KARAKTERISTIK DAN TINGKAT BANGKITAN LALU LINTAS RUMAH SAKIT DI SEMARANG

Kartarajasa, Emir (2007) KARAKTERISTIK DAN TINGKAT BANGKITAN LALU LINTAS RUMAH SAKIT DI SEMARANG. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
687Kb

Abstract

Pengetahuan mengenai tingkat bangkitan lalulintas peruntukan rumah sakit menjadi sangat penting sebagai dasar penentuan kebijakan pembangunan transportasi dalam suatu kota. Studi ini merupakan salah satu upaya untuk meneliti tingkat bangkitan lalu lintas dari guna lahan rumah sakit di Kota Semarang. Tujuannya adalah mengetahui tingkat bangkitan yang terdiri dari produksi dan tarikan lalu lintas, distribusi lalu lintas rumah sakit harian dan mingguan, dan mengetahui model hubungan antara bangkitan lalu lintas dengan faktor-faktor yang berkaitan dengan karakteristik rumah sakit yang ditinjau. Sebagai sampel, diambil tiga buah rumah sakit di Kota Semarang, yaitu Rumah Sakit Islam Sultan Agung (mewakili daerah pinggiran (suburb)), dan Rumah Sakit Dr. Kariadi (mewakili daerah pusat kota atau CBD) dan Rumah Sakit Elizabeth (mewakili daerah transisi). Dari ketiga sampel, diambil data lalu lintas dengan menggunakan metode pencacahan lalu lintas dan data pendapat masyarakat tentang rumah sakit yang ditinjau dengan menggunakan metode kuisener. Data lalu lintas kemudian diolah menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial guna mendapatkan nilai ratarata bangkitan tiap jam, validitas rata-rata antar rumah sakit dan nilai reliabilitas ratarata sampel terhadap populasi. Data hasil kuisener diolah dengan menggunakan metode klasifikasi silang dan diuji dengan metode chi aquare untuk mengetahui hubungan antara besar bangkitan dengan kelas dan aksesibilitas rumah sakit. Selanjutnya juga dilakukan uji regresi untuk melihat hubungan antara besar bangkitan dengan variabel yang berkaitan dengan karakteristik rumah sakit. Hasil-hasil uji adalah sebagai berikut: 1) Ada kesamaan pola lalu lintas pada ketiga rumah sakit dimana jam puncak terjadi rata-rata terjada pada periode waktu antara jam 10:00 – 11:00 dan jam 13:00 sampai jam 14:00, 2) Besar tingkat bangkitan menurut kelas adalah: kelas A (diwakili RS. Dr. Kariadi) 110,96 kend/jam/ha atau 1,15 kend/jam/bed atau 0,31 kend/jam/pegawai; kelas B (RS. Elizabeth) 98,91 kend/jam/ha atau 0,78 kend/jam/bed atau 0,45 kend/jam/pegawai; kelas C (RS. Sultan Agung) 229,65 kend/jam/ha atau 1,50 kend/jam/bed atau 0,58 kend/jam/pegawai, 3) Hasil penyelidikan terhadap pengaruh aksesibilitas terhadap besar bangkitan ditemukan kenyataan bahwa ada pengaruh antara aksesibilitas dengan besar bangkitan tetapi kurang kuat, 4) Kondisi pada poin (3) tersebut disebabkan oleh kenyataan bahwa— berdasar hasil survai kuisener—sebagian besar orang memilih rumah sakit lebih disebabkan oleh faktor pelayanan dan fasilitas yang lebih baik dan biaya murah dibanding faktor lain, dan 5) Hasil uji regresi menunjukan bahwa variabel yang signifikan dalam model bangkitan rumah sakit adalah variabel jumlah pegawai (dokter, perawat, karyawan, dll), ditunjukan dengan nilai determinasi (R2) yang paling tinggi dibanding model dengan variabel lain. Dari hasil yang ada dapat direkomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1) hendaknya upaya manajemen lalu lintas lebih ditekankan pada kondisi jam-jam puncak dan hari padat guna mengurangi dampak kemacetan di jalan raya, dan 2) Studi lebih lanjut dengan kasus rumah sakit yang lebih banyak dibutuhkan guna menguji ulang berbagai temuan dalam studi ini. Namun sebagai temuan awal, hasil dari studi ini dapat dijadikan ajuan dengan tetap memperhatikan kondisi di lapangan. The information of hospital’s rate of traffic generation is of importance as it is significance in transportation system planning. The study at hand is one of effort to identify the rate of traffic generation of the hospitals in Semarang, Central Java. It aims at identifying traffic generation characteristics such as rate of traffic production and attraction over time, traffic distribution and trend over day, and regression model based on factors related with the hospital characteristics. Of samples, three hospitals were taken at hand: Dr. Kariadi hospital (A class), CBD typical, St. Elizabeth hospital (B class), transition typical, and Sultan Agung hospital (C class), suburb typical. Data of traffic counting and direct interview were taken and collected of those. The traffic counting data then was analyzed by descriptive statistics in account of making out the average rate of traffic generation. The interview data was analyzed by crosstab and tested with chi-square method in account of understanding the relationship between generated traffic volume and class and accessibility rate of each hospital. Regression method would also be used to identify the existence of relationship between generated traffic volume and quantitative factors of hospitals’ characteristics (ground area, floor area, number of beds, number of employees, etc) as well as to establish the model. Of the results are as follow: 1) There is equality in traffic pattern over time where, generally, peak hours exist in 10 am to 11 am and 13 pm to 14 pm, 2) The rate of generation according to the hospitals’ classes are as follow: A (represented by RS. Dr. Kariadi) 110,96 veh/hr/hm2 floor area atau 1,15 veh/hr/bed atau 0,31 veh/hr/employee; kelas B (RS. Elizabeth) 98,91 veh/hr/hm2 floor area atau 0,78 veh/hr/bed atau 0,45 veh/hr/employee; kelas C (RS. Sultan Agung) 229,65 veh/hr/hm2 floor area atau 1,50 veh/hr/bed atau 0,58 veh/hr/employee, 3) Eventhough, there is relationship between accessibility and traffic volume, it is not strong enough, 4) The statement of point (3) lies on the fact that—according with survey result—most of respondents consider rate of service, sopisticated facilities and affordable price more than accessibility, and 5) The regression yielded the model with one significant variable, that is the number of employees, discounting other remain ones, due to its highest R square. Several recommendations, in extent of the results, are proposed as follow: 1) it is wise that the effort should be more paid to manage traffic during peak hours periods, such as 10 to 11 am and 13 to 14 pm, and 2) the next study with larger total samples (number of hospitals are taken as samples) should be performed to statitically verify the results. Of all, with slight notification, the results are reliable as reference for both theoritical and practical usage.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:17382
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:23 Jul 2010 10:00
Last Modified:23 Jul 2010 10:00

Repository Staff Only: item control page