PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN RUANG DI KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG

SUWIGNYO, SUWIGNYO (2009) PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN RUANG DI KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2704Kb

Abstract

Spatial development is a process system of development planning, developing and controlling for the shake of public welfare must include public participation in each steps. This is as reason of spatial development is other than rasionalistic, aesthetics and technique activities but more about such dynamically politics and social process and which also full of conflict ( Forester, 1989). This is being ratified by Republic of Indonesia government by the issuance of Law number 26/2007 about Spatial Development and Government Regulation number 69/96 about the Implementation of Rights and Obligation as well as the Form and Procedure of Public Participation. Although in its practice, it shows that there are unbalanced public welfare maximally. Bawen subdistrict is part of Semarang Region which is urged to be the Region Capital, with such consideration the reinforced hegemony and accessibility.There are several problems dealing with the developing and controlling spatial development in Bawen subdistrict, one of observable point that can be viewed from the public side is its low participation. It is said that the problems arose in this study is " Public Participation in Development and Ccontrolling in Bawen sun district of Semarang Region". There are 3 aims of this study, such as: identifying the accommodation of public needs, public voluntary and their possession of their region in development and controlling in Bawen subdistrict.institution in this study. This study employs qualitative design as its approach as this occupies many naturalistic elements in it. Whereas the data supported this study was gained through primary data by interviewing some key persons who well‐understood about the development and controlling spatial development in Bawen subdistrict of Semarang Region, besides such observation about passive participation is also carried out; whilw the secondary data can be gathered from the related  There is field finding stated that most people do not understand well about the development and controlling of spatial development regulation thus the program proposal has never referred tp the spatial development regulation. However, there are several things that provide additional value from public participation in spatial development; that the people surely have made use of such existing spatial planning and development forums, people also have relationship with the officials when there is problem that comes from informal way. It is strongly recommended to implement the socialization of continuous spatial planning.     Penataan ruang sebagai suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang guna kesejahteraan masyarakat harus menyertakan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapannya. Hal tersebut terlebih karena penataan ruang bukanlah semata-mata suatu kegiatan yang rasionalistik, teknis dan estetis tetapi merupakan pula proses sosial politis yang dinamis dan sarat dengan konflik (Forester, 1989). Hal tersebut telah diratifikasi oleh Pemerintah RI dengan adanya UU 26/2007 tentang Penataan Ruang dan PP 69/96 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban serta Bentuk dan Tata Cara Peran Serta Masyarakat dalam Penataan Ruang. Meskipun dalam praktiknya hak-hak masyarakat tersebut belum dapat dinikmati secara maksimal. Kecamatan Bawen merupakan bagian dari Kabupaten Semarang yang oleh kalangan elit politik pemerintahan di Kabupaten ini diwacanakan untuk menjadi Ibukota Kabupaten, dengan pertimbangan penguatan hegemoni dan aksesibilitas. Terdapat beberapa permasalahan pemanfaatan dan pengendalian ruang di Kecamatan Bawen, salah satu yang tampak dari sisi masyarakat adalah rendahnya partisipasi masyarakat.  Karenanya permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah “Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang di Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang.“ Terdapat 3 Sasaran dari penelitian ini adalah: mengetahui akomodasi kepentingan masyarakat, kesukarelaan masyarakat dan rasa memiliki masyarakat pada kegiatan pemanfaatan dan pengendalian ruang di Kecamatan Bawen. Di mana dari ketiga sasaran tersebut diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi penyempurnaan pelaksanaan kegiatan pemanfaatan dan pengendalian ruang di Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif karena banyak menggunakan elemen yang naturalistik. Adapun data untuk mendukung penelitian ini diperoleh dari data primer dengan cara wawancara terhadap tokoh-tokoh kunci yang memahami pemanfaatan dan pengendalian ruang di Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang serta observasi partisipasi pasif; dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait dalam penelitian. Temuan lapangan yang didapat bahwa kebanyakan masyarakat belum memahami aturan pengendalian dan pemanfaatan ruang sehingga program kegiatan yang diusulkan oleh masyarakat tidak pernah mengacu pada aturan penataan ruang. Namun terdapat beberapa hal yang memberikan nilai tambah dari partisipasi masyarakat dalam penataan ruang; bahwa masyarakat memanfaatkan forum-forum perencanaan dan pengendalian ruang yang ada, masyarakat selalu berhubungan dengan aparat manakala terjadi permasalahan pemanfaatan dan pengendalian ruang meski melalui jalur informal. Karenanya dalam penelitian ini direkomendasikan untuk dilaksanakannya sosialisasi penataan ruang berkelanjutan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:17803
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:04 Aug 2010 09:39
Last Modified:04 Aug 2010 09:39

Repository Staff Only: item control page