ANALISIS CARRYNG CAPACITY TAMBAK PADA SENTRA BUDIDAYA KEPITING BAKAU (Scylla sp) DI KABUPATEN PEMALANG – JAWA TENGAH

Agus, Muhamad (2008) ANALISIS CARRYNG CAPACITY TAMBAK PADA SENTRA BUDIDAYA KEPITING BAKAU (Scylla sp) DI KABUPATEN PEMALANG – JAWA TENGAH. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
968Kb

Abstract

Pemalang regency centra zone soft crab cultivated (Scylla sp), with production average 2000 kg/month/unit pound area. Condition of pound carryng capacity important role in cultivated fishery resources management. Information of condition carryng capacity has not by person cultivated of mangrove crab in Mojo village, Subdistrick of Ulujami, Pemalang regency. The purposes is explain for pound carryng capacity condition, that related with exist activity pound soft crab cultivated. Research method was descriptif analytic condition of carryng capacity was analysis by phospor total waste weight from cultivated system (main variable), and support of variable is soil texture, salinity, DO, water pH, transparency, fitoplankton density and deversity, area and deep pound. The result of reseach is shape of carryng capacity in pound ecosystem with exist soft crab cultivated mangrove crab (Scylla sp) in Mojo village, has been over, average production 2052.8 kg/periodic, stock density 3 crab/m2, with phospor total waste weight is 1.3 mg/l in 3 period of production. Phospor total assimilation capacity that recommendate for cultivated max is 1.2 mg/l. Carryng capacity analysis result is maximal product that recommendate is 1613.58 kg/periodic, from stock density 2 crab/m2 with phospor total waste weight is 1.01 mg/l in 3 period of production. Water quality of cultivated on production period 1st and 2nd, that advan suitable condition for support of carryng capacity in pound environment and for period of production 3th on not proper condition. Kabupaten Pemalang merupakan daerah sentra budidaya soft crab kepiting bakau (Scylla sp), dengan hasil produksi rata –rata 2000 kg/bulan/petak. Di Desa Mojo terdapat 6 petak tambak dengan luas rata-rata 0,5 ha/tambak, Kondisi carryng capacity tambak berperan penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan budidaya. Informasi kondisi carryng capaicity belum dipunyai oleh para pelaku budidaya kepiting bakau di desa Mojo, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi carryng capacity tambak sehubungan dengan adanya kegiatan budidaya soft crab kepiting bakau. Metode penelitian diskriptif analitik, kondisi carryng capacity dianalisa melalui beban limbah total fospor dari sistem budidaya (variabel utama), dan variable pendukungnya adalah ; tekstur tanah, salinitas, DO, pH air, kecerahan, diversitas dan densitas fytoplankton, luas dan kedalaman tambak. Hasil Penelitian, Besaran carryng capacity dalam ekosistem tambak dengan adanya budidaya soft crab kepiting bakau Scylla sp di Desa Mojo, telah terlampui, hasil produksi rata-rata 2052,8 kg/periode, padat tebar 3 ekor/m2 dengan beban limbah total fospor sebesar 1,3 mg/l dalam 3 periode produksi, kapasitas asimilasi total posfor yang direkomendasikan untuk budidaya di tambak max. 1,2 mg/l, hasil analisis carryng capacity produksi maksimal yang direkomendasikan sebesar 1613,58 kg/periode, dari padat tebar 2 ekor/m2 dengan beban limbah total fospor 1,01 mg/l dalam 3 periode produksi. Kualitas air media budidaya pada periode produksi ke-1, dan ke-2, pada kondisi sangat layak untuk mendukung carryng capacity dalam lingkungan tambak tersebut dan pada periode produksi ke-3 dalam kondisi tidak layak.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:18247
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:30 Jul 2010 10:04
Last Modified:30 Jul 2010 10:04

Repository Staff Only: item control page