HUBUNGAN MEDIA RUANG LUAR (MENGGUNAKAN PENCAHAYAAN BUATAN) DENGAN KUALITAS VISUAL KORIDOR DIMALAM HARI MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT (Studi Kasus Koridor Jalan Pahlawan Semarang)

NURMASARI, SHOFIYAH (2008) HUBUNGAN MEDIA RUANG LUAR (MENGGUNAKAN PENCAHAYAAN BUATAN) DENGAN KUALITAS VISUAL KORIDOR DIMALAM HARI MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT (Studi Kasus Koridor Jalan Pahlawan Semarang). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2395Kb

Abstract

Corridor Pahlawan street is one of town corridor in Semarang city that having a lot of outdoor signages. At night, outdoor signages (applies artificial lighting) becomes unique, individuality and becomes distinguishing element with other corridor. This outdoor signages has different function, position, and dimension. The different function, form, color, and dimension makes the visual seen much different each other, dominant and complex, and makes the visual in some point annoyed and seen overlap. Level of density and distribution of outdoor signages (applies artificial lighting) concentration in corridor area nearby Simpanglima, this thing causes difference appearance of situation in corridor and strengthens separate impression between area corridor Pahlawan near by Siranda (from Siranda - Videotron) and area corridor Pahlawan nearby Simpanglima (from Videotron - Simpanglima) In nighttime. This differentiation form and dimension of outdoor signages (applies artificial lighting) couses incongruity visual in corridor Pahlawan street in nighttime. Outdoor signages (applies artificial lighting) is anticipated to relates to visual quality formed in corridor pahlawan street in nighttime. To know the relationship, required perception of public to assess so that result got by objective. Outdoor signages (applies artificial lighting) studied its relationship with visual quality of nighttime coming within in of visual system (optic, place, content) and quality of corridor esthetics ( integrity, balance, proportion, rhythm, scale, color, serial vision). To assess relationship between the variables, applied correlation analytical technique by using SPSS. From result of analysis, it got conclusion that there is a strong relationship between visual system variables and quality of nighttime esthetics with visual quality of nighttime and the relation of per indicator with visual quality of nighttime that is a real strong relationship at indicator Optic and Place, strong relationship at indicator Content, unity, and color, a weak relationship at indicator scale, balance, and rhythm, and a real weak relationship at proportion indicator. Koridor Jalan Pahlawan merupakan salah satu koridor kota Semarang yang didalamnya terdapat beragam media ruang luar. Pada malam hari, media ruang luar (menggunakan pencahayaan buatan) menjadi ciri khas yang unik dan menjadi elemen pembeda dengan koridor lainnya. Media ruang luar ini memiliki fungsi, letak, dan dimensi yang beragam. Fungsi, bentuk, warna, dan ukuran yang beragam tersebut menjadikan visual terlihat beragam, dominan dan kompleks, sehingga pandangan dibeberapa titik terganggu dan terlihat tumpang tindih. Tingkat kepadatan dan persebaran beragam media ruang luar (menggunakan pencahayaan buatan) terkonsentrasi di area koridor dekat Simpanglima, hal ini menyebabkan munculnya perbedaan suasana antar penggal jalan dijalan Pahlawan dimalam hari dan memperkuat kesan terpisah antara penggal koridor Pahlawan (dari Siranda - Videotron) dan koridor Pahlawan (dari Videotron - Simpanglima). Keberagaman bentuk dan ukuran media ruang luar (menggunakan pencahayaan buatan) dimalam hari tersebut memunculkan ketidaksenadaan pandangan dalam koridor jalan Pahlawan dimalam hari. Media ruang luar (menggunakan pencahayaan buatan) tersebut diduga berhubungan dengan kualitas visual yang terbentuk dalam ruang koridor pahlawan tersebut dimalam hari. Untuk mengetahui hubungan tersebut, dibutuhkan persepsi masyarakat untuk menilai sehingga hasil yang didapatkan obyektif. Media ruang luar (menggunakan pencahayaan buatan) dikaji hubungannya dengan kualitas visual malam hari yang tercakup didalamnya sistem visual (optic, place, content) dan kualitas estetika koridor (keterpaduan, keseimbangan, proporsi, irama, skala, warna, serial vision). Untuk menilai hubungan antar variabel tersebut, digunakan teknik analisis korelasi dengan menggunakan SPSS. Dari hasil analisis, didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara variabel sistem visual dan kualitas estetika malam hari dengan kualitas visual malam hari dan hubungan per indikator dengan kualitas visual malam hari yaitu hubungan yang sangat kuat pada indikator Optic dan Place, hubungan yang kuat pada indikator Content, keterpaduan, dan warna, hubungan yang lemah pada indikator skala, keseimbangan, dan irama, dan hubungan yang sangat lemah pada indikator proporsi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:18079
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:29 Jul 2010 08:59
Last Modified:29 Jul 2010 08:59

Repository Staff Only: item control page