KEDUDUKAN ANAK ANGKAT PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN SIWO MIGO BUAI SUBING STUDI DI KECAMATAN TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROVINSI LAMPUNG

ESANRA, TESAR (2008) KEDUDUKAN ANAK ANGKAT PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN SIWO MIGO BUAI SUBING STUDI DI KECAMATAN TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROVINSI LAMPUNG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
212Kb

Abstract

Masyarakat adat Pepadun Buai Subing adalah salah satu masyarakat adat yang ada di Provinsi Lampung yang mana letak daerahnya berada di Kabupaten Lampung Tengah, Masyarakat ini menganut sistem kekeluargaan Patrilinial / Kebapak-an, dimana anak laki-laki menjadi penerus kedudukan ayahnya sebagai kepala keluarga ataupun penerus keturunan. Apabila dalam suatu keluarga tidak mempunyai anak laki-laki maka keluarga tersebut akan mengangkat anak laki-laki lainnya, anak yang diangkat ini biasanya berasal dari keluarga atau dari pihak kerabat lainnya yang disebut Tegak-Tegi ataupun dari luar kerabat. Permasalahan dari penulisan tesis ini adalah, bagaimanakah proses pengangkatan anak angkat menurut adat Lampung Pepadun Abung Siwo Migo Buai subing serta bagaimanakah kedudukan anak angkat menurut adat Lampung Pepadun Abung Siwo Migo Buai Subing di Kecamatan Terbanggi Besar Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pengangkatan anak angkat pada masyarakat adat Lampung Pepadun Abung Siwo Migo Buai Subing, serta untuk mengetahui bagaimanakah kedudukan anak angkat pada masyarakat adat Lampung Pepadun Abung Siwo Migo Buai Subing. Metode penulisan ini menggunakan penelitian yuridis-empiris dan bersifat deskriptif analitis, yaitu hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara menyeluruh dan sistematis tentang Kedududukan anak angkat pada masyarakat adat Lampung Pepadun Abung Abung Siwo Migo Buai Subing Di Kecamatan Terbanggi Besar Lampung Tengah. Selanjutnya kedudukan anak angkat ini bilamana diangkat untuk Tegak Tegi, maka anak angkat tersebut berkewajiban meneruskan atau sebagai penerus keturunan orang tua angkatnya dan berhak dan berkuasa mewarisi segala harta kekayaan orang tua angkatnya. Akibat hukum yang ditimbulkan dari pengangkatan anak angkat ini adalah menciptakan kekerabatan dan menimbulkan hubungan marga dan hubungan waris serta beralihnya hubungan hukum dimana hak dan kewajiban orang tua kandung kepada orang tua angkat, dan anak akan terputus hubungan hukum dengan kerabat atau keluarga asal, walaupun secara biologis ia masih mempunyai hubungan dengan orang tua kandungnya dan saudara-saudar kandungnya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:17917
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:28 Jul 2010 08:26
Last Modified:28 Jul 2010 08:26

Repository Staff Only: item control page