ANALISIS EFISIENSI TEKNIS TEMPAT PELELANGAN IKAN DAN TINGKAT KEBERDAYAAN PENGELOLA TEMPAT PELELANGAN IKAN SERTA STRATEGI PEMBERDAYAANNYA DI WILAYAH PANTAI UTARA JAWA TENGAH

WIDAYATI , TRI (2008) ANALISIS EFISIENSI TEKNIS TEMPAT PELELANGAN IKAN DAN TINGKAT KEBERDAYAAN PENGELOLA TEMPAT PELELANGAN IKAN SERTA STRATEGI PEMBERDAYAANNYA DI WILAYAH PANTAI UTARA JAWA TENGAH. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
655Kb

Abstract

Fish Landing Auction plays an important role in a fishing port and has to be managed properly in order to get optimal benefit. However, a Fish Landing Auction has sometimes not met necessary requirements, resulting in its efficiency. In general, managing Fish Landing Auctionss in Central Java hasn’t reached economically good balance of the input and the output. The objectives of the research are analyzing the efficiency rate, analyzing of empowerment of Fish Landing Auction and KUD officials in researched areas and devising strategies in order to empower them all. The data used in this research are primary and secondary ones. The sampling used is Multistages one – obtained from 90 respondents of Fish Landing Auction and KUD Mina officials. Technical efficiency of TPIs were held at 11 TPIs in northwest coast of Central Java, namely Klidang Lor, TPI Wonokerto, TPI Mojo, TPI PPNP, TPI Ketapang, TPI Tanjungsari, TPI Asemdoyong, TPI Tegalsari, TPI Suradadi, TPI Muararaja, TPI Pelabuhan. The result of the research shows some inefficient TPIs. Those which score 100% are TPI Mojo, TPI PPNP, TPI Pelabuhan, TPI Ketapang, TPI Tanjungsari, TPI Klidang Lor and TPI Asemdoyong. Those which score 23,34 % is TPI Tegalsari, TPI Muarareja 47,71 %, TPI Suradadi 66,92 % and TPI Wonokerto 74,37 %.. The empowerment of the officials is not optimal when doing tupoxy both economically or not economically, but they are good at lobbying capability. The strategy for Fish Landing Auction empowerment for example is primarily improving the quality of auction to attract fish sellers and agribusiness companies to buy fish at TPIs. Next, obeying coastline planning to minimize ecosystem damage, and last but not least improving their performance in order to support Fishery Development Program. Tempat Pelelangan Ikan memegang peranan penting dalam suatu Pelabuhan Perikanan dan perlu untuk dikelola sebaik-baiknya agar dapat tercapai manfaat yang optimal. Tetapi dalam Tempat Pelelangan Ikan belum tentu memenuhi persyaratan yang ada, sehingga berakibat pada efisiensi Tempat Pelelangan Ikan tersebut. Pada umumnya, dalam pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan di Jawa Tengah, rasio antara pemakaian input dan output yang dihasilkan adalah belum layak secara ekonomis (Susilowati dkk, 2003). Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis tingkat efisiensi TPI ,menganalisis tingkat keberdayaan pengelola Tempat Pelelangan Ikan dan pengurus KUD di daerah penelitian serta menentukan strategi pemberdayaan agar TPI, pengelola TPI dan KUD menjadi berdaya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Multistages Sampling. Sampel yang digunakan adalah pengelola Tempat Pelelangan Ikan dan Pengurus Koperasi Unit Desa Mina, dengan jumlah responden sebanyak 90 orang. Efisiensi Teknis dari Tempat Pelelangan Ikan dilakukan di 11 TPI di Pantura Barat Jawa Tengah, yaitu TPI Klidang Lor (Kabupaten Batang),TPI Wonokerto (Kabupaten Pekalongan),TPI PPNP Pekalongan,TPI Mojo,TPI Ketapang,TPI Tanjungsari dan TPI Asemdoyong (Kabupaten Pemalang),TPI Tegalsari dan TPI Muararaja,TPI Pelabuhan (Kota Tegal) serta TPI Surodadi di Kabupaten Tegal Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa TPI yang belum efisien. TPI yang memiliki skor efisiensi 100 % adalah TPI Mojo, TPI PPNP, TPI Pelabuhan, TPI Ketapang,TPI Tanjungsari,TPI Klidang Lor dan TPI Asemdoyong. TPI Tegalsari mempunyai skor efisiensi 22,34 %, TPI Muarareja skor efisiensinya 47,71 %,TPI Surodadi 66,92 %,TPI Wonokerto 74,37 %. Tingkat keberdayaan pengelola dilihat dari aspek ekonomi maupun non ekonomi menunjukkan bahwa keberdayaan dalam melakukan tupoksi masih kurang berdaya, namun untuk kemampuan lobi masuk katagori intens. Strategi untuk pemberdayaan TPI antara lain, untuk prioritas pertama adalah meningkatkan kualitas pelaksanaan lelang untuk menarik bakul/juragan dan perusahaan agrobisnis perikanan membeli ikan di TPI. Kedua, mematuhi Rencana Tata Ruang Pesisir yang ada untuk meminimalkan kerusakan ekosistem, ketiga meningkatkan kinerja organisasi untuk mendukung Program Pembangunan Perikanan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Economics and Development Studies
ID Code:18036
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:29 Jul 2010 07:47
Last Modified:29 Jul 2010 07:47

Repository Staff Only: item control page