Pengendali
LPV Polytopic
untuk Sistem
dengan Parameter
Berubah-ubah
Widowati
Program Studi Matematika Jurusan
Matematika FMIPA UNDIP
Jl. Prof. H. Soedarto, S.H,
Abstract: This paper proposes a polytopic LPV controller
design for air craft lateral-directional dynamics. The state space matrices of
the plant and the controller are represented by using polytopic linear
parameter varying model. A controller synthesis is derived by an approach
linear matrix inequalities evaluated at the 32 vertices of the polytopic model.
From the simulation results, it can be show that a polytopic LPV controller can
maintain the closed loop systems stability and performance.
Kata kunci: polytopic LPV controller, convex combination, robust
stability, performance
1. PENDAHULUAN
Beberapa tahun terakhir ini, teknik-teknik kendali
kokoh berkembang pesat. Dalam rekayasa sistem, akan semakin ba-nyak dibutuhkan sistem pengendalian yang
dapat menangani suatu pekerjaan dengan lebih afektif dan efisien. Perancangan
sis-tem kendali dalam metode klasik terbatas pada anggapan bahwa sistem yang
akan dikendalikan adalah linear dan tetap. Pa-dahal sebenarnya sering dijumpai
sistem yang berubah terhadap waktu dan sistem dengan parameter berubah-ubah (Linear Parameter Varying (LPV)).
Perubahan pa-rameter plant (obyek yang dikendalikan) umumnya besar, sehingga
penggunaan pe-ngendali linear dengan parameter tetap saja tidak akan cukup
menghasilkan stabilitas dan kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu, sangat
diperlukan suatu perancangan pengendali untuk sistem linear dengan pa-rameter
berubah-ubah, yang dapat mena-ngani perubahan paremeter secara kontinu.
Pengendali LPV yang dinyatakan sebagai fungsi dari parameter telah diteliti
sebagai pengendali yang dapat menstabilkan plant dengan parameter yang
berubah-ubah [2, 5, 6].
Di dalam artikel ini, kami melaku-kan sintesis
(perancangan secara mate-matik) pengendali LPV dan mengaplika-sikannya pada pesawat
terbang untuk pe-ngendalian gerak lateral-direksional. Va-riasi dari dinamika
pesawat terbang yang dikaji disini, diakibatkan oleh perubahan kecepatan dan
posisi dflap pesawat. Plant dan
pengendali direpresentasikan dalam bentuk sistem LPV polytopic. Perancangan pengendali diturunkan dengan menyele-saikan
pertidaksamaan matriks linear yang dievaluasi pada 32 verteks.
2. SISTEM LPV POLYTOPIC
Berikut
ini dibahas sistem dengan parameter berubah-ubah model polytopic. Pandang himpunan lintasan parameter fea-sible:
![]()
![]()
yang menjadi sub himpunan dari
![]()
Sistem LPV dapat direpresentasikan dalam
persamaan ruang keadaan kontinu sebagai
berikut.
![]()
(2.1)
dengan x(t) adalah vektor keadaan, y(t)
adalah vektor keluaran, u(t) adalah
vektor masukan, ![]()
![]()
, ![]()
,
.
A, B, C, D diasumsikan sebagai
fungsi kontinu dari vektor parameter ![]()
Matriks
polytop didefinisikan [2] seba-gai konveks hull
dari sejumlah berhingga ma-triks-matriks Ni
dengan dimensi sama yaitu
![]()

Bila vektor parameter
diambil nilainya
didalam box dari Rs dengan
sudut-sudut
, dengan kata lain,
nilainya berada
didalam polytop
dengan verteks-verteks
, maka dapat ditulis
![]()
Sistem LPV disebut polytopic bila
dapat direpresentasikan oleh matriks ruang kea-daan A(
), B(
), C(
), dan D(
) dengan
vektor parameter berva-riasi didalam suatu polytop
tetap dan keter-gantungan dari A(.), B(.), C(.), dan D(.) pa-da
adalah affine. Jadi matriks ruang kea-daan dari
sistem LPV polytopic dapat dire-presentasikan dalam bentuk


Penulisan di atas dapat diartikan bahwa
adalah kombinasi
konveks dari matriks-matriks sistem
![]()
.
Sistem LPV (2.1) dengan trayektori parameter
akan stabil internal
dan mem-punyai penguatan
yang dibatasi oleh
[1, 4, 7] jika dan
hanya jika ada ma-triks simetrik P(
) > 0 dan
(2.2)
yang berlaku untuk semua nilai yang diper-kenankan dari vektor parameter
dan
. Dalam hal ini, fungsi kuadratik Lya-punov ![]()
membangun kestabilan dan keterbatasan
untuk semua input (u) yang ter-batas dalam norm-L2 dan semua trayektori
(dengan mengambil x(0)=0).
3. PERANCANGAN PENGENDALI
LPV POLYTOPIC
Pada
bagian ini dikemukakan suatu proses perancangan secara matematik (syn-thesis) pengendali LPV polytopic, yang diperoleh dengan
menyelesaikan pertidak-samaan matriks linear. Selanjutnya, untuk menyederhanakan
penulisan, ketergantu-ngan variabel dan data ruang keadaan ter-hadap
tidak ditulis.
Misalnya A(
) ditulis A saja.
Untuk keperluan perancangan pe-ngendali, sistem
LPV (2.1) diperumum menjadi
![]()
(3.1)
dengan w: input dari luar, u:
input kendali, y: output yang diukur,
dan z: output yang dikendalikan. Plant LPV yang diperumum dapat ditulis
dalam model polytopic se-bagai
berikut.

, r adalah
banyaknya verteks dari polytop.
Selanjutnya akan dirancang pe-ngendali LPV polytopic dengan persamaan ruang keadaan
sebagai berikut.
![]()
(3.2)
sedemikian sehingga sistem lup
tertutup stabil sepanjang lintasan parameter dan norm L2 dari sistem lup tertutup kurang dari
untuk setiap parameter yang berada di daerah
politop
.
Teorema 3.1. [1]
Pandang plant LPV yang diperumum (3.1) dengan parameter trayek-tori
. Terdapat pengendali output feed-back yang membangun
stabilitas dan norm L2
dari sistem lup tertutup kurang dari
, jika dan hanya jika terdapat se-pasang
matriks (X, Y) simetri tergantung parameter dan 4 pasang matriks tergantung
parameter dari data ruang data keadaan (
), sedemikian sehingga
(3.3)
(3.4)
Tanda * menyatakan diinduksi oleh sime-tri.
Contoh.

pengendali LPV polytopic
diperoleh de-ngan menggunakan prosedur perancangan seperti di bawah ini.
i. Menyelesaikan pertidaksamaan matriks linear (3.3)
dan (3.4) pada Teorema 3.1. sehingga diperoleh matriks simetri X dan Y.
ii. Menentukan matriks N
dan M dari persamaan: ![]()
iii. Menentukan Ak, Bk,
Ck, Dk melalui per-
samaan:


Pengukuran data parameter
secara prak-tek sangat sulit diperoleh karena
belum adanya sensor yang dapat mengukurnya dengan baik selama operasi sistem.
Oleh karena itu, digunakan metode kebebasan X
dan Y [1] untuk menghilangkan
ketergan-tungan fungsi terhadap
. Dengan meng-gunakan metode tersebut,
pada artikel ini adalah dengan mengasumsikan parameter
dapat berubah cepat sekali,
atau
tak terbatas (unbounded rate) parameter se-hingga persamaan (3.3) dan Ak
pada pro-sedur No. iii di atas, menjadi:

(3.5)

Untuk sistem LPV polytopic,
pertidaksa-maan (3.5) dan prosedur di atas diselesai-kan di setiap verteks dari
politop, sehingga diperoleh pengendali LPV polytopic


yang menstabilkan sistem lup tertutup dan norm L2 dari sistem lup tertutup kurang dari
untuk semua parameter yang berada di daerah
polytop
.
4. HASIL SIMULASI
|
|
Defleksi maksimum |
Laju perubahan maksimum |
|
|
50 deg/sec |
|
|
Rudder |
|
37 deg/sec |
Berikut ini
diberikan aplikasi pe-ngendali LPV polytopic
untuk pengenda-lian gerak lateral-direksional pesawat ter-bang. Persamaan dinamik dari gerak late-ral-direksional
model nominal pesawat ter-bang [3] dapat direpresentasikan dalam sistem LPV
sebagai berikut.
![]()
![]()
dengan variabel keadaan (x): kecepatan late-ral, roll
rate, yaw rate, sudut roll, dan sudut azimut;
vektor masukan (u): defleksi aileron, defleksi rudder vektor
keluaran (y): sudut side slipe, kecepatan sudut gu-ling (roll rate), kecepatan sudut geleng (yaw rate), sudut guling, dan sudut azimut, dan akselerasi lateral. Tujuan dari peran-cangan pengendali adalah
untuk memenuhi kriteria berikut.
Table 2. Defleksi dan laju perubahan maksimum aktuator
Dalam rangka memenuhi kriteria di atas,
digunakan fungsi bobot. Fungsi bobot tersebut dikombinasikan dengan model no-minal
dan diperoleh plant yang diper-umum berorde 20 dengan output yang di-kendalikan
adalah posisi aileron, posisi rudder, laju perubahan aileron, laju peru-bahan rudder, galat side slipe, dan galat yaw-rate.
Plant berorde 20 tersebut tidak stabil. Selanjutnya untuk memperoleh ma-triks
ruang keadaan yang tergantung secara affine pada parameter, dipilih elemen-ele-men
dari matriks A yang berubah secara signifikan apabila kecepatan dan dflap
se-bagai kondisi dari operasi penerbangan. Diperoleh elemen-elemen matriks A(2,1), A(2,2), A(3,1), A(3,2), A(3,3) yang paling berpengaruh terhadap perubahan kecepatan dan
posisi dflap sebagai kondisi dari ope-rasi penerbangan. Dari sini berarti ada 5
parameter yaitu
,
,
,
,
yang masing-masing
terbatas. Sehingga jumlah verteks dari polytop adalah 25 = 32. Pada
keadaan landing, data nominal pesa-wat terbang adalah kecepatan bervariasi dari
90-150 knots, dflap: 40 deg, pusat
gravitasi: 26,7 cg, masa pesawat terbang: 20267,5 kg, ketinggian: 1250 feet.
Kemu-dian dengan menggunakan prosedur seperti pada bagian 3 dan dengan
menggunakan program MATLAB khususnya LMI Lab, dirancang pengendali LPV polytopic yang dievaluasi di 32 verteks.
Dari hasil peran-cangan diperoleh berorde 20 dengan
op-timal sebesar
50,0004 yang merupakan ni-lai penguatan maksimum dari perbandi-ngan antara
output yang dikendalikan dan input dari luar sistem lup tertutup.
Respon frekuensi untuk frozen pa-rameter dari sistem lup tertutup diberikan pada Gambar 1.
Dari gambar tersebut ter-lihat bahwa lebar pita
rad/sec. Nilai
singular yang tinggi pada

Gambar 1. Respon frekuensi dari sistem
LPV lup tertutup untuk frozen parameter.
frekuensi rendah menyatakan bahwa sis-tem memiliki sensitivitas rendah atau
penguatan tinggi pada frekuensi rendah.
Sedangkan nilai singular yang rendah pada frekuensi tinggi menyatakan
bahwa pe-nguatan sistem pada daerah tersebut ren-dah sehingga gangguan dari
derau pengu-kuran dapat diredam sekitar 2 dB. Ini ber-arti kriteria perancangan
pengendali ter-penuhi. Lokasi dari pole-pole sistem nomi-nal dan lup tertutup
untuk frozen para-meter pada saat
diambil kecepatan 90, 110, 130 knots diberikan pada Gambar 2 dan Gambar 3. Pada Gambar 2 terlihat bahwa
terdapat pole yang terletak di sebelah ka-nan sumbu imajiner (terdapat pole
yang bagian realnya positif yaitu bernilai
4,438 e-16).

Gambar 2. Letak pole-pole sistem nominal
pesawat pada frozen parameter
Pada Gambar 3 letak pole-pole pada kecepatan 90, 110, 130 knots berimpit
dan semuanya terletak disebelah kiri sumbu sumbu imajiner (semua bagian real
dari pole adalah negatif), ini berarti untuk fro-zen parameter sistem lup tertutup stabil. Koefisien redaman
minimum dan frekuen-si osilasi dari sistem lup tertutup untuk frozen parameter dengan kecepatan 90, 120,
140 knots dan dflaps 40 derajat diberikan pada Tabel 2.

Gambar 3. Letak pole-pole sistem lup
tertutup untuk frozen parameter.
Tabel 2. Koefisien redaman minimum dan
frekuensi osilasi dari sistem lup tertutup
|
V (knots) |
Real |
Imaji- ner |
Freku-ensi |
Dam-ping |
|
90 |
-2.3 |
-2.6 |
3.4 |
0.7 |
|
110 |
-2.4 |
-2.6 |
3.6 |
0.7 |
|
130 |
-2.5 |
-2.7 |
3.7 |
0.7 |
Dari data diatas diketahui bahwa telah terjadi pergeseran lokasi pole minimum
sejauh 0.7 ke arah kiri sumbu real sehingga sistem lup tertutup memiliki
redaman dan frekuensi osilasi lebih baik dari pada model nominal. Ini berarti
sesuai dengan kriteria kualitas terbang.
Kinerja pengendali gain scheduling yang dapat
dilihat dari respon waktu sistem lup tertutup apabila diberi input gangguan
berupa sinyal step dan komando pilot side-slipe 3 deg untuk frozen parameter di
berikan pada Gambar 4. Dari gambar terse-but dapat dilihat bahwa posisi dan
laju perubahan dari aileron dan rudder masih di bawah batas saturasi
aktuator. Dari gambar ini juga terlihat bahwa sistem lup tertutup dapat
distabilkan dalam waktu se-kitar 8 detik meskipun kecepatan dari pesa-wat
diubah-ubah. Dari hasil-hasil
diatas berarti kriteria perancangan dipenuhi.


Gambar 4. Respon step dari sistem LPV
lup tertutup untuk frozen pa-rameter ( _ : V=90 knots, ...: V= 110 knots, -.-: V= 130 knots).
5. KESIMPULAN
Dalam artikel ini
telah dibahas perancangan pengendali gain scheduling dari sistem LPV model polytopic. Dari ha-sil simulasi gain scheduling diperoleh bah-wa
pengendali yang dirancang mampu mempertahankan kekokohan stabilitas dan kinerja
sistem selama beroperasi walaupun mendapat gangguan dari luar dalam variasi
parameter yang diberikan. Kualitas
kinerja sistem lup tertutup untuk frozen parameter adalah baik dalam arti sistem mempunyai
faktor redaman diatas 0.7 dan
frekuensi natural yang kecil.
6. DAFTAR PUSTAKA
[1]. Apkarian, P. and R. J. Adam. (1997), Advanced Gain Scheduling Techniques for Uncertain System, AACC.
[2]. Apkarian, P., J. M. Biannie and P. Gahinet. (1995), Self Scheduled Con-trol of Missile via Linear Matrix In-equalities, Journal of Guidance, Con-trol, and Dynamics, 18(3): 532-538.
[3]. Bambang,
R. T. (1999), Self Scheduled
Control Design for N250 Aircraft
[4]. Dynamics based on Polytopic LPV Model,
Proceedings of the IASTED International Conference on Control and Application,
[5]. Becker, G. and A. Packard. (1994), Robust performance of Linear Para-metrically Varying Systems Using Pa-rametrically-Dependent Linear Feed-back, System and Control Letters, 23: 205-215.
[6]. Biannic, J. M. and P. Apkarian. (1997), Parameter Varying Control of a High Performance Aircraft, Journal of Guidance, Control, and Dynamics, 20 (2).
[7]. Ghaoui,
L. E. and S. Niculescu. (2000), Advanced
in Linear Matrix Inequality Method in Control, Society for Industrial and Applied Mathematics
(
[8]. Wu, F., et. al. (1996), Induced L2-Norm Control for LPV System with Bounded Variation Rates, Int. Journal of Robust Control and Non Linear, 6(9-10): 983-998.