PENGELOLAAN LINGKUNGAN KAWASAN WISATA DANAU LEBO KECAMATAN TALIWANG KAB. SUMBAWA BARAT

Jaya, Irwan (2007) PENGELOLAAN LINGKUNGAN KAWASAN WISATA DANAU LEBO KECAMATAN TALIWANG KAB. SUMBAWA BARAT. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3548Kb

Abstract

Perkembangan ibukota Kabupaten Sumbawa Barat (Kota Taliwang) telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Perkembangan tersebut tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga pada wilayah-wilayah tertentu yang berdekatan dengan pusat kota yang secara tidak langsung juga mengalami perkembangan sebagai dampak terjadinya dinamika masyarakat. Salah satu wilayah yang mengalami dampak perkembangan tersebut adalah keberadaan Danau Lebo di Kecamatan Taliwang. Untuk menghindari terjadinya degradasi lingkungan di sekitar kawasan Danau Lebo, maka Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memandang perlu dilakukan upaya pembangunan dan penataan kawasan agar dapat menambah nilai-nilai vitalitas yang strategis dan signifikan pada kawasan tersebut, dengan pembangunan sebagai kawasan wisata. Dalam rangka menggali konsep pengelolaan Danau Lebo yang relevan sebagai kawasan wisata, perlu dilakukan penelitian di Kecamatan Seteluk dan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis deskriptif dan analogi. Selain itu dalam menganalisis potensi dan permasalahan pembangunan kawasan wisata dianalisis dengan menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan pembangunan kawasan tersebut belum melibatkan masyarakat secara intensif dalam setiap tahapan. Pemerintah menggunakan pendekatan perencanaan sinoptik komprehensif. Selain itu dari segi prakiraan dampak, selain memberikan dampak yang positif, pembangunan kawasan wisata Danau Lebo juga berpotensi menimbulkan beberapa dampak negatif, antara lain dikhawatirkan hilangnya mata pencaharian sebagian masyarakat serta ancaman genangan air bagi persawahan yang berada di bagian utara danau akibat gali-urug danau di bagian selatan yang juga bisa mengakibatkan sedimentasi. Selain itu kegiatan masyarakat di Desa Serangin yang melakukan penambangan batu cadas untuk persediaan material pembangunan sarana dan prasarana wisata di kawasan Danau Lebo dengan cara mengambil dari bukit-bukit sekitar kawasan danau dapat mengakibatkan degradasi lingkungan dan suksesi terhadap ekosistim baik flora maupun fauna. Dampak lain adalah permasalahan sampah yang bisa menumpuk di sekitar danau akibat aktifitas yang dilakukan apabila tidak ada manajemen pengelolaan yang baik. Secara umum persepsi masyarakat terhadap pembangunan kawasan danau terbagi dalam 3 kelompok, yaitu: kelompok yang setuju terdiri dari masyarakat yang menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah adalah sesuatu yang baik yang sudah melalui kajian dan perencanaan yang mendalam; kelompok yang tidak setuju yang didominasi oleh masyarakat yang memiliki pengelaman buruk terhadap pembangunan pada masa lalu; dan kelompok yang tidak perduli yang mayoritas adalah masyarakat yang selama ini tidak mendapatkan akses terhadap kawasan danau baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengelolaan lingkungan yang relevan dengan kawasan wisata Danau Lebo adalah pengelolaan yang partisipatif dimana masyarakat disertakan dalam setiap tahapan kegiatan sehingga ada rasa memiliki yang bisa menjadi jaminan keberlanjutan pembangunan. Untuk mendukung pengelolaan terhadap kawasan Danau Lebo, maka tipe pariwisata yang relevan dikembangkan adalah ekowisata, yaitu wisata alam yang bertanggungjawab dengan cara mengkonversi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. The capital of West Sumbawa Regency, Taliwang City, has been growing rapidly. The situation is not only occurred at the centre of the city, but also in the fringe areas as a result of community’s dynamics. Lebo Lake, located at Taliwang District, is one among areas impacted by this development process. To prevent the lake area from environmental degradation, West Sumbawa Regencial government has been applying development and management efforts to enhance the area’s strategic and significant values by building it up as a tourist area. In an effort of finding Lebo Lake management concept related to tourism development, this research was done at Seteluk and Taliwang Districts, West Sumbawa Regency. This descriptive qualitative research type employed descriptive and analogy data analysis methods. Besides the potencies and problems of developing this tourism area was analyzed by using SWOT method. The result of this research shows that the planning process has not been involving the local community’s intensively in each stage. The government tends to use synoptic comprehensive planning. Apart from predicted to yield positive impacts, Lebo Lake tourism area development also has potencies of yielding negative impacts. It is predicted that part of the local communities will lost their source of living. Aside from sedimentation, the northern part of the lake is expected to be flooded with the lake water during the digging and filling process of the southern part of the lake. The activities of the Serangin villagers who mine lime stone from the hills around the lake for construction materials is expected to cause environmental degradation and ecosystem succession, whether flora or fauna. Moreover, it is predicted that there will be garbage piling problems around the lake if the garbage is not successfully managed. Perception of the local community was divided into three categories, namely: First, those who agree based on their believe that the government has decided a good policy through comprehensive study and planning; Secondly, those who disagree because of their bad experience in the past; and Thirdly, those who do not care as the majority of them do not get any access to the lake area, both directly or indirectly. It is recommended that planning management which is relevant to the development of Lebo Lake tourism area is a participative management in which the local community is involved in each development stage. Therefore there will be self-belonging feeling which guarantee its sustainability. To support the management of Lebo Lake, the most relevant tourism type is eco tourism, defined as a responsible natural tourism by conserving the environment while at the same time enhancing the local people’s welfare.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:17856
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 Jul 2010 14:39
Last Modified:27 Jul 2010 14:39

Repository Staff Only: item control page