PERANAN KEPALA ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH (STUDI KASUS PADA SUKU DAYAK TOBAK DESA TEBANG BENUA KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT)

Vidawati , Tias (2009) PERANAN KEPALA ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH (STUDI KASUS PADA SUKU DAYAK TOBAK DESA TEBANG BENUA KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
242Kb

Abstract

Dayak Tobak tribe isone of Dayak tribes in the Regency of Sanggau, wich, up to present, is developing. For Dayak Tobak tribe, lands are the life so that they have important meaning in the life of Dayaks, in the dimensions of ecology, transcendence, social-culture, and tribal existence. In addition, the purpose of this research had been adjusted with the issues discussed, that is, to recognize what factors causing the presence of land conflicts how the roles of custom ciefss in settling land conflicts, and what obstructions faced in settling land conflicts. The research method applied was juridical empiric approach whit the specification of analytical descriptive. The types and sources of data used in this research were primary and secondary data. The data analysis method used was qualitative analysis. On the basis of the research conducted, so is was noticed that, generally, land conflicts in Dayak Tobak tribe wasstill occurred. The factors causing the occurrence of land conflicts in Dayak Tobak tribe was the existing claims of each conflicting parties that the land were belong to them and also caused by the lands were belong to group of people. Consequently, if the lands would be used by outsiders (companies), they had to get the permit first. In addition, the other causes were, for personal lands, the presence of border changes on the conflicted lands. The changes happened because the borders were not fixed so that it frequently chaned or even lost. When there was a conflict, the custom chief was demanded fo his roles to solve the existing problems. On the basis of the research, the roles of custom chiefs are as the Peace Judge and the Custom Decision is made with the purpose toput the conflicting parties in agreement, and to create harmony in family. In addition, the obstructions faced by custom chiefs in settling conflicts were that witnesses did not want to be the witness, incomplete evidence, and independent settlement Suku Dayak Tobak merupakan salah satu dari sekian banyak Suku Dayak yang ada di Kabupaten Sanggau, yang sampai saat ini masih terus berkembang keberadaannya. Pada Suku Dayak Tobak tanah merupakan nafas kehidupan, sehingga memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat dayak dalam dimensi ekologis, transenden, sosial budaya dan eksistensi suku. Metode Penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriftif analisis. Jenis dan sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif Adapun tujuan penelitian telah disesuaikan dengan permasalahan yang diangkat yaitu untuk mengetahui Faktor Apa Yang Menyebabkan Terjadinya Sengketa Tanah dan Bagaimana Peranan Kepala Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah serta Hambatan Apa Saja Yang Dihadapi Dalam Menyelesaikan Sengketa Tanah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diketahui bahwa pada umumnya sengketa tanah pada masyarakat Suku Dayak Tobak masih terjadi. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sengketa tanah pada masyarakat Suku Dayak Tobak adalah adanya klaim dari masing-masing pihak yang bersengketa bahwa tanah tersebut adalah miliknya serta ada juga yang disebabkan karena tanah yang disengketakan tersebut ternyata milik persekutuan , yang tentunya jika akan digunakan oleh pihak luar (perusahaan) harus meminta izin terlebih dahulu, selain itu penyebab lainnya adalah tanahnya milik pribadi dimana adanya pergeseran batas patok pada tanah yang disengketakan, pergeseran terjadi dikarenakan batas yang digunakan adalah batas yang tidak permanen sehingga batas sering bergeser atau bahkan hilang. Berdasarkan penelitian, Peranan Kepala Adat adalah sebagai Hakim Perdamaian dan sebagai Pengambil Keputusan Adat, yang mana keputusan tersebut mengikat terhadap pihak-pihak yang bersengketa. Intinya bahwa putusan yang dibuat tersebut bertujuan untuk mendamaikan pihak-pihak yang bersengketa, menciptakan kerukunan dalam keluarga. Sedangkan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Kepala Adat dalam penyelesaian sengketa adalah bahwa saksi tidak mau menjadi saksi, bukti kurang lengkap, penyelesaian dilakukan sendiri.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:17938
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:28 Jul 2010 09:50
Last Modified:28 Jul 2010 09:50

Repository Staff Only: item control page