ANALISIS PERBANDINGAN PERISTIWA PENGUMUMAN KABINET GOTONG ROYONG DAN KABINET INDONESIA BERSATU TERHADAP REAKSI HARGA SAHAM DAN LIKUIDITAS SAHAM (Studi Kasus Saham LQ 45 di PT. Bursa Efek Jakarta)

PRIMASTONO, INDRA (2006) ANALISIS PERBANDINGAN PERISTIWA PENGUMUMAN KABINET GOTONG ROYONG DAN KABINET INDONESIA BERSATU TERHADAP REAKSI HARGA SAHAM DAN LIKUIDITAS SAHAM (Studi Kasus Saham LQ 45 di PT. Bursa Efek Jakarta). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
327Kb

Abstract

The purpose of this research is to investigate the information content of Cabinet Gotong Royong and Cabinet Indonesia Bersatu announcement. Another purpose of this research is to examine the effect of Cabinet Gotong Royong and Cabinet Indonesia Bersatu announcement toward decision making of the investor in doing capital market transaction based on abnormal return and stock liquidity. This study is an event study, which observed the abnormal return and trading volume activity 5 days before, event date, and 5 days after the date of cabinet announcement. This research based on the secondary data collected from Jakarta Stock Exchange and Pusat Data Pasar Modal. The data that used in this research were the daily closing stock price, abnormal return, daily trading volume, and share trade. Samples of this research were stocks listed in the LQ 45 at Jakarta Stock Exchange. The results of the analysis show the following: (1) The two cabinet announcements possess information contents that cause the stock exchange to react. In Cabinet Gotong Royong announcement there were significantly positive abnormal return on day 2 before and significantly negative abnormal return on day 1 before and day 3 following the announcement. In Cabinet Indonesia Bersatu announcement, the stock exchange gave significantly negative abnormal return on day 3 before the announcement. (2) The reaction given by the investor toward the Cabinet Gotong Royong and Cabinet Indonesia Bersatu announcement have not caused extraordinary reaction in the stock exchange, as there were not any significantly differences in the average abnormal return before and following the announcement. (3) The reaction given by the investor toward the two announcements are not relatively different, as there were not any significantly differences in the average trading volume activity before and following the Cabinet Gotong Royong and Cabinet Indonesia Bersatu announcement. (4) The reaction given by the investor toward the two announcements are not relatively different, as the average abnormal return in Cabinet Gotong Royong did not statistically have any significant differences compared to the average abnormal return in Cabinet Indonesia Bersatu. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti kandungan informasi mengenai pengumuman Kabinet Gotong Royong dan Kabinet Indonesia Bersatu. Tujuan lainnya adalah untuk menguji pengaruh pengumuman Kabinet Gotong Royong dan Kabinet Indonesia Bersatu terhadap pengambilan keputusan investor dalam melakukan transaksi di pasar modal yang dilihat dari abnormal return saham dan likuiditas saham. Penelitian ini menggunakan Event Study, dimana dilakukan pengamatan periode jendela terhadap abnormal return dan trading volume activity selama 5 hari sebelum, event date, dan 5 hari sesudah peristiwa. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Jakarta dan Pusat Data Pasar Modal. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi harga saham penutupan harian, abnormal return, volume perdagangan harian, dan jumlah saham yang diperdagangkan. Sedangkan sampel yang digunakan adalah saham-saham yang termasuk dalam daftar LQ 45 di Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Bahwa kedua peristiwa pengumuman kabinet memiliki kandungan informasi yang membuat pasar modal bereaksi. Pada pengumuman Kabinet Gotong Royong ditemukan adanya abnormal return positif signifikan dua hari sebelum peristiwa dan abnormal return negatif signifikan pada satu hari sebelum dan tiga hari sesudah peristiwa. Sedangkan pada pengumuman Kabinet Indonesia Bersatu, pasar modal memberikan reaksi negatif 3 hari sebelum peristiwa. (2) Bahwa reaksi yang ditunjukkan investor terhadap peristiwa pengumuman Kabinet Gotong Royong dan Kabinet Indonesia Bersatu tersebut tidak sampai menimbulkan reaksi yang luar biasa bagi pasar modal, dimana tidak ditemukan adanya perbedaan rata-rata abnormal return yang signifikan antara sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman Kabinet Gotong Royong dan Kabinet Indonesia Bersatu. (3) Bahwa reaksi investor terhadap kedua peristiwa pengumuman kabinet relatif tidak berbeda, dimana tidak terdapat perbedaan ratarata aktivitas volume perdagangan antara sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman Kabinet Gotong Royong dan Kabinet Indonesia Bersatu. (4) Bahwa reaksi investor terhadap kedua peristiwa pengumuman kabinet relatif tidak berbeda, dimana rata-rata abnormal return pada peristiwa pengumuman Kabinet Gotong Royong secara statistik tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan rata-rata abnormal return pada peristiwa pengumuman Kabinet Indonesia Bersatu.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:17797
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 Jul 2010 13:03
Last Modified:27 Jul 2010 13:03

Repository Staff Only: item control page