PELAKSANAAN PEMBATALAN HIBAH TANAH OLEH PEMBERI HIBAH (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI No. 95/Pdt.G/2004/PNSMG)

WAHYUNI, ENDANG SRI (2009) PELAKSANAAN PEMBATALAN HIBAH TANAH OLEH PEMBERI HIBAH (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI No. 95/Pdt.G/2004/PNSMG). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
435Kb

Abstract

Hubungan antara manusia dengan tanah sangat erat dimana tanah sebagai tempat manusia untuk menjalani dan melanjutkan kehidupannya. Masalahmasalah tanah juga berkaitan dengan pemberian hak tanah seperti masalah warisan dan hibah. Hibah merupakan suatu pemberian atau hadiah yang memiliki fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat baik yang diberikan perseorangan maupun lembaga. fungsi dari hibah yang sebenarnya tidak berjalan dengan sesuai. Seperti salah satu contoh kasus hibah dengan nomor perkara: No.95/Pdt G/2004/PNSMG, dimana penerima hibah dan pembuat akta hibah tergugat dalam gugatan perdata ini yang berkaitan dengan pembatalan hibah oleh pemberi hibah kepada penerima hibah dan PPAT yang mengeluarkan akta hibah yang telah dibaliknamakan dari hibah yang dilakukan dibawah tangan oleh pemberi hibah kepada penerima hibah. Metode pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif yaitu dengan menelusuri dan mengkaji bahanbahan kepustakaan yang berhubungan dengan permasalahan. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif, adalah penelitian dengan melukiskan suatu keadaan atau peristiwa. Penelitian dilakukan dengan mengambil lokasi di Pengadilan Negeri Semarang Provinsi Jawa Tengah. Data penelitian ini berupa data sekunder. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian pada putusan Pengadilan Negeri Semarang dengan No.95/Pdt.G/2004/PNSMG dimana akta hibah tanah dengan nomor akta hibah No.15 /SR/ 1990 pada tanggal 7 Februari 1990 yang telah dihibahkan atau diberikan dinyatakan dibatalkan atau dicabut kembali oleh pemberi hibah karena terbukti cacat hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum untuk dijadikan alat bukti telah adanya peralihan hak atas tanah. Hakim mempertimbangkan pencabutan atau pembatalan hibah disebabkan karena hibah yang ditujukab bukan untuk pribadi melainkan untuk Yayasan dan sesuai dengan KUHPerdata. Selain itu, akta penghibahan yang diberikan penghibah atau Tergugat kepada orang tua Para Tergugat merupakan akta hibah bawah tangan (onderhands) sehingga tidak memiliki kekuatan hukum. Dengan demikian maka Pengadilan memutuskan bahwa akta hibah tersebut batal secara hukum. Relationship between man and land are very fixed where the land is place for man to go through and continue their life. There are many problems about land. One of them is giving properties land. For the example case are legal heir and donation. Donation is one present that has social function and solution in the society live stock, but the fact it can't be a good function social. This research took the case No. 95/Pdt.G/2004/PNSMG where the presented frustrated donation. It caused received didn't do what the true, destination. The methods of this research was normative of juridical analysis with analytical descriptive. This research was dealing with country of judgment Semarang. Data of research was secondary data. Data analysis was analytical descriptive. At the end of this study the researcher summar ized that No. 92/Pdt.G/2004/PNSMG was certificate donation with number 15/SR/ 1990 canceled, because it was used a powerless certificate and do not have power in law. Judge considered that the donation for department and it was not for individual. Beside that, the certificate of donation was done in underhand and it was no to had power in the law. The judgment summarized that the certificate canceled.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:17400
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:23 Jul 2010 10:47
Last Modified:23 Jul 2010 10:47

Repository Staff Only: item control page