PAPARAN DEBU TERHIRUP DAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA INDUSTRI BATU KAPUR (STUDI DI DESA MRISI KECAMATAN TANGGUNGHARJO KABUPATEN GROBOGAN)

YULAEKAH , SITI (2007) PAPARAN DEBU TERHIRUP DAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA INDUSTRI BATU KAPUR (STUDI DI DESA MRISI KECAMATAN TANGGUNGHARJO KABUPATEN GROBOGAN). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
682Kb

Abstract

Exposed to low concentration of inhaled dust for a long time can cause respiratory tract disorders such as restriction, obstruction or mixed. Generally, organic and non organic dust exposure will effect on obstruction of respiratory tract, which is indicated by decreasing of FEV1/FVC. Workers of limestone industries have a high risk from inhaled dust deposition on their respiratory tract. Absorption of inhaled dust particles in the lung is occurred by respiration mechanism. This research purpose was to analyze association between inhaled dust exposure and lung function disorder on workers in limestone industry (Study at Village of Mrisi, Sub District of Tanggungharjo) in Grobogan Regency. This research was an observational study using cross sectional approach for 60 samples. Sample was carried out by using a systematic probability sampling. Data were analyzed by using Chi Square test after controlling for gender, age, working years, smoking habit, exercise, nutrient status, awareness in using Personal Protective Equipment and time of exposure. Multivariate analysis was carried out by Logistic Regression test with the method of backward stepwise. The result of this research shows that inhaled dust exposure significantly influences the occurrence of lung function disorder (p = 0.02 and Odds Ratio = 5.833 with 95%CI : 1.865 – 18.245). Probability of inhaled dust exposure factor toward lung function disorder which is assessed by Logistic Regression formula resulted in inhaled dust exposure over the Threshold Limit Value of 3 mg/m3 is 68.6%. Most of respondents who are exposed by dust and have significant association with the occurrence of lung disorder have some characteristics namely female, normal nutrient status, and awareness in using Personal Protective Equipment. The recommendation of this research is expected to be an input for local government and Health Service in particular, in making guidelines of the programs related to harmful effects from the workplace to the workers health, as well as for the needs of workplace monitoring and occupational health surveillance. Therefore, to make the programs succeed, it needs occupational promotion. Pemaparan debu organik dan anorganik pada umumnya akan menyebabkan obstruksi pada saluran pernapasan yang ditunjukkan dengan penurunan % FEV1/FVC. Pekerja industri batu kapur mempunyai risiko yang sangat besar untuk penimbunan debu terhirup pada saluran pernapasan. Absorbsi dari partikel – partikel debu terhirup terjadi hanya lewat paru – paru melalui mekanisme pernapasan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan paparan debu terhirup dengan gangguan fungsi paru pada pekerja industri batu kapur di Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional, jumlah sampel 60 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik rancangan systematic probability sampling. Analisis data untuk mengetahui hubungan paparan debu terhirup dengan fungsi paru pekerja mempertimbangkan jenis kelamin, umur, masa kerja, kebiasaan merokok, olah raga, status gizi, penggunaan APD dan lama paparan, menggunakan uji chi square, berstrata, analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik metode backward stepwise. Hasil penelitian menemukan bahwa paparan debu terhirup mempunyai hubungan yang bermakna dengan terjadinya gangguan fungsi paru (nilai p = 0,02 dan OR = 5,833 CI 95 % (1,865 – 18,245) serta probabilitas terjadinya gangguan fungsi paru bagi responden yang bekerja di tempat kerja dengan konsentrasi debu terhirup di atas NAB 3 mg/m3 adalah 68,6 %. Sebagai issu utama dari penelitian ini adalah pekerja wanita lebih banyak yang terpapar debu, status gizi normal dan penggunaan APD mempunyai hubungan yang bermakna dengan terjadinya gangguan fungsi paru. Rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah/instansi terkait pada umumnya dan Dinas Kesehatan pada khususnya untuk dapat dipergunakan sebagai acuan pelaksanaan program yang berkaitan dengan efek merugikan dari pekerjaan terhadap kesehatan pekerja dan monitoring lingkungan kerja serta surveilans kesehatan kerja. Agar program tersebut berjalan secara optimal perlu dilakukan promosi kesehatan kerja di tempat kerja

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Epidemiology
ID Code:18220
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:30 Jul 2010 09:27
Last Modified:30 Jul 2010 09:27

Repository Staff Only: item control page