KAJIAN SPASIAL TINGKAT PELAYANAN AIR BERSIH DI PERUMAHAN LIMBANGAN BARU KABUPATEN BANJARNEGARA

Suhardi, Suhardi (2007) KAJIAN SPASIAL TINGKAT PELAYANAN AIR BERSIH DI PERUMAHAN LIMBANGAN BARU KABUPATEN BANJARNEGARA. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2115Kb

Abstract

Air bersih sangat penting bagi kehidupan manusia baik untuk keperluan sehari-hari maupun keperluan lainnya. Dalam memenuhi kebutuhan akan air bersih masyarakat mendapatkan dengan beberapa cara, antara lain dengan sistem perpipaan (PDAM), sistem non perpipaan (sumur) ataupun penggunaan kedua sistem secara bersamaan (PDAM & Sumur). Pelanggan PDAM di perumahan Limbangan Baru Kabupaten Banjarnegara dari tahun 2001 sebesar 64,34% dari jumlah penduduk kota menjadi 72,43% pada tahun 2005. Namun berbeda dengan penggunaan sumur dimana terdapat penurunan dari 73,90% (Tahun 2001) menjadi 61,46% (Tahun 2005). Berarti masyarakat lebih percaya menggunakan sistem perpipaan (PDAM) dibandingkan sumur. Metode penelitian yang digunakan adalah statistik deskriptif dan pendekatan spasial. Data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner yang teknik samplingnya adalah proportional random sampling dengan jumah responden 90 rumah tangga. Responden lain yang diambil adalah manajemen PDAM Banjarnegara berkaitan dengan sistem pelayanan masyarakat. Pendekatan spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis yang terintegrasi dengan model jaringan pipa. Tingkat kepuasan pelanggan dimodelkan dengan regresi linier dan korelasi. Berdasarkan hasil simulasi model jaringan pipa pada kondisi rata-rata jaringan pipa masih dapat melayani kebutuhan air penduduk. Tekanan air terendah berkisar antara 25-50 meter kolom dan tekanan tertingi mencapai 50-75 meter kolom. Aliran pada jaringan minimal adalah 0,04 liter/detik dan terbesar adalah 0,34 liter/detik. Kecepatan aliran terendah berkisar antara 0,01-0,1 meter/detik dan kecepatan tertinggi berkisar 0,1- 1,0 meter/detik. Hasil dari penelitian tingkat kepuasan pelanggan diperoleh persamaan untuk pengguna PDAM : Y = 3,87 + 0,15 X1-0,457X2-0,519X3-0,145X4-0,336X5+0,351X6; (R2= 0,831); pengguna Sumur : Y = 3,35 + 0,280 X1-0,400X2 , (R2= 0,467); pengguna PDAM dan Sumur: Y = 3,341-0,00876 X1+0,0018X2-0,0023X3-0,219X4-0,266X5-0,0085X6; (R2 = 0,083) dimana: X1= Bau, X2= Kekeruhan, X3= Rasa, X4= Warna, X5= Kontinuitas dan X6= Tekanan. Sedangkan secara spasial elevasi tertinggi berada dekat dengan reservoir yaitu elevasi 311,76 meter dan elevasi terendah berada pada ujung jaringan pelayanan pada elevasi 292,7. Flow pada kondisi peak yaitu maksimum antara 1,346 liter/detik jaringan masuk dekat reservoir dan terendah antara 0,077 liter/detik pada ujung jaringan pelayanan. Sedangkan tekanan tertinggi 72,877 meter pada jaringan di tengah dengan demand yang relatif besar dan terendah 56,215 meter pada node dengan jumlah demand yang kecil. Perbedaan hasil antara kajian spasial dengan simulasi jaringan berkisar 12 %. Hal ini terjadi karena secara spasial pembacaan data jaringan adalah berupa data interval, sedangkan jaringan non spasial dibaca tunggal. model jaringan pipa secara komprehensif kondisi teknis dapat disajikan secara visual berdasarkan parameter teknis seperti elevasi node, tinggi tekan, kehilangan tekanan, kecepatan aliran, kebutuhan air pada 3 kondisi (normal, maksimum dan puncak), debit aliran dan tekanan air. Penelitian ini diharapkan dapat menjembatani manajemen air bersih di PDAM Banjarnegara. Clean water is very important for human being, either for daily or other requirements. There are are many ways of fulfilling the needs of clean water, among other are water supply system (P.D.A.M.),well or both sources. The Cutomer of PDAM in Limbangan Baru resident of Banjarnegara in 2001 equal to 64,34% of people in city become 72,43% in 2005. But different from usage of well where there are decrease from 73,90% ( in 2001) becoming 61,46% (in 2005). It means that the people more trust using the pipe system ( PDAM) compared with well. The Research method which used was descriptive statistic and spasial approach. Research data obtained by questionair which its sampling technique is random proportional with total respondent are 90 household. Other respondent taken from management of PDAM Banjarnegara relate to the public service system. The spasial Approach used Geographical Information System which integrated with pipe network model. Mount satisfaction of cutomer modeled with linear regression and correlation. Based on model simulation result of pipe network in average condition, it still served the people demand. The lowest pressure is about 25-50 meter column and the maximum pressure through 50-75 meter column. The minimum flow of the network is 0,04 litre/second and the maximum is 0,34 litre/second. The minimum velocity is about 0,01-01 metre/second and the maximum velocity is about 0,1-1,0 metre/second. Result of from research showd that the level of satisfaction of customer obtained by equation for the consumer of PDAM : Y = 3,87 + 0,15 X1-0,457X2- 0,519X3-0,145X4-0,336X5+0,351X6; ( R2= 0,831); consumer of Well : Y = 3,35 + 0,280 X1-0,400X2 , ( R2= 0,467); consumer of PDAM and Well: Y = 3,341-0,00876 X1+0,0018X2-0,0023X3-0,219X4-0,266X5-0,0085X6; ( R2 = 0,083) where: X1= Aroma, X2= Kekeruhan, X3= taste, X4= Colour, X5= continuity and of X6= Pressure. While by spasial obtained the maximum elevation closed the reservoir is 311,76 metre and the minimum elevation near the end of services network is 292,7 metre. In peak condition, the maximum flow is 1,346 litre/second at the entrance network near the reservoir and the minimum flow is 0,077 litre/second at the end of services network. Mean while, the highest pressure 72,877 metre in the middle of network with the relatives big demand and the lowest pressure is 56,215 metre at the node with relative small demand. The difference of result spasiallly to network simulation is about 12 %. It happened because spasially the network data measured are the interval data, but non spatial network is uniqe measured. The pipe network model comprehensively the technical condition can be presented visually pursuant to technical parameter like elevation node, head, headloss, velocity, water demand in 3 condition ( normal, maximum and peak), flow and water pressure. This research appraisal for bridging the tap water management in PDAM of Banjarnegara.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:18051
Deposited By:Ms upt perpus3
Deposited On:29 Jul 2010 08:12
Last Modified:29 Jul 2010 08:12

Repository Staff Only: item control page