ARAHAN PERWILAYAHAN KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

ANDI, PUJI FITRI (2006) ARAHAN PERWILAYAHAN KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
690Kb

Abstract

Regional dissociation of East Kotawaringin regency become 3 new regency such as :Katingan, East Kotawaringin and Seruyan have caused the decreasing of resource had by East Kotawaringin regency. In growth here in there is degradation of agriculture resource contribution from 41,29% in the year 2002 becoming 40,76% in the year 2004 that is in forestry sub sector from 28,08% in the year 2002 becoming 20,37% in the year 2004 while plantation sub sector increase from 20,23% becoming 27,17% in the same year. especially land use ex- hewing area not been optimal exploited yet and still in open land form. On the other side there are tendency at the change pattern of exploiting natural resource directly up at plantation and other agriculture. To reach accuracy of agriculture development commodity even regional choice and crop type, regional development of commodity design is step able to be taken. Determination of this region will give the image of such region to be developed and relevant commodity type so that economic linkage with development area are clearer. So that requires to be done by research with Research Question " How is zoning guideline of supreme commodity East Kotawaringin Regency?" goal of this study is to specify regional instruction of agriculture commodity in East Kotawaringin Regency it’s can be reach by development of supreme commodity matching with regional potency which owned. With steps : Analyzing of land capability, analyzing of land suitability, Analyzing of Production and Distribution Agriculture commodity, Analyzing of supreme commodity of agricultural sector, Analyzing of infrastructure support availability and specify zoning guideline of supreme commodity. Method which used in this research is: Overlay, LQ, and DSP (List of Priority Scale). The result of this research is Land Capability of farm of I until IV equal to 91,74% suited for agriculture conducting. Farm potency with according to very suitable and suitable enough have a big area for agriculture commodity development. Shown by the marketing and production of commodity which export to abroad is rubber while to export between province are rubber,, coconut and crude palm result of LQ analyze by District of Antang Kalang have supreme commodity with value of LQ>1 counted 20 commodities. Seen from supreme commodity priority scale each district have commodity which different each other where paddy commodity ( farm paddy and rice field paddy) are food-stuff crop commodity with highest priority scale which there are in all districts. Zoning guideline of supreme commodity is decide with attention to land suitability and supreme commodity in every district Agriculture Commodity of wet farm food crop is instruction in southern area of East Kotawaringin Regency, commodity plantation of coconut,crude palm and rubber is instruction in north area and plantation commodity of coconut instructed in south area. Result of analysis show the same suitability of land for some commodity in the same land. To reach of an optimal exploiting of farm instructed by some interposing alternatives with complementary pattern and supplementary. Pemekaran Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi 3 kabupaten yaitu : Kotawaringin timur,katingan dan Seruyan telah menyebabkan berkurangnya sumber daya yang dimiliki oleh Kabupaten Kotawaringin Timur. Dalam perkembangan selanjutnya terjadi penurunan kontribusi sumber daya pertanian dari 41,29% pada tahun 2002 menjadi 40,76% pada tahun 2004 yaitu pada sub sektor kehutanan sebesar 28,08% pada tahun 2002 menjadi 20,37% pada tahun 2004 sedangkan subsektor perkebunan justru mengalami kenaikan sebesar 20,23% menjadi 27,17% pada tahun yang sama. Penggunaan lahan terutama bekas areal penebangan belum dimanfaatkan secara optimal dan keadaannya masih berupa tanah terbuka. Di sisi lain ada kecenderungan terjadinya pola perubahan dari pemanfaatan sumberdaya alam secara langsung ke arah budidaya perkebunan dan pertanian lainnya. Untuk mencapai ketepatan pengembangan komoditas pertanian baik pilihan wilayah maupun jenis tanamannya, penataan wilayah pengembangan komoditas merupakan langkah yang dapat diambil. Penentuan wilayah ini akan memberikan gambaran wilayah mana yang akan dikembangkan dan jenis komoditas sehingga keterkaitan secara ekonomis dengan kawasan pengembangan menjadi lebih jelas. Sehingga perlu dilakukan penelitian dengan Research Question ” Bagaimana arahan perwilayahan komoditas unggulan di Kabupaten Kotawaringin Timur?” Tujuan studi ini adalah untuk menetapkan arahan perwilayahan komoditas pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur untuk dapat dicapai pengembangan komoditas unggulan yang sesuai dengan potensi wilayah yang dimiliki. Dengan langkah-langkah : Menganalisis Kemampuan dan Kesesuaian lahan, Menganalisis Produksi dan Distribusi komoditas Pertanian, Menganalisis komoditas unggulan sektor pertanian, Menganalisis dukungan ketersediaan infrastruktur dan menetapkan arahan perwilayahan komoditas unggulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Overlay, LQ, dan DSP (Daftar Skala Prioritas). Dari penelitian didapatkan hasil Kelas Kemampuan lahan I sampai IV sebesar 91,74% cocok untuk budidaya pertanian. Potensi lahan dengan kesesuaian sangat sesuai dan cukup sesuai memiliki luasan yang besar untuk pengembangan komoditas pertanian. Dilihat dari produksi dan pemasarannya komdotas dengan tujuan ekspor ke luar negeri adalah karet sedangkan untuk ekspor antar propinsi karet,,kelapa sawit dan kelapa. Dari hasil analisis LQ didapatkan Kecamatan Antang Kalang memiliki komoditas unggulan yaitu komoditas dengan nilai LQ>1 sebanyak 20 komoditas. Dilihat dari skala prioritas komoditas unggulan masing-masing kecamatan memiliki komoditas yang berbeda-beda di mana komoditas padi (padi ladang dan padi sawah) merupakan komoditas tanaman bahan makanan dengan skala prioritas paling tinggi yang terdapat di semua kecamatan. Arahan perwilayahan komoditas unggulan ditetapkan dengan memperhatikan kesesuaian lahan dan komoditas unggulan yang ada di setiap kecamatan. Komoditas pertanian tanaman pangan lahan basah diarahkan di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur, komoditas perkebunan kelapa sawit dan karet diarahkan di wilayah utara, komoditas perkebunan kelapa diarahkan di wilayah selatan. Hasil analisis menunjukkan adanya kesesuaian lahan yang sama bagi beberapa komoditas di suatu lahan yang sama. Untuk mencapai pemanfaatan lahan optimal diarahkan beberapa alternatif pengusahaan dengan pola komplementer dan suplementer.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:17867
Deposited By:Mr upt perpus 4
Deposited On:27 Jul 2010 15:47
Last Modified:27 Jul 2010 15:47

Repository Staff Only: item control page