STUDI KOMPARASI PENGARUH GRADASI GABUNGAN DI LABORATORIUM DAN GRADASI HOT BIN ASPHALT MIXING PLANT CAMPURAN LASTON (AC-WEARING COURSE) TERHADAP KARAKTERISTIK UJI MARSHALL

UTOMO, R. ANTARIKSO (2008) STUDI KOMPARASI PENGARUH GRADASI GABUNGAN DI LABORATORIUM DAN GRADASI HOT BIN ASPHALT MIXING PLANT CAMPURAN LASTON (AC-WEARING COURSE) TERHADAP KARAKTERISTIK UJI MARSHALL. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro .

[img]
Preview
PDF
763Kb

Abstract

Good Planning, sometimes slip in its of, what as a result will affect at road; street consumer society. limber Gradation ossifying composition which used often disagree with planning desain and destining it. Many conducted effort to refer back used by composition is used gradation. Among seen aliance gradation comparison in laboratory with aliance gradation at Hot Bin unit in different AMP far, also often face constraint effect of have never been performed to calibrate at filter exist in Hot Bin unit in AMP. From human being days somber factor is often resulted from by road; street construction job/activity executor all operator attitude which very often disregard is important of measurement and calibrate aliance gradation in Hot Bin unit AMP. Often the happening of mix one each othersing aggregate in bin payload, real correct type from feeders, including belt type for the aggregate of smooth sand, feeders door seldom be calibrated precisely and attached powerfully, and also do not awake of separately stockpile location aggregate size measure, becoming deviation cause at Job Mix Agregate Formula ( JMAGF). From yielded by mixture characteristic value Marshall test I phase, according to new Specification and also from result of analysis, up to standard characteristic value for the VAM OF > 15% rate pave 4,5 - 6,5%, VFA> 65% rate pave 5,5 - 6,5% and VIM3,5 - 5,5% rate pave 5,5 - 6%,dari result of void analysis and stability test, flow, MQ rate pave 5,5 - 6%, hence determined by optimum asphalt rate 5,80 %. From result of evaluation examination II phase seen that any Marshall characteristic, good aliance gradation in aliance gradation and also laboratory in Hot Bin AMP, seen at aliance gradation in Hot Bin AMP and also its gradation result of after visible examination of harsher gradation and result of extraksi after boxing to experience of materials degradasi compile become refinement resulting stability, Flow and also downhill MQ far compared to aliance gradation in laboratory. To result of void analysis ( VMA, VFA And VIM) not all fulfill conditions as according to specification of AC - WC, fulfilling conditions only at optimum asphalt rate for the gradation of aliance in Hot Bin AMP, while at aliance gradation in laboratory still is better, because all result of void analysis fulfill conditions, only which do not fulfill conditions at rate pave 6,8%.Persoalan that happened in field ( AMP), difficult of material control compile asphalt mixture aggregate, start from depository Quarry place / conglomeration of materials compile to consist of harsh aggregate, medium and small which do not fulfill conditions, then at Cold Bin AMP unit especially at its door aperture, hereinafter in its Hot installation it him is inappropriate again with needed filter, lack of control quality and calibrate equipments exist in AMP installation unit making worse the quality of result expected. Perencanaan yang baik, terkadang meleset dalam pelaksanaannya, yang akibatnya akan berdampak pada masyarakat pengguna jalan. Komposisi gradasi perkerasan lentur yang digunakan sering tidak sesuai dengan desain perencanaan dan peruntukkannya. Banyak upaya yang dilakukan untuk melihat kembali komposisi yang digunakan gradasi yang digunakan. Diantaranya dengan melihat perbandingan gradasi gabungan di laboratorium dengan gradasi gabungan pada unit Hot Bin di AM), yang berbeda jauh, juga sering menghadapi gendala akibat tidak pernah diadakan kalibrasi pada saringan yang ada pada unit Hot Bin di AMP. Dari faktor sumber daya manusia sering diakibatkan oleh sikap para operator pelaksana perkerjaan konstruksi jalan yang amat sering mengabaikan pentingnya pengukuran dan kalibrasi gradasi gabungan di unit Hot Bin di AMP. Sering terjadinya pencampur-bauran agregat dalam muatan bin, tipe yang benar dari feeders, termasuk tipe belt untuk agregat pasir halus, pintu feeders jarang dikalibrasi secara tepat dan terpasang dengan kuat, serta tidak terjaganya secara terpisah ukuran agregat dilokasi stockpile, menjadi penyebab penyimpangan pada Job Mix Agregate Formula (JMAGF). Dari nilai karakteristik campuran yang dihasilkan pada test Marshall pada tahap I, sesuai Spesifikasi baru serta dari hasil analisa, nilai karakteristik yang memenuhi syarat untuk VMA>15% pada kadar aspal 4,5% - 6,5%, VFA> 65% pada kadar aspal 5,5% - 6,5% dan VIM3,5% - 5,5% pada kadar aspal 5,5% - 6%,dari hasil analisis void dan uji stabilitas, flow, MQ pada kadar aspal 5,5% - 6%, maka ditentukan kadar aspal optimum 5,80 %. Dari hasil evaluasi pengujian tahap II terlihat bahwa semua karakteristik Marshall, baik pada gradasi gabungan di laboratorium maupun gradasi gabungan di Hot Bin AMP, terlihat pada gradasi gabungan di Hot Bin AMP maupun hasil gradasi extraksinya setelah pengujian tampak gradasi lebih kasar dan hasil extraksi setelah di tumbuk mengalami degradasi bahan susunnya menjadi halus yang mengakibatkan stabilitas, Flow maupun MQ jauh menurun dibandingkan dengan gradasi gabungan di laboratorium. Untuk hasil analisa void (VMA, VFA dan VIM) tidak semuanya memenuhi persyaratan sesuai dengan spesifikasi AC - WC, yang memenuhi persyaratan hanya pada kadar aspal optimum untuk gradasi gabungan di Hot Bin AMP, sedangkan pada gradasi gabungan di laboratorium masih lebih baik, karena semua hasil analisa void memenuhi persyaratan, hanya yang tidak memenuhi persyaratan pada kadar aspal 6,8%.Persoalan yang terjadi di lapangan (AMP), sulitnya pengendalian bahan susun campuran aspal – agregat, mulai dari Querry tempat penyimpanan/penimbunan bahan susun terdiri dari agregat kasar, medium dan kecil yang tidak memenuhi persyaratan, kemudian pada unit Cold Bin AMP terutama pada bukaan pintunya, selanjutnya di instalasi Hot Bin nya sendiri yang tidak sesuai lagi dengan saringan yang diperlukan, kurangnya quality control dan kalibrasi peralatan yang ada pada unit instalasi AMP yang memperburuk kualitas hasil diharapkan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:17927
Deposited By:Mr upt perpus 4
Deposited On:28 Jul 2010 08:39
Last Modified:28 Jul 2010 08:39

Repository Staff Only: item control page