada di sekitar Kaliwungu juga mendukung hal ini. Namun Kaliwungu tidak murni mengikuti tata ruang Jawa, karena terlihat ada pengaruh Islam seperti orientasi yang cenderung mengikuti arah kiblat, sesuai dengan orientasi masjid Al Muttaqin, tidak mengikuti arah mata angin utama namun. Tata ruang rumah Kaliwungu juga berbeda dengan rumah Jawa, walaupun masih ada hierarki ruang. Orientasi rumah juga cenderung ke kiblat, tidak seperti rumah Jawa yang menghadap utara-selatan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:18251
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:30 Jul 2010 10:12
Last Modified:30 Jul 2010 10:12

Repository Staff Only: item control page