PEMANFAATAN ABU BATUBARA (FLY ASH) UNTUK HOLLOW BLOCK YANG BERMUTU DAN AMAN BAGI LINGKUNGAN

Munir, Misbachul (2008) PEMANFAATAN ABU BATUBARA (FLY ASH) UNTUK HOLLOW BLOCK YANG BERMUTU DAN AMAN BAGI LINGKUNGAN. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
694Kb

Abstract

Fly ash is coal combustion residue. It is generated from boiler and it has very small grain size. So far, there are 68 industries in Central Java using coal as oil subtitution. The industries needed coal 125,000 tons a mounth and this will give out 10,000 tons of fly ash. Need of coal as energy source in industries will increase in the future and it may caused severe effect to environment. Fly ash contains hight consentration of SiO2 , Al2O3 , P2O5 and Fe2O3. This characteristic is almous similar to that of cement, and that it is possible to add fly ash in production of hollow block instead of cement. Experiment of various ratio of cement, sand and fly ash to make hollow block showed that subtitution of cement with fly ash did not change demension of hollow block i.e length, width and thickness. Addition of fly ash 5 to 10 percent increased hollow block strength to 2,56 and 5,6 percent. Addition fly ash as much as 10 percent could increased quality of produck hollow block, from quality II to quality I, and even addition of fly ash to 25 percent produced hollow blockof quality II. The hollow block produced during the experiment K-1 to K-5), according to TCLP (Toxcicity Characteristic Leached Procedure) test, based on Government Regulation Number 85 Year 1999, met quality standard of TCLP for pollutant in waste to determine its poison nature. Abu batubara (fly ash) adalah sisa pembakaran batubara yang sangat halus yang berasal dari unit pembangkit uap (boiler). Saat ini di Jawa Tengah diperkirakan ada 68 industri yang sudah menggunakan batubara sebagai pengganti BBM dengan jumlah kebutuhan batubara mencapai 125 ribu ton / bulan dan akan dihasilkan abu batubara sebanyak 10 ribu ton per bulan. Kedepan pemakaian batubara sebagai sumber energi akan terus meningkat sehingga dapat menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan Abu batubara mengandung SiO2, Al2O3, P2O5, dan Fe2O3 yang cukup tinggi sehingga abu batubara memenuhi kriteria sebagai bahan yang memiliki sifat semen/pozzolan. Salah satu upaya pemanfaatan abu batubara ini adalah untuk bahan campuran pembuatan hollow block (batako). Dari hasil percoban dengan berbagai perbandingan antara semen, pasir dan abu batubara yang ditambahkan diperoleh hasil bahwa penggantian semen oleh abu batubara pada produk batako tidak berpengaruh terhadap dimensi ukuran baik panjang, lebar dan ketebalan produk batako (penyimpangan dimensi ukuran masih dibawah ambang batas). Dilihat dari kuat tekan penambahan abu batubara sebagai pengganti semen sebanyak 5 % dan 10 % mampu meningkatkan kuat tekan produk batako 5,6 % dan 2,56 % dibanding tanpa penambahan abu batubara dan penambahan sampai dengan 10 % dapatmeningkatkan mutu produk batako dari mutu II menjadi produk batako mutu I serta penambahan abu batubara sebagai pengganti semen sampai dengan 25 % masih memberikan produk batako mutu II. Ditinjau dari aspek uji TCLP, kualitas produk batako pada beerbagai perlakuan (K-1 s/d K-5) masih memenuhi baku mutu TCLP zat pemcemar dalam limbah untuk menentukan sifat racun menurut Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Science
ID Code:18161
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:29 Jul 2010 12:50
Last Modified:29 Jul 2010 12:50

Repository Staff Only: item control page