PENGELOLAAN EMISI DEBU UREA MENUJU PRODUKSI BERSIH ( Studi Kasus di PT. Pupuk Kaltim Tbk. Bontang )

Rachman, Suhardi (2006) PENGELOLAAN EMISI DEBU UREA MENUJU PRODUKSI BERSIH ( Studi Kasus di PT. Pupuk Kaltim Tbk. Bontang ). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
609Kb

Abstract

Tesis ini berjudul ”Pengelolaan Emisi Debu Urea Menuju Produksi Bersih” ini berarti bahwa Manajemen PT. Pupuk Kaltim Tbk telah bertekat untuk memutus salah satu parameter pengotor lingkungan yaitu debu urea walaupun sebenarnya emisi debu urea ini masih dibawah Baku Mutu yaitu maksimum 500 mg/Nm3. Permasalahannya bahwa PT. Pupuk Kaltim belum pernah melakukan identifikasi dan evaluasi secara khusus untuk debu urea ini bahkan belum sampai juga melakukan evaluasi keekonomian dan cost and benefit jika dipasang peralatan penangkap debu urea. Dalam Tesis ini di uraikan tentang pengelolaan yang dilakukan secara efisien dalam pengertian menghasilkan benefit bagi perusahaan dengan mengikuti kaidah-kaidah Produksi Bersih, oleh karena itu tujuan penelitian ini mengarah kepada penyelesaian masalah tersebut yaitu dengan melakukan identifikasi dan evaluasi paparan debu urea yang di kaitkan dengan beaya pengecatan dan hasil pungut ulang untuk Pabrik Kaltim-1, Kaltim-2, Kaltim-3, POPKA dan Kaltim-4. Hasil identifikasi ini diuji dengan metode Statistik untuk dibandingkan dengan PROPER, selanjutnya dilakukan kajian keekonomian dan pemilihan peralatan Unit Dust Recovery System (UDRS). Pengambilan sampel dalam penelitian ini mengggunakan metode sampling cuplikan sebanyak masing-masing 10 sampel yang dianalisa di laboratorium Pupuk Kaltim dan dibandingkan dengan data pencatatan mingguan tahun 2004-2005. Kesimpulan dari uji hipotesa memperlihatkan bahwa hanya pabrik Kaltim-1 yang berperingkat hijau sedangkan pabrik-pabrik yang lain sudah berperingkat emas jika di uji dengan peringkat PROPER. Berdasarkan kalkulasi beaya untuk investasi peralatan Urea Dust Scrubber sebesar Rp 22,5 milyar, namun hasil kembaliannya dari pungut ulang dan effisiensi pengecatan sebesar Rp 5,25 milyar/tahun, sehingga waktu pengembalian 6,8 tahun jika alat tersebut hanya dipasang di Kaltim-1 tetapi jika alat ini dipasang di 5 pabrik maka pengembaliannya menjadi 31 tahun, oleh karena itu di rekomendasikan untuk pemasangan peralatan Urea Dust Scrubber di Kaltim-1 saja. Disarankan untuk terus menerus memantau : paparan debu urea, Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) dan kesehatan karyawan/masyarakat yang terkena dampak paparan debu urea. This thesis entitles " Management of Urea Dust Emission Towards cleaner production" this means that Manajemen PT Pupuk Kaltim Tbk has intended to overcome one of environmental pollutant parameter that is urea dust although actually this urea dust emission still comply with government regulation standart that is maximum 500 mg/Nm3. So far that PT. PT. Pupuk Kaltim have not yet identified and evaluated specifically for this urea dust, nor did evaluation of economics, as well as the cost and benefit analysis for the dust recovery. The tesis describe the management done efficiently, which benefit for the company by adopting cleaner production methods. Therefore purpose of this research leads to solving of the problem that is by identifying and evaluating the expose of urea dust correlating with the expense of painting and urea dust recovery from Kaltim-1, Kaltim-2, Kaltim-3, POPKA and Kaltim-4, the result of this evaluation is tested, by statistical method, to be compared with PROPER, then economics evaluation being carried out and to select of equipments of Urea Dust Recovery System ( UDRS). This research used sampling method, by collection 10 samples analysed in laboratory of Pupuk Kaltim, and compared to weekly recorded data of the year 2004-2005. Conclusion from statistical test shows that only Kaltim-1 plant get green level while other plant had gold level according to the PROPER method. Based on calculation of the Urea Dust Scrubber investment equal to Rp 22,5 billion, but result of urea dust recovery and efficiency of painting value to Rp 5,25 milyar/year, so that return of investment will be 6,8 years when the Urea Dust Scrubber installed in Kaltim-1, if the Urea Dust Scrubber is installed in all 5 urea plants, the return becomes 31 years. Therefore in recommending for installation of UDRS in Kaltim- 1, It is suggested for monitoring exposure of urea dust, Air Pollution Standard Index and health for employee/community exposed by impact of urea dust.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:18052
Deposited By:Ms upt perpus3
Deposited On:29 Jul 2010 08:22
Last Modified:29 Jul 2010 08:22

Repository Staff Only: item control page