PERILAKU PEMILIH BURUH ROKOK DALAM PILKADA LANGSUNG DI KABUPATEN KUDUS

SHOLIHIN, MOHAMMAD (2009) PERILAKU PEMILIH BURUH ROKOK DALAM PILKADA LANGSUNG DI KABUPATEN KUDUS. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
390Kb

Abstract

Direct regent election is firstly held in Kudus regency. It had lasted on April 12th 2008. As we know that Kudus is a city of cigarette industry, thousand of big and small cigarettes factories give jobs to its people. More than a hundred thousand people work in this sector. Most of them are cigarette workers. The interesting one is that, in this election, each candidate fights over their votes. Moreover, a couple of the candidates took them as the main target. This research intends to know and identify the dominant factors which influence the elector of cigarette workers in the direct regent election of Kudus regency. In the process of data collecting, the writer used a study of literature, interview and observation. To analyze the data, the writer used the descriptive qualitative method. Based on result of the study, the writer concludes that there are six factors which influence the behavior of the elector of cigarette workers in regent election of Kudus in 2008. The first factor is the spokesman of campaign or the team of success. This is mostly influenced by the attitude of cigarette workers who tend to be passive in political activities. Most of them are women whose time is spent for working and doing their house works. They tend to dislike having a conflict, thus their choices in voting depend on people around them. The second factor is the intensive or political donation. It is closely related with their pragmatical attitude. Generally, they are not really sure that the regent election will change their future of lives. They have also considered that the political promises of the candidates during the campaign are just common things to attract their sympathies. Therefore, when they distribute some money or anything else to people, it is considered as a common action. They don’t consider it as a money politic or selling votes, but it is just a social donation or a form of poor caring action and the like. The third factor is the candidate profile. They will choose the candidate who they think has good behavior and who is willing to get close and visit the poor people. Most of them have never met nor known the candidates. That’s why the dialogue within people and the candidate’s personality, it will easily spread out among people and sometimes being out of control. The fourth factor is the campaign issue or the candidate ‘s vision and missions. The candidate ‘s vision, missions and promise in their campaign which is too long will not be read, remembered or understood by the workers society. That’s why the simple and practical promises here, will be more effective for these will be easily reminded when they are finally elected. The fifth factor is the party background of the candidate. Here, the popularity of the party takes important role in making their choice in the election. The candidates of a big and popular party such as PDIP, Golkar, PKB, and PPP have great influence because they have been popular among people. But the solidity of the party influences also takes role in making their consideration. They think that, “How can they manage the goverment if they can’t manage their own parties ?” The unsolidity of the party will certainly cause many problems of the machine of the party. In other words, if the party is unsolid, it cant’t work well, even less do more to others. The sixth factor is the pressure group. Most of the workers are women and they are low class workers who are susceptible of pressure and mobilization. At the beginning, the writer has an opinion that the most dominant pressure group is the worker association since its leader usually has a certain target. Apparently, the workers are not afraid of the worker association but they are afraid of the owners of the company. As a matter of fact, they usually have a neutral stand. The more dominant pressure groups are the ‘sabet’ around them who try to capture their freedom to determine their own choices. Their limited access of imformation and economic make them easily to be mobilized. Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung baru pertama kali untuk kabupaten Kudus. Proses pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Kudus telah berlangsung pada tanggal 12 April 2008. Semua orang tahu, bahwa Kudus adalah kota industri rokok kretek, tempat dimana ada ribuan pabrik rokok besar dan kecil yang memberi lapangan kerja pada penduduknya. Lebih dari seratus ribu orang bekerja disektor ini. Sebagian besar mereka adalah sebagai buruh rokok. Yang menarik adalah bahwa dalam pilkada ini suara mereka menjadi rebutan, bahkan salah satu pasangan calon menjadikannya sebagai sasaran utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi factor-faktor dominan yang mempengaruhi perilaku pemilih buruh rokok dalam pelaksanaan pilkada langsung di kabupaten Kudus. Proses pengambilan data dilakukan melalui kajian pustaka, wawancara mendalam, observasi langsung, selanjutnya mengelola dan menganalisis data hasil dengan tehnik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Pertama tentang faktor– faktor yang mempengaruhi perilaku pemilih buruh rokok dalam Pilkada Kudus tahun 2008, berturut- turut adalah pertama faktor juru kampanye atau tim sukses atau sabet, hal ini sangat dipengaruhi oleh sikap buruh rokok yang cenderung pasif dalam kegiatan politik, sebagian besar mereka adalah kaum wanita, waktunya sebagian besar digunakan untuk bekerja dan mereka cenderung tidak ingin terlibat konflik sehingga suara mereka tergantung orang–orang yang ada di sekitarnya. Faktor kedua adalah insentif atau hibah politik atau apapun namanya. Ini sangat erat kaitannya dengan sikap pragmatis saja, mereka kurang percaya apakah Pilkada akan membawa perubahan pada masa depan menjadi lebih baik toh janji politik pada masa kampanye adalah hal yang biasa. Maka kalau saat kampanye mereka membagi – bagikan uang atau lainnya itu adalah hal yang wajar, mereka tidak menganggap itu money politik atau menjual suara tetapi seperti bantuan sosial, kepedulian terhadap masyarakat kecil atau lainnya. Faktor ketiga adalah identifikasi calon, mereka akan memilih calon yang menurut kabar perilakunya baik dan mau turun dan berkunjung ke lingkungan masyarakat bawah, sebagian besar mereka belum pernah bertemu apalagi kenal dengan para calon, tetapi perbincangan di masyarakat tentang calon yang aktif berdialog dengan masyarakat sangat berkesan. Demikian juga sebaliknya sedikit saja kelemahan calon tertentu akan cepat berkembang tak terkendali karena informasinya hanya lewat perbincangan. Faktor keempat adalah isyu kampanye atau visi misi calon. Visi Misi dan janji kampanye calon yang terlalu panjang tidak akan dibaca, diingat dan dimengerti oleh kaum buruh, janji kampanye yang praktis dan bisa ditagih kalau nanti terpilih lebih mengena. Faktor kelima adalah identifikasi partai, calon dari partai besar seperti PDIP, Golkar, PKB maupun PPP mempunyai pengaruh karena sudah dikenal tetapi faktor partai yang solid lebih menonjol, bagi mereka bagaimana akan memerintah kalau ngurus partainya saja tidak becus. Partai yang sedang tidak solid juga berpengaruh pada macetnya mesin partai. Faktor keenam adalah pressure group atau kelompok penekan. Sebagian besar mereka adalah perempuan dan merupakan pekerja kelas bawah, yang sangat rentan pada mobilisasi dan tekanan. Pada mulanya peneliti menganggap kelompok penekan yang paling dominan adalah serikat pekerja karena ketua serikat pekerja punya target, ternyata para pekerja tidak takut pada serikat pekerja yang ditakuti bukan serikat pekerja tetapi pemilik perusahaan, sedangkan pemilik perusahaan berkomitmen netral. Kelompok penekan yang lebih dominan adalah para sabet disekitarnya yang tidak membebaskan mereka berpikir dan menentukan sendiri pilihannya. Keterbatasan terhadap akses informasi dan ekonomi membuat mereka mudah dimobilisasi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:J Political Science > JA Political science (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Administration
ID Code:18223
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:30 Jul 2010 09:32
Last Modified:30 Jul 2010 09:32

Repository Staff Only: item control page