PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN CLOMIPHENE CITRATE DAN LETROZOLE TERHADAP PERKEMBANGAN FOLIKEL SERTA PROFIL HORMONAL PADA WANITA DENGAN UNEXPLAINED INFERTILITY

S u g o n o, S u g o n o (2008) PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN CLOMIPHENE CITRATE DAN LETROZOLE TERHADAP PERKEMBANGAN FOLIKEL SERTA PROFIL HORMONAL PADA WANITA DENGAN UNEXPLAINED INFERTILITY. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
934Kb

Abstract

Latar belakang: Pada unexplained infertility, dilakukan superovulasi dengan clomiphene citrate (CC). Bila gagal dilanjutkan dengan hormon gonadotropin, disertai dengan inseminasi atau IVF. Dijumpai beberapa kelemahan, yaitu: Pregnancy rate yang rendah (CC), menghasilkan folikel matur multipel dan peningkatan resiko terjadinya ovarian hyperstimulation syndrome (CC dan gonadotropin), serta biaya yang mahal (gonadotropin). Letrozole dengan kelebihannya, diduga dapat menggantikan peran CC atau pun gonadotropin sebagai lini pertama untuk induksi ovulasi maupun superovulasi. Tujuan: Membandingkan perbedaan pengaruh pemberian CC atau letrozole terhadap pertumbuhan folikel, keberhasilan ovulasi dan profil hormonal pada wanita dengan unexplained infertility. Tempat: Klinik Infertilitas Sub Bagian Fertilitas Endokrinologi dan Reproduksi manusia Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi FK UNDIP / RSUP Dr. Kariadi Semarang. Rancangan: Uji klinik buta berganda (randomized controlled double blind trial) tanpa matching. Bahan dan cara kerja: Selama kurun waktu April 2008 - Juni 2008 didapat 27 subyek pada kelompok CC dan 28 subyek pada kelompok letrozole. Pada hari ke-3 siklus haid seluruh subyek dilakukan pemeriksaan TVS dan pengambilan sampel darah vena untuk pemeriksaan kadar FSH, LH dan E2 (estradiol). Mulai hari ke- 3-7 siklus haid, masingmasing kelompok mendapat CC 50 mg atau letrozole 2,5 mg per hari. Pada hari ke-8 dan 12 siklus, subyek menjalani pemeriksaan ulang. Jika pada hari ke-12 siklus belum terjadi ovulasi, TVS dilanjutkan hingga hari ke-14, 16, dan 18 siklus. Hasil: Pada kelompok CC didapatkan: hari ke-8 dan ke-12 siklus, diameter folikel lebih besar. Diameter folikel telah mencapai 18 mm pada hari ke-8 dan > 25 mm pada hari ke-12 siklus, seluruhnya berupa folikel matur multipel, terjadi ovulasi mulai pada hari 12-13 siklus haid, kadar FSH. LH, dan E2 lebih tinggi baik pada hari ke-8 maupun ke-12 siklus. Pada kelompok letrozole didapatkan: seluruh subyek berupa folikel matur tunggal, ovulasi terjadi pada hari ke-14-15. Kesimpulan:. Pada kelompok CC didapatkan: Diameter folikel lebih besar, seluruhnya berupa folikel matur multipel, terjadi ovulasi lebih awal, kadar hormon FSH, LH, E2 lebih tinggi. Pada kelompok letrozole didapatkan: seluruhnya berupa folikel matur tunggal, ovulasi terjadi mulai pada hari ke-14 dan 15 siklus. Background: Woman with unexplained infertility were usually approach by superovulation with clomiphene citrate (CC). If it is fail, continued by giving gonadotropin and IUI or IVF. There are some weakness, include: low pregnancy rate (CC), multiple mature follicles, higher risk for ovarian hyperstimulation syndrome event (CC and gonadotropin), and higher cost (gonadotropin). Letrozole with its feature is estimated could be use as the first line for ovulation induction or superovulation. Objective: To compare the difference of the effect of CC or letrozole on follicle growth, ovulation event and hormonal profile (FSH, LH, E2) in woman with unexplained infertility. Setting: Infertility clinic of FER Sub-division of Obstetrics and Gynecology Division, Medical Faculty of Undip University / Dr. Kariadi Central General Hospital, Semarang, Indonesia. Design: Randomized double blind controlled trial non matching study. Methode: From april 2008 – June 2008, there were 27 subjects in CC group and 28 in letrozole group. On the 3rd day of menstrual periode, all suject underwent transvaginal sonography (TVS) and examine of FSH, LH, and E2 level. Subject then received 50 mg of CC or 2.5 mg of letrozole, per oral, once a day until the 7th day of t periode. On the 8th and 12th day of peride, all subject underwent TVS and hormonal examination. If ovulation did not event yet, TVS was continued on the 14th, 16th until 18th day of periode. Result: In CC group: On the 8th and 12th of periode, follicles diameter were bigger, 18mm on 8th day and > 25 mm on 12nd, all were multiple mature follicles; ovulation event on 12nd-13th day; FSH, LH and E2 level were higher. In letrozole group: all sujects were single mature follicles; ovulation event on 14th-15th day. Conclusion: Bigger in follicle diameter, all were multiple mature follicles, and earlier ovulation event in CC group. In letrozole group: all were single mature follicles, ovulation event on 14th-15th day of periode.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:18025
Deposited By:Ms upt perpus3
Deposited On:29 Jul 2010 08:04
Last Modified:29 Jul 2010 08:04

Repository Staff Only: item control page