PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI LAUT DI PT. BARWIL UNITOR SHIPS SERVICE SEMARANG

AMINAH, SITI (2007) PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI LAUT DI PT. BARWIL UNITOR SHIPS SERVICE SEMARANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
422Kb

Abstract

This thesis is entitled “Responsibility Executions of Parties in Transporting Goods Through Sea Agreement in PT. Barwil Unitor Ships Service Semarang ( Pelaksanaan Tanggung Jawab Para Pihak Dalam Perjanjian Pengankutan Barang Melalui Laut di PT. Barwil Unitor Ships Service Semarang). The Objectives of this research are, to acknowledge the execution of transporting goods through sea agreement, the responsibilities of involved parties in the execution of the agreement, and applied problem solving if any disagreement should occurs. Transporting agreement involves shipper or owner of good(s) and carrier. This makes different rights, obligations, and responsibilities from each party come up. They should be well-fulfilled by each party. Whenever there is any negligence or denial causing a loss, therefore, the party suffering the loss has rights to claim the compensation. If each party is unable to solve the problems, therefore, it should be solved through a local court or arbitration court mentioned in the transporting agreement. The research method used by the writer is a juridical-empirical approach. Its primary data collection was conducted by performing bibliographical study and interviews where the sample collection is proportionally 30% of the population. The obtained results of the research and analysis are: in the execution of transporting agreement, there are some non-procedural and intentionally committed deviations acknowledged by both parties. The shipper commits it in order to avoid claim or fine, on the other hand, the carrier commits it because of the reason of business continuation and other commercial reasons. Considering that transporting agreement holds a key role in transporting process itself, therefore, all parties should understand and comprehend its contents well. This is because, all rights, obligation, and responsibilities of parties, are included in the transporting agreement. Therefore, if one party neglects or denies the agreement, each party may claim a decision as mentioned in the transporting agreement. Tesis ini berjudul : Pelaksanaan Tanggung Jawab Para Pihak Dalam Perjanjian Pengangkutan Barang Melalui Laut di PT. Barwil Unitor Ships Service Semarang, mempunyai tujuan untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian pengangkutan barang melalui laut, tanggung jawab dari para pihak yang terkait dalam pelaksanaan perjanjian tersebut, serta penyelesaian masalahnya jika terjadi suatu sengketa. Perjanjian pengangkutan melibatkan pengirim atau pemilik barang (shipper) dan pengangkut atau pelayaran (carrier). Perjanjian pengangkutan ini menimbulkan hak, kewajiban serta tanggung jawab yang berbeda dari masing-masing pihak. Hak, kewajiban dan tanggung jawab ini harus dipenuhi sebaik baiknya oleh masing-masing pihak. Manakala terjadi suatu kelalaian atau wanprestasi yang mrngakibatkan suatu kerugian maka pihak yang dirugikan berhak menunutut ganti rugi. Jika timbul suatu masalah dimana masalah tersebut tidak bisa terselesaikan sendiri oleh masing-masing pihak maka masalah tersebut akan dapat diselesaikan berdasarkan pada pengadilan setempat, ataupun pengadilan/ arbitrase dimana telah diperjanjikan di dalam perjanjian pengangkutan tersebut. Adapun metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode pendekatan yuridis empiris, yang mengumpulkan data primernya dilakukan dengan cara studi pustaka dan wawancara yang pengambilan sampelnya secara proporsional sebesar 30% dari populasi. Adapun hasil penelitian dan analisa yang diperoleh adalah: dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan, masih terjadi penyimpangan (unprosedural) yang dengan sengaja dilakukan atas sepengetahuan ke dua belah pihak. Pihak pengirim melakukan karena alasan menghindari klaim atau denda sedangkan pihak carrier melakukan karena alasan kelangsungan bisnis dan alasan komersial lainya. Mengingat Perjanjian Pengangkutan memegang peranan yang sangat penting dalam pengangkutan itu sendiri maka, para pihak harus benar-benar memahami dan mengerti isi dari perjanjian pengangkutan itu sendiri. Karena di dalam perjanjian pengangkutan itu juga tercantum segala hak, kewajiban dan tanggung jawab para pihak. Sehingga apabila salah satu pihak wanprestasi maka masing-masing dapat menuntut penyelesaian sebagaimana tercantum di dalam perjanjian pengangkutan tersebut.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:18109
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:29 Jul 2010 13:05
Last Modified:29 Jul 2010 13:05

Repository Staff Only: item control page