PERBANDINGAN PERSEPSI ANTARA KELOMPOK AUDITOR INTERNAL, AKUNTAN PUBLIK, DAN AUDITOR PEMERINTAH TERHADAP PENUGASAN AUDIT KECURANGAN (FRAUD AUDIT) DAN PROFIL AUDITOR KECURANGAN (FRAUD AUDITOR)

Sukanto, Eman (2007) PERBANDINGAN PERSEPSI ANTARA KELOMPOK AUDITOR INTERNAL, AKUNTAN PUBLIK, DAN AUDITOR PEMERINTAH TERHADAP PENUGASAN AUDIT KECURANGAN (FRAUD AUDIT) DAN PROFIL AUDITOR KECURANGAN (FRAUD AUDITOR). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
696Kb

Abstract

The Fraud scheme that is happened in the government and commercial entity has a bad influence to the economic system and harmful to the stakeholders. A professional auditor as the locomotive to move good corporate governance and as a goalkeeper to prevent fraudulence has a great role to create a healthy and accountable economic system. Recent years, there are significant changes in the auditor profession. The change influenced by regulatory from foreign or domestic, directly or indirectly, demand higher requirement in the auditor’s work system. Internal auditor, public accountant, or government auditor relatively different in organization structural, employment status, job assignment, and guidance used in the audit. However, their work is essentially the same, that is giving sufficient “ to plan and perform the audit to obtain reasonable assurance about whether the financial statements are free of material misstatement, whether caused by error or fraud” to plan and perform the audit to obtain , whether caused by error or fraud”. This study held to asses and analyze the perception of internal auditor, external auditor, and governmental auditor to the fraud audit and the profile of the fraud auditor when they conducted the examination duty. Sampling technique used the purposive sampling. There are 153 respondents, 33 internal auditors work in business entity, 66 external auditors work in the Public Accountant Office and 54 government auditors work in BPK. To examine the hypothesis, this study used one way Anova. The result that there is no different perception between internal auditor, external auditor and government auditor to the Fraud Audit and profile of The Fraud Auditor. Averaged perceptions they have were high. This shows that the three groups of auditor all have strong willingness to prevent, detect, and investigate fraud. Fraud scheme yang terjadi di entitas pemerintah maupun komersial memiliki dampak buruk terhadap sistem perekonomian dan sangat merugikan stakeholders. Profesi auditor sebagai lokomotif dalam menggerakkan good corporate governance dan penjaga gawang dalam mencegah tindak kecurangan, memiliki andil yang besar dalam menciptakan tatanan ekonomi yang sehat dan akuntabel. Beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan yang signifikan terhadap profesi auditor. Perubahan tersebut dipengaruhi regulasi dari luar maupun dalam negeri dimana secara langsung maupun tidak langsung, menuntut persyaratan yang lebih tinggi terhadap sistem kerja auditor. Auditor internal, auditor eksternal maupun auditor pemerintah secara struktur organisasi, status pegawai, lingkup pekerjaan, serta pedoman yang digunakan dalam pelaksanaan audit relatif berbeda, namun secara esensi tugas mereka sama yakni memberi keyakinan memadahi bahwa laporan yang diaudit bebas dari salah saji material yang disebabkan kekeliruan (error) maupun kecurangan (fraud). Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan menganalisis persepsi kelompok auditor internal, akuntan publik, dan auditor pemerintah terhadap penugasan audit kecurangan (fraud audit) dan profil auditor kecurangan (fraud auditor). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Responden terdiri dari 33 auditor internal yang bekerja di beberapa perusahaan besar, 66 auditor eksternal yang bekerja di Kantor Akuntan Publik, serta 54 uditor pemerintah yang bekerja di BPK. Untuk menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan teknik one way Anova. Hasilnya menyatakan tidak ada perbedaan persepsi antara auditor internal, akuntan publik dan auditor pemerintah terhadap tugas audit kecurangan (fraud audit) dan profil auditor kecurangan (fraud auditor). Rata-rata tingkat persepsi yang mereka miliki tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga kelompok auditor sama-sama memiliki keinginan yang kuat untuk mencegah, mendeteksi dan mengungkap fraud pada entitas yang sedang mereka audit dan ingin menjadi fraud auditor saat menjalankan tugas pemeriksaan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Accounting
ID Code:17373
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:23 Jul 2010 09:30
Last Modified:23 Jul 2010 09:30

Repository Staff Only: item control page