POLA KEMISKINAN DI PERMUKIMAN NELAYAN KELURAHAN DOMPAK KOTA TANJUNGPINANG

WINOTO , GATOT (2006) POLA KEMISKINAN DI PERMUKIMAN NELAYAN KELURAHAN DOMPAK KOTA TANJUNGPINANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2636Kb

Abstract

Urban poverty is one of the development issue that are complex and contradictive. Poverty seemed as the following affect of the development and part of the problem of it. Some dimensions, such as social dimension, feature the tipology of the development and economic which is more complicated and has policy. That’s makes different poverty pattern. As the capital of Riau Archipelago, Tanjungpinang City cannot protected from poverty phenomenon. This poverty is formed from the lameness between ares where the minim activity there (commerce activity and service) causing the low economical level of the society. The fisherman’s settlement in Dompak Subdistrict, Tanjungpinang City, is one of the minim urban activity areas. The majority of the citizen is a fisherman. This ini causing the majority of the citizen of Dompak subdistrict categorized as poor family. Based on the data on Tanjungpinang City major office, there are 147 fisherman’s families from 316 families in Dompak subdistrict, which is under poorness life. Mean of them cannot fulfill their requirement of food (eat once a day). If it is let, can cause limited accessibility into public’s medium and pre-medium, the level of citizen’s education in fisherman settlement in Dompak Subdistrict can not rise, and the environment which is getting worse and affect to non-approriate of living there. Therefore, in order to respond to the poverty condition that is happened in the fisherman’s settlement Dompak Subdistrict, need to do some research which is aimed to know the povery pattern, and the factors that affecting to the poverty in fisherman’s settlement Dompak subdistrict Tanjungpinang City. And the purpose that is need to be gained is to study area condition in the fisherman’s settlement, to study society’s characteristics there, poverty pattern analysis in the fisherman’s settlement Dompak Subdistrict Tanjungpinang City, and also studying the factors that causing poverty there. This research is a descriptive research by describe the society’s characteristic in fisherman settlement through the responden with a number of 40 families head from poor families. The steps of this research are the preparation, the gathering of primary and secondary datas, the processing and studying datas, and formulating the result of study through descriptive qualitative analysis activity. This research used poverty indication analysis, poverty pattern analysis and then analysis to identify factors that cause poverty in that area. Based on the invention in the fiels, can be conclude that the poverty patterns in the fisherman’s settlement Dompak Subdistrict are (a) sub-sistension of poverty, is features by the low level of society’s earnings in the fisherman’s settlement Dompak subdistrict, the unproper condition of the settlement condition ant the minim of clean water facilities; (b) lack of protection, where the worst environment of the fisherman’s settlement (sanitation, medium of dismissal of the garbage, pollution) and there is no guarantee of ground ownership rights; (c) lack of understanding, the worst (low) level of understanding rights, ability and potency to effort change. Factors that are influencing poberty in the fisherman’s settlement Dompak subdistrict are economi factor, social factor and education factor. Thus, need to do some action in order to increase the level of earnings local society by minimalizing the factor that is causing the poverty of the local society. So that, if the poverty is eliminated which is according to the poverty pattern and its cause factor each, so that the effort can be more optimal. Kemiskinan perkotaan merupakan salah satu isu pembangunan yang kompleks dan kontradiktif . Kemiskinan dipandang sebagai dampak ikutan dari pembangunan dan bagian dari masalah dalam pembangunan. Tipologi kemiskinan perkotaan dicirikan oleh berbagai dimensi baik dimensi sosial maupun ekonomi yang lebih beragam serta memiliki kebijakan yang rumit. Hal tersebut membentuk pola kemiskinan yang berbeda-beda. Sebagai ibukota Kepulauan Riau, Kota Tanjungpinang tidak dapat terhindar dari fenomena kemiskinan. Kemiskinan ini terbentuk dari ketimpangan antar kawasan dimana kawasan dengan aktivitas perkotaan (aktivitas perdagangan dan jasa) yang minim menyebabkan pendapatan masyarakatnya rendah. Permukiman nelayan di Kelurahan Dompak, Kota Tanjungpinang, merupakan salah satu kawasan yang minim aktivitas perkotaan. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan. Fakta menujukkan terdapat 147 keluarga nelayan dari 311 keluarga di Kelurahan Dompak yang hidup dibawah garis kemiskinan Hal ini menyebabkan 47,3 % penduduk di Kelurahan Dompak masuk ke dalam kategori keluarga prasejahtera dan sejahtera satu.. Sehingga apabila dibiarkan, dapat menyebabkan terjadinya keterbatasam akses menuju sarana dan prasarana publik, tingkat pendidikan penduduk di permukiman nelayan di Kelurahan Dompak tidak meningkat, dan lingkungan yang semakin buruk yang berdampak pada ketidaklayakan huni permukiman nelayan di Kelurahan Dompak. Oleh karena itu, untuk menyikapi kondisi kemiskinan yang terjadi di permukiman nelayan Kelurahan Dompak Kota Tanjungpinang ini maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pola kemiskinan dan faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya kemiskinan di permukiman nelayan Kelurahan Dompak Kota Tanjungpinang. Dan sasaran yang perlu dicapai adalah identifikasi kondisi kawasan di permukiman nelayan, identifikasi karakteristik masyarakat di permukiman nelayan, menganalisis pola kemiskinan di pemukiman nelayan Kelurahan Dompak Kota Tanjungpinang; serta menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya kemiskinan di permukiman nelayan Kelurahan Dompak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis yang dilakukan meliputi analisis indikasi kemiskinan, pola kemiskinan dan faktor-faktor penyebab kemiskinan. dan teknik analisis berupa analitik deskriptif. Adapun tahapan penelitian ini adalah persiapan, pengumpulan data primer dan sekunder, pengolahan dan pengkajian data, serta merumuskan hasil kajian melalui kegiatan analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data primer berupa kuisioner dilakukan kepada sejumlah 40 KK keluarga miskin sebagai sampel keluarga miskin.. Berdasarkan temuan yang didapat di lapangan, maka disimpulkan bahwa pola kemiskinan di permukiman nelayan Kelurahan Dompak adalah (a) kemiskinan sub-sistensi, dicirikan oleh pendapatan masyarakat di permukiman nelayan Kelurahan Dompak yang rendah, kondisi perumahan yang tidak layak dan minimnya fasilitas air bersih; (b) kemiskinan perlindungan, dimana lingkungan permukiman nelayan yang buruk (sanitasi, sarana pembuangan sampah, polusi) dan tidak adanya jaminan atas hak pemilikan tanah; (c) kemiskinan pemahaman, kualitas pendidikan formal buruk (rendah), terbatasnya keahlian yang menyebabkan terbatasnya kesadaran atas hak, kemampuan dan potensi untuk mengupayakan perubahan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di permukiman nelayan Kelurahan Dompak adalah faktor ekonomi, Sosial, dan faktor pendidikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan peningkatan taraf hidup masyarakat setempat dengan cara meminimalisir faktor penyebab terjadinya kemiskinan masyarakat setempat. Sehingga apabila pengentasan kemiskinan dilakukan sesuai dengan pola kemiskinan dan faktor penyebabnya masing-masing, maka upaya tersebut dapat lebih optimal.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:17453
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:23 Jul 2010 13:28
Last Modified:23 Jul 2010 13:28

Repository Staff Only: item control page