ANALISIS YURIDIS KONTRAK DAGANG ANTARA PERUSAHAAN FARMASI DENGAN DISTRIBUTOR OBAT-OBATAN

SURYAWAN, HARRY (2006) ANALISIS YURIDIS KONTRAK DAGANG ANTARA PERUSAHAAN FARMASI DENGAN DISTRIBUTOR OBAT-OBATAN. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
294Kb

Abstract

Industri farmasi saat ini sudah berkembang pesat dalam rangka memenuhi obatobatan secara nasional. Perusahaan farmasi sebagai perusahaan pada umumnya melakukan kegiatan usaha yang meliputi proses menghasilkan barang yaitu obat-obatan dan bagaimana produk yang dihasilkan dapat dipasarkan sampai pada konsumen. Pemasaran produk tersebut dapat dilakukan oleh pembantu pengusaha yaitu distributor. Secara yuridis pada transaksi antara perusahaan farmasi dengan distributor sebenarnya merupakan perjanjian jual beli beserta akibat hukumnya yaitu perjanjian pendistribusian, dimana pihak distributor harus membeli terlebih dahulu obat-obatan tersebut selanjutnya dipasarkan ke berbagai tempat. Tujuan dari tesis ini adalah meneliti dan menganalisis bagaimana bentuk kontrak dagang yang dibuat antara perusahaan farmasi dengan distributor obat-obatan dan bagaimana pula pelaksanaan kontrak dagang tersebut serta menganalisis hambatanhambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan kontrak dagang antara perusahaan farmasi dengan distributor obat-obatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode yuridis empiris, meliputi penelitian terhadap aturan-aturan yang berlaku untuk mengetahui seberapa jauh aturan hukum tersebut telah diterapkan yang didukung oleh data sekunder dan data primer. Hasil penelitian kontrak dagang antara perusahaan farmasi dengan distributor obat-obatan adalah sebagai berikut : 1.a. Kontrak dagang antara PT Phapros Tbk sebagai produsen obat-obatan dengan PT Rajawali Nusindo sebagai distributor dibuat atas dasar kesepakatan para pihak, merupakan perjanjian timbal-balik untuk mendistribusikan obat-obatan. Jadi bukan merupakan suatu perjanjian baku atau standart contract. Kesepakatan tersebut dituangkan pada perjanjian tertulis sebagai suatu kontrak dagang yang intinya adalah bahwa PT Phapros Tbk sebagai produsen obat-obatan menyerahkan hasil produksinya untuk dipasarkan oleh PT Rajawali Nusindo sebagai distributor yang ditunjuk. b. Pelaksanaan Kontrak Dagang Pada Pendistribusian Obat-obatan. - PT.Phapros Tbk dan PT. Rajawali Nusindo menyepakati tentang harga obatobatan yang akan dipasarkan. - PT.Rajawali Nusindo membeli obat-obatan kepada PT.Phapros Tbk. - PT.Phapros Tbk sebagai produsen menyerahkan obat-obatan untuk dipasarkan oleh PT Rajawali Nusindo sebagai distributor. - PT.Phapros Tbk harus mengasuransikan obat-obatan tersebut. - Kontrak yang diadakan bersifat tetap dan terus menerus. 2. Hambatan yuridis pelaksanaan kontrak dagang antara perusahaan farmasi dengan distributor obat-obatan: - kontrak pendistribusian obat-obatan yang telah disepakati dalam praktek sering ditafsirkan lain oleh masing-masing pihak, sehingga terjadi kekeliruan penerapan perjanjiann yang telah dibuat. – kontrak pendistribusian yang disepakati dalam penyediaan obat-obatan sering tidak terpenuhi karena bahan baku yang di impor dari luar negeri sering terlambat. Nowadays, pharmaceutical industries have developed rapidly in terms of fulfilling national need of drugs. Pharmaceutical companies, as companies in general, do their business including the process of producing drugs and how to sell the products to consumers. The marketing of products can be done by companies’ partners, that is, distributors. In Juridical, the transaction between pharmaceutical companies and distributors is selling purchase agreement along with the legal causes called distribution contract. According to the contract, distributors must buy the drugs first, and then they sell them to various places. The purpose of this thesis is to examine and to analyze how the form of trading contract made between pharmaceutical companies and drug distributors, and how the implementation of the trading contract and analyzing the obstructions faced in executing the trading contract between pharmaceutical companies and drug distributors. To reach the purpose, the juridical empiric method was used. It included the investigation on prevailing regulations to recognize how the regulations were applied and supported by primary and secondary data. The research result on the trading contract between pharmaceutical companies and drug distributors are as follows: 1.a. The trading contract, between PT. Phapros, Tbk. as the producers of drugs and PT. Rajawali Nusindo as distributors, was made in basis of agreement between both parties to distribute drugs. Therefore, it was not a standard contract. The agreement was poured in written as a trading contract with the point that PT. Phapros, Tbk as drug producers gave their product to be marketed by PT. Rajawali Nusindo as the appointed distributors. b. The implementation of Trading Contract on Drugs Distribution. - PT. Phapros, Tbk and PT. Rajawali Nusindo dealt on the prices of drugs. - PT. Rajawali Nusindo bought drugs from PT. Phapros, Tbk. - PT. Phapros, Tbk as the producer gave drugs to be marketed by PT. Rajawali Nusindo as the distributor. - PT. Phapros, Tbk must assure the drugs. - The contract was permanent and continuously. 2. The juridical obstructions in the trading contract implementation between pharmaceutical company and drug distributor were the drugs distribution contract, in practice, was frequently misunderstood by each party so that there were mistakes in contract implementation made. In additional, the distribution contracts in drugs providing were frequently unfulfilled because the imported materials were often late.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:17524
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:26 Jul 2010 09:41
Last Modified:26 Jul 2010 09:41

Repository Staff Only: item control page