ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA OPERATOR TAMBANG SEBUAH PERUSAHAAN TAMBANG NICKEL DI SULAWESI SELATAN TAHUN 2007-2008

Rahmat, Kristiawan Basuki (2009) ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA OPERATOR TAMBANG SEBUAH PERUSAHAAN TAMBANG NICKEL DI SULAWESI SELATAN TAHUN 2007-2008. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version

Abstract

Low back pain (LBP) adalah sindroma klinik yang ditandai dengan gejala utama nyeri atau perasaan tidak enak di daerah tulang punggung bagian bawah. LBP umum menjadi persoalan kesehatan kerja karena menyumbang cukup banyak absentisme dan kompensasi yang harus dibayar perusahaan kepada karyawan. LBP banyak terjadi pada karyawan yang melakukan kegiatan fisik dan menggunakan kendaraan. Industri tambang merupakan salah satu industri yang banyak melibatkan kegiatan manusia dengan alat-alat kerja berupa kendaraan. PT.INXX sebagai salah satu industri tambang nickel di Propinsi Sulawesi Selatan mempunyai 700 orang operator tambang dan dari data kunjungan Rumah Sakit Perusahaan bulan Maret 2007 – Maret 2008 didapatkan jumlah 212 orang didiagnosis LBP (ICD 10 = M54.5). Untuk itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan mengetahui hubungan faktor-faktor risiko terhadap kejadian LBP pada karyawan tambang operator alat berat Jenis penelitian ini adalah ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan case-control terhadap 65 orang responden kasus (LBP) dan 65 orang responden kontrol (non LBP). Responden dipilih secara acak dari operator tambang, dengan batasan minimal telah bekerja 5 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Data diambil dari data sekunder berupa rekam medis di RS dan dari wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat, uji Chi Square untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas yaitu : umur, jenis kendaraan, olah raga, stres kerja, kegemukan dan rokok dengan variabel terikat : LBP. Khusus untuk faktor risiko stres kerja menggunakan pendekatan cross sectional. Untuk mengetahui faktor risiko yang paling berpengaruh digunakan uji regresi logistik. Variabel yang terbukti secara bermakna berhubungan dengan kejadian LBP adalah jenis kendaraan (nilai p = 0.020, α = 0.005, OR= 2.94, confidence interval 95%,) olah raga (p=0..029, α = 0.005, OR= 2.94, CI 95%,) dan stres kerja (p=0.0001, α = 0.005, OR= 4.71, CI 95%,). Variabel yang tidak terbukti berhubungan adalah umur, kegemukan, dan merokok. Hasil analisis multivariat dengan logistik regresi menunjukkan faktor jenis kendaraan adalah faktor paling dominan pengaruhnya terhadap kejadian LBP.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Epidemiology
ID Code:17922
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:28 Jul 2010 08:42
Last Modified:16 Dec 2010 16:59

Repository Staff Only: item control page