PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH MELALUI PARATE EKSEKUSI DENGAN CARA PENJUALAN DI BAWAH TANGAN ATAS OBYEK JAMINAN HAK TANGGUNGAN DI PT. BANK NIAGA, Tbk SEMARANG ( The Non Performing Loans Settlement Trough Parate Execution in Underhand Sale on Guarantee Right Object at PT. Bank Niaga, Tbk Semarang, Thesis : Study Program Of Notary Master’s Degree, Diponegoro University Semarang.)

PURWANTO, EDY (2008) PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH MELALUI PARATE EKSEKUSI DENGAN CARA PENJUALAN DI BAWAH TANGAN ATAS OBYEK JAMINAN HAK TANGGUNGAN DI PT. BANK NIAGA, Tbk SEMARANG ( The Non Performing Loans Settlement Trough Parate Execution in Underhand Sale on Guarantee Right Object at PT. Bank Niaga, Tbk Semarang, Thesis : Study Program Of Notary Master’s Degree, Diponegoro University Semarang.). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
219Kb

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta pemahaman terhadap pelaksanaan Penyelesaian Kredit Bermasalah Melalui Parate Eksekusi Secara Penjualan Dibawah Tangan Atas Obyek Jaminan Hak Tanggungan di PT. Bank Niaga, Tbk Semarang, serta untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam pelaksanaan penjualan di bawah tangan terhadap obyek jaminan Hak tanggungan. Dalam penelitian ini digunakan metode pendekatan Yuridis Empiris, dengan menggunakan data primer dan data sekunder yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian sosiologis. Hasil penelitian menunjukan bahwa mekanisme pelaksanaan penyelesaian kredit bermasalah melalui parate eksekusi secara penjualan di bawah tangan di PT Bank Niaga, Tbk Semarang, dilakukan dengan melalui tiga tahapan, antara lain: 1) Tahapan Negoisasi antara Debitur dengan pihak Bank selaku kreditur; 2) Tahapan pelaksanaan Penjualan Obyek Hak Tanggungan secara tidak melalui lelang dengan penjualan di bawah tangan; 3) Tahapan Peralihan Hak atas Tanah dari pihak debitur kepada pihak Pembeli. Dalam pelaksanaannya hambatan-hambatan yang terjadi adalah : 1) Hambatan dari pihak debitur yang tidak kooperatif; 2) Hambatan Yuridis berupa keharusan pengumuman penjualan obyek hak tanggungan di 2 (dua ) surat kabar yang beredar di daerah yang bersangkutan dan atau media massa setempat. Setelah dianalisis diperoleh kesimpulan bahwa mekanisme pelaksanaan penyelesaian kredit bermasalah melalui parate eksekusi secara penjualan di bawah tangan di PT Bank Niaga, Tbk Semarang, tidak sepenuhnya sejalan dengan peraturan perundangan-undangan, dalam hal ini Pasal 20 Undang-Undang Hak Tanggungan, tetapi dilakukan secara diam-diam oleh para pihak yang berkepentingan saja, yaitu pihak debitur, pihak bank selaku kreditur dan pembeli. This research aim is to increase perception, knowledge and an understanding of non performing loans settlement implementation trough parate execution in an underhand sales over Guarantee Right object at PT. Bank Niaga, Tbk, Semarang and to found the constraints in the implementation of underhand sales Guarantee Right object. This is a sociological research. The research is using empirical juridical method of approach, by using both primary and secondary data, and then analyzed by qualitative analysis technique. Research result show that the mechanism of Non Performing Loans Settlement Trough Parate Execution in Underhand Sale on Guarantee Right Object at PT. Bank Niaga, Tbk Semarang, is carried out by three stages, were: 1) The negotiation stage between the Debtors and the Bank party as the creditor; 2) The Selling implementation of Guarantee Right object trough non-auctions sale by underhand sales; 3) The transfer of the land right from the debtor to the buyer or the third party. In the implementation of the process, many problems were shown are; 1) The constraints from the debtor party who’s not cooperative to the process; 2) Juridical constraints about the requirement announcement of the selling of the guarantee right object in 2 (two) newspapers that circulated in the connected area or local newspaper. After the analyzed proceeds, the researchers conclude that the mechanism of non performing loans settlement trough parate execution in underhand sales in PT. Bank Niaga, Tbk Semarang are not completely inline with the regulation at Article 20, Law of Guarantee Right, but quietly carried out by connected party only, that is the debtor, the bank as the creditor and the buyer.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:17467
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:26 Jul 2010 07:37
Last Modified:26 Jul 2010 07:37

Repository Staff Only: item control page