UJI DIAGNOSTIK TES MUNCHEN DAN BAYLEY INFANT NEURODEVELOPMENTAL SCREENER DIBANDING TES DENVER II DALAM MENILAI PERKEMBANGAN BAYI UMUR 3-12 BULAN Diagnostic Test between Munchen and Bayley Infant Neurodevelopmental Screener Compared with Denver II for 3-12 Months Infant’s Developmental Assessment

Dewiyanti, Lilia (2007) UJI DIAGNOSTIK TES MUNCHEN DAN BAYLEY INFANT NEURODEVELOPMENTAL SCREENER DIBANDING TES DENVER II DALAM MENILAI PERKEMBANGAN BAYI UMUR 3-12 BULAN Diagnostic Test between Munchen and Bayley Infant Neurodevelopmental Screener Compared with Denver II for 3-12 Months Infant’s Developmental Assessment. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO.

Full text not available from this repository.

Abstract

Latar belakang : Prevalensi anak dengan keterlambatan perkembangan 12-16%. Tes Denver II, Munchen dan BINS merupakan tes yang digunakan untuk menilai perkembangan bayi. Tes Denver II dipakai sebagai referensi karena pemakaiannya yang luas dan mudah dikerjakan, dengan sensitivitas 89%. Tes Munchen mudah dan singkat dalam pelaksanaannya, tapi tidak ada data tentang validitasnya. Sedangkan tes BINS mudah dan singkat dalam pelaksanaan, dengan sensitivitas, spesifisitas dan nilai prediksi yang tinggi (75-86%). Karena masing-masing tes memiliki sensitivitas, spesifisitas, dan nilai prediksi yang berbeda, maka perlu diketahui perbandingan antar tes-tes tersebut. Tujuan Penelitian : Menilai sensitivitas, spesifisitas, dan nilai prediksi tes Munchen dan BINS dibanding tes Denver II dalam menilai perkembangan bayi umur 3-12 bulan Metode : Studi belah lintang, pada 94 bayi di poliklinik tumbuh kembang RS Dr. Kariadi Semarang, dari bulan Juni 2004 sampai Mei 2005, dengan populasi target semua bayi yang berkunjung dan populasi terjangkau semua bayi berusia 3-12 bulan pada saat penelitian. Pemilihan subyek penelitian dilakukan secara konsekutif. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah bayi dengan gizi baik, kepala mesosefal, dan kondisi klinis sehat. Bayi dengan anggota gerak tidak lengkap, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, defisit neurologis yang jelas, dan memiliki kelainan kongenital atau sindrom-sindrom tertentu dieksklusi. Dilakukan pemeriksaan tes Munchen, BINS dan Denver II secara berurutan oleh seorang pemeriksa yang telah dilatih. Waktu yang dibutuhkan masingmasing tes dicatat. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji diagnostik untuk menentukan nilai sensitivitas, spesifisitas, dan nilai prediksi. Hasil : Dari tes Munchen didapatkan 44 bayi normal dan 50 bayi suspek terlambat, dengan tes BINS diperoleh 21 bayi normal dan 73 bayi suspek terlambat dan dengan tes Denver II didapatkan 48 bayi normal dan 46 bayi suspek terlambat. Sensitivitas dan spesifisitas tes Munchen dibanding Denver II adalah 89,1% dan 81,3%. Sensitivitas dan spesifisitas tes BINS dibanding Denver II adalah 91,3% dan 35,4%. Nilai prediksi positif dan negatif tes Munchen dibanding Denver II adalah 82% dan 88,6%, sedangkan akurasi keseluruhannya 85,1% dengan prevalensi 48,9%. Nilai prediksi positif dan negatif tes BINS dibanding Denver II adalah 57,5% dan 80,9%, sedangkan akurasi keseluruhannya 62,8% dengan prevalensi 48,9%. Rerata waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tes Denver II adalah 11 ± 2 menit, tes Munchen 9 ± 2 menit dan tes BINS 10 ± 2 menit. Simpulan : Bila dibandingkan Tes Denver II, tes Munchen lebih baik dibanding BINS dalam menilai perkembangan bayi umur 3-12 bulan. Direkomendasikan untuk menggunakan tes Munchen di tempat praktik, apabila penggunaan tes Denver II tidak memungkinkan. Background : The prevalence of children with developmental delayed varied between 12-16%. Denver II, Munchen and BINS were used to determine children’s developmental assessment. Denver II was being used as reference because of its widely used, easy to administered, high sensitivity (89%). Munchen was easy and quick to adminisitered, but there were no datas about its validity. BINS also quick and easy to administered with high sensitivity, specificity, and predictive value (75-86%). The validity differences among tests were compared in this study. Objective : To define the sensitivity, specificity and predictive value between Munchen Test and BINS compared to Denver II test for developmental assessment of 3-12 months old baby. Method : A cross sectional study of 94 babies were done in June 2004 - May 2005 at Dr. Kariadi Hospital. Subject were 3-12 months old babies whose chosen consecutively, with inclussion criteria: wellnourised, mesocephal head circumference, and healthy. Babies with uncomplete wxtremities, visual and hearing impairment, neurology deficits, congenital disorder, certain syndromes were excluded. Munchen, BINS and Denver II were performed serial by one trained observer. Diagnostic test were measured to get sensitivity, specificity, and predictive value. Result : Munchen test revealed that 44 normal and 50 delayed suspects, BINS revealed that 21 normal and 73 suspects, and Denver II test revealed that 48 normal and 46 suspects. Sensitivity and specificity of Munchen and Denver II were 89,1% and 81,3%. Sensitivity and specificity of BINS and Denver II were 91,3% and 35,4%. Positive and negative predictive value of Munchen test and Denver II were 82% and 88,6% with overall accuracy 85,1% and prevalence 48,9%. Positive and negative predictive value of BINS and Denver II were 91,3% and 35,4% with overall accuracy 62,8% and prevalence 48,9%. Mean time to performed Munchen test was 9 ± 2 minutes, BINS was 10 ± 2 minutes, and Denver II test was 11 ± 2 minutes Conclusion : Compared to Denver II, Munchen was better than BINS for 3-12 months infant’s developmental assessment. It was recomended to use Munchen at the practical settings, if Denver II was not possible to performed.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:18216
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:30 Jul 2010 09:30
Last Modified:30 Jul 2010 09:30

Repository Staff Only: item control page