KAJIAN MANAJEMEN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA PURWOKERTO JAWA -TENGAH

WIDIYANTO , TEGUH (2007) KAJIAN MANAJEMEN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA PURWOKERTO JAWA -TENGAH. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
372Kb

Abstract

Dengue haermorrhagic fever (DHF) is still a serious health problem for the community especially in the endemic area .Comprehensive approach has been done in order to prevent some cases that need special attention from various aspects, such as physical environment : Biologal, Social, Managerial and policy. Data taken from dengue cases in Purwokerto City Central Java from 2002 up to 2006 was significant enough. The objective of this study was to determine the environmental management and its relationship to prevent the transmission of DHF in Purwokerto City, Central Java Province. This study was an observasional, with cross sectional research design. Total samples of this study 100 families that were taken from endemic and non endemic areas. The data was analyzed by univariate, and bivariate by utilized Chi-Square and also Multivariate with Kendall Concordansi Cooficient. Research result : 1. There was no correlation of human population density with DHF cases ( p> 0,05 ) 2. Correlation of the humidity and DHF cases was occured during the study ( p< 0,05) 3. The study was also reveal that the number of breeding places were correlate with DHF cases ( p < 0,05 )) 4. There was correlation of rest places with DHF cases ( p< 0,05) 5. There was correlation occurred between the present of mosquito larva with DHF cases ( p< 0,05) 6. There was correlation between hanging clothes habit with DHF cases ( p< 0,05) 7. During the study was revealed that negative correlation of day time sleeping habits with DHF cases (p> 0,05 ) 8. No correlation of human habit to clean up the water containers with DHF cases ( p> 0,05) 9. There was no correlation among the community participation on elimination of mosquito vector, breeding and resting places and DHF transmission (p> 0,05) 10. There was correlation physical environment, biological and social environment with DHF cases ( p < 0,05 ) The conclusion of this study showed that habit on clothes hanging was a dominant factor caused the transmission of DHF. Implementation of environmental management is needed to increased of managing the social health workes and health team works. Penyakit DBD sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang cukup serius karena bersifat endemis dan sering menyerang masyarakat. Pendekatan yang komprehensif terhadap penanggulangan kejadian Demam Berdarah perlu memperhatikan aspek lingkungan fisik, bilologik, sosial dan aspek manajemen atau kebijakan. Dari data yang ada peningkatan kejadian Demam Berdarah di Kota Purwokerto Jawa -Tengah dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 cukup signifikan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji manajemen lingkungan dan hubungan lingkungan terhadap kejadian DBD di Kota Purwokerto Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian crossectional. Sampel penelitian adalah KK yang berada di daerah endemis dan non endemis sebanyak 100 KK. Metode analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan Chi-Square dan multivariat dengan uji Koofisien Konkordansi Kendall. Hasil penelitian 1. Tidak ada hubungan antara kepadatan penghuni dengan kejadian DBD ( p> 0,05) 2.Ada hubungan antara kelembaban dengan kejadian DBD ( p< 0,05) 3. Ada hubungan antara tempat perindukan dengan kejadian DBD ( p< 0,05) 4. Ada hubungan antara tempat istirahat dengan kejadian DBD ( p < 0,05. ) 5. Ada hubungan antara keberadaan jentik dengan kejadian DBD ( p < 0,05) 6. Ada hubungan antara kebiasaan menggantung baju dengan kejadian DBD (p < 0,05). 7. Tidak ada hubungan antara kebiasaan tidur siang dengan kejadian DBD ( p> 0,05) 8. Tidak ada hubungan antara kebiasaan membersihkan TPA dengan kejadian DBD ( p>0,05) 9. Tidak ada hubungan antara partisipasi masyarakat dalam PSN dengan kejadian DBD (p > 0,05) 10. Ada hubungan antara faktor lingkungan fisik, lingkungan biologik, lingkungan sosial dengan kejadian DBD (p < 0,05 ) Kesimpulan dari penelitian ini terdapat satu variabel yang paling signifikan yang terbukti berhubungan langsung dengan kejadian DBD yaitu kebiasaan menggantung baju. Sedangkan pelaksanaan manajemen lingkungan masih perlu peningkatan pada aspek pembinaan kader dan pembuatan rencana kerja dari Pokja.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Epidemiology
ID Code:17910
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:28 Jul 2010 08:20
Last Modified:28 Jul 2010 08:20

Repository Staff Only: item control page