PENGEMBANGAN EKOWISATA ( ECOTOURISM ) DI KAWASAN WADUK CACABAN KABUPATEN TEGAL

Kurnianto, Imam Rudy (2008) PENGEMBANGAN EKOWISATA ( ECOTOURISM ) DI KAWASAN WADUK CACABAN KABUPATEN TEGAL. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2274Kb

Abstract

Kawasan waduk Cacaban merupakan kawasan dengan perpaduan daerah daratan dengan daerah perairan. Kawasan waduk Cacaban juga memiliki perpaduan fungsi antara fungsi utama sebagai penyedia air irigasi dan fungsi sebagai daerah tujuan wisata. Berkaitan dengan hal tersebut wisata yang dikembangkan di kawasan waduk Cacaban haruslah wisata yang dapat mendukung fungsi utama waduk sebagai penyedia air irigasi dan mendukung konservasi tanah. Ekowisata (ecotourism) merupakan jenis wisata yang mendukung upaya konservasi. Wisata ini juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap lingkungan, budaya, sejarah dan partisipasi penduduk lokal. Pengembangan ekowisata di kawasan waduk Cacaban dilaksanakan sebagai upaya pengembangan wisata yang dapat mendukung kelestarian waduk Cacaban. Penelitian pengembangan ekowisata (ecotourism) di kawasan waduk Cacaban dilaksanakan dengan tipe deskriptif kualitatif. Ruang lingkup penelitian meliputi pola pemanfaatan lahan, potensi ekowisata dan konsep kebijakan pengembangan ekowisata di kawasan waduk Cacaban. Kawasan waduk Cacaban mempunyai potensi hutan dan pertanian Kondisi saat ini dari luas daerah tangkapan air (catchment area) waduk Cacaban 6.792,71 hektar. Dari keseluruhan luas daerah tangkapan air waduk Cacaban , 49 % diantaranya berupa hutan dan dari luasan hutan yang ada 16 % diantaranya dalam kondisi kritis. Pola pemanfaatan lahan kritis di daerah tangkapan air didominasi oleh terjadinya alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian oleh petani penggarap / pesanggem (23 %). Sejauh ini upaya konservasi belum menunjukkan hasil yang memuaskan karena adanya silang kepentingan antara pengembangan kehutanan dan pertanian. Pengembangan lahan hutan akan mengurangi lahan pertanian dan demikian sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut pendekatan konsep wanatani (agroforest) dapat dijadikan sebagai salah satu potensi pengembangan ekowisata di kawasan waduk Cacaban. Disamping itu masih terdapat potensi lain seperti wisata tirta, wisata budaya dan wisata edukasi. Pengembangan ekowisata di kawasan waduk Cacaban sangat tergantung pada keterlibatan pengampu kepentingan (stakeholder). Berdasarkan hal tersebut diperlukan pembentukan Badan Pengelola Ekowisata Waduk Cacaban untuk mengakomodir kepentingan stakeholder. Rekomendasi dari penelitian ini adalah (a) pengembangan atraksi ekowisata di kawasan waduk Cacaban, (b) perbaikan infrastruktur dan pelayanan jasa yang mendukung atraksi ekowisata, (c) peningkatan promosi dan perluasan peluang pasar, (d) peningkatan ekonomi lokal dan penguatan sumberdaya manusia dan (e) dukungan kebijakan pemerintah setempat dalam pengembangan ekowisata. The Cacaban dam area consists of the main land and territorial waters. The Cacaban dam has also multifunction consisting of irrigation water supplier and tourism object area. Related to that point, the tourism which is developed in Cacaban dam area must be a tourism that can support the its function. Ecotourism is one of the tourism which support conservation effort. This tourism is also give a good appreciation to its environment, culture, history and local community participation. The ecotourism development in Cacaban dam area is initiated as an effort for tourism development that can support the conservation of Cacaban dam. The type of research is descriptive qualitative approach. The aspect of research include land’s exploitation, ecotourism potential and the policy of ecotourism development concept in Cacaban dam area. The Cacaban has forestry and agriculture potential. The current condition of catchment area of Cacaban dam is 6.792,71 hectare. From all of the wide of catchment area 49 % is forestry and 16 % that is mostly in bad condition. The utilization of bad land in catchment area is dominated by shifting function from forestry to agriculture by farmers (23 %). Up to now the efforts of conservation does not show the good result yet, because there are some conflict of interest between forestry development and agriculture. The development of forestry land will decrease the agricultural land and vice versa. Based on that point, the approach of agroforest (wanatani) can be used as one of the ecotourism development in Cacaban dam area. In addition, there are still more potential such as water tourism object, culture and education available there. In developing an ecotourism in Cacaban dam area is really depend on stakeholder’s participation. According to that point, it’s needed an executive corporation of ecotourism in order to organize all stakeholder’s interest. This research recommends (a) to develop ecotourism attraction in Cacaban dam area, (b) to improve infrastructure sevices and facilities supporting the attraction of ecotourism, (c) to improve of product promotion and provide market expansion, (d) to improve local economic and to developed human resource and (e) to obtain support of local goverment in developing ecotourism.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Science
ID Code:17774
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 Jul 2010 12:25
Last Modified:27 Jul 2010 12:25

Repository Staff Only: item control page