MANTRA MELAUT SUKU BAJO: INTERPRETASI SEMIOTIK RIFFATERRE

Uniawati , Uniawati (2007) MANTRA MELAUT SUKU BAJO: INTERPRETASI SEMIOTIK RIFFATERRE. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
332Kb

Abstract

Uniawati. 2007. “Tribe Bajo spell when go to sea: Semiotics of Riffaterre Interpretation”. The Research represents continuation research from “Bajo tribe Spell function when go to sea” conducted by Uniawati (2006). This research based on by idea that Bajo tribe spell when go to sea represent one of form from confidence and trust which grow in Bajo tribe society environment to get successfulness and safety. Spell when go to sea represent one of Bajo tribe society identity which contain many sign. Meaning which contained in opposite of that marking can representation at reality construction of cultural values in Bajo tribe society life. Thereby, spell when go to sea become important and interesting which studied from semiotic aspect to be able to express meaning at opposite of that marking. This research purposes to answer three problems, they are to express meaning which implied in Bajo tribe spell when go to sea through hermeneutic and heuristic read, determining model and matrix which present in spell when go to sea, and find spell when go to sea intertekstual relation with other text. To answer third the problems, hence used semiotic approach by exploiting Riffaterre semiotic theory. Basically, this research represent bibliography research by exploiting oral data which obtained at previous research which have been documented in the form of book. From 58 spell which obtained from previous research, specified 10 spell as analysis. Its consideration relied on spell intensity and function used by speller when go to sea. Result of research indicate that conducted meaning to Bajo tribe spell when go to sea representation at reality and identity construction in life of Bajo tribe society. Bajo tribe society as speller when go to sea to show the existence of multiethnic which grow in its environment through text which used in spell when go to sea, they are ethnical Bugis and Arab. Spell when go to sea is an Bajo tribe society identity form as "figure" which most recognizing about sea. Intertextuality studies of Tribe Bajo spell when go to sea indicate relation with the text Al-Quran representation at Islamic of religius. As a whole, meaning which implied in ten (10) Bajo tribe spell when go to sea depict also about trust of Bajo tribe society to God as highest power owner, existence of prophet, and existence of occult creature and occult strength. Uniawati. 2007. “Mantra Melaut Suku Bajo: Interpretasi Semiotik Riffaterre”. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari “Fungsi mantra melaut suku Bajo” yang dilakukan oleh Uniawati (2006). Penelitian ini dilandasi oleh pemikiran bahwa mantra melaut suku Bajo merupakan salah satu wujud dari kepercayaan dan keyakinan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat suku Bajo untuk memperoleh keselamatan dan kesuksesan. Mantra melaut merupakan salah satu identitas masyarakat suku Bajo yang mengandung banyak tanda. Makna yang terkandung di balik tanda-tanda itu dapat merepresentasikan konstruksi realitas nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat suku Bajo. Dengan demikian, mantra melaut menjadi sesuatu yang menarik dan penting dikaji dari aspek semiotik untuk dapat mengungkap makna di balik tanda-tanda itu. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga permasalahan, yaitu mengungkap makna yang terkandung dalam mantra melaut suku Bajo melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik, menentukan matriks dan model yang terdapat dalam mantra melaut, dan menemukan hubungan intertekstual mantra melaut dengan teks lain. Untuk menjawab ketiga permasalahan tersebut, digunakan pendekatan semiotik dengan memanfaatkan teori semiotik Riffaterre. Pada dasarnya, penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan memanfaatkan data lapangan yang diperoleh pada penelitian sebelumnya yang telah didokumentasikan dalam bentuk buku. Dari 58 buah mantra yang diperoleh dari penelitian sebelumnya, ditetapkan 10 buah mantra sebagai bahan analisis. Pertimbangannya didasarkan pada fungsi dan intensitas mantra yang digunakan oleh pemantra ketika sedang melaut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan yang dilakukan terhadap mantra melaut suku Bajo merepresentasikan konstruksi realitas dan identitas dalam kehidupan masyarakat suku Bajo. Masyarakat suku Bajo sebagai penutur mantra melaut memperlihatkan adanya multietnis yang tumbuh dalam lingkungannya melaui teks-teks yang digunakan dalam mantra melaut, yakni etnis Bugis dan Arab. Mantra melaut adalah suatu bentuk identitas masyarakat suku Bajo sebagai “tokoh” yang paling mengenal laut. Kajian intertekstual terhadap mantra melaut suku Bajo memperlihatkan adanya hubungan dengan teks Al-Quran yang merepresentasikan isi mantra pada wacana religius keislaman. Secara keseluruhan, makna yang terkandung dalam sepuluh (10) mantra melaut suku Bajo menggambarkan pula kepercayaan masyarakat suku Bajo terhadap Tuhan sebagai pemilik kekuasaan tertinggi, keberadaan nabi-nabi, dan adanya mahluk gaib dan kekuatan gaib

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Humaniora
ID Code:17573
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:27 Jul 2010 07:48
Last Modified:12 Mar 2012 11:35

Repository Staff Only: item control page