ANALISIS KORELASI ANTARA PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DENGAN MANAJEMEN LABA PADA EMITEN DI BURSA EFEK JAKARTA

Trihapsari, Elisa (2006) ANALISIS KORELASI ANTARA PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DENGAN MANAJEMEN LABA PADA EMITEN DI BURSA EFEK JAKARTA. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
328Kb

Abstract

Dalam hubungan keagenan terjadi pemisahan kepemilikan antara pemilik perusahaan (principal) dan pengelola perusahaan (agent). Dengan pemisahan ini, pemilik perusahaan memberikan kewenangan pada pengelola untuk mengurus jalannya perusahaan. Dengan kewenangan yang dimiliki ini, mungkin saja pengelola tidak bertindak yang terbaik untuk kepentingan pemilik karena adanya perbedaan kepentingan (conflict of interest) antara pemilik dan pengelola. Laporan keuangan yang dibuat oleh pengelola perusahaan dengan menggunakan angka-angka akuntansi diharapkan dapat meminimalkan konflik antara pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Akan tetapi, karena adanya ketergantungan pihak eksternal pada angka akuntansi, kecenderungan agent untuk mencari keuntungan sendiri dan tingkat asimetri informasi yang tinggi, menyebabkan agent memanipulasi kinerja yang dilaporkan untuk kepentingan mereka sendiri. Agent melakukan manipulasi data dalam menyajikan informasi akuntansi dengan melakukan manajemen laba (earnings management) melalui discretionary accrual. Tindakan manajemen laba yang dilakukan oleh manajer dapat diminimumkan melalui penerapan good corporate governance yang terdiri dari empat prinsip utama, yaitu kewajaran, transparansi, akuntabilitas dan responsibilitas. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan discretionary accrual sebagai proksi dari manajemen laba dari perusahaan-perusahaan go public nonlembaga keuangan yang pernah mengikuti survei Corporate Governance Perception Index tahun 2001 sampai dengan tahun 2004 yang dilakukan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). Variabel lain yang dipakai dalam penelitian ini adalah prinsip kewajaran, transparansi, akuntabilitas dan responsibilitas. Prinsip kewajaran diukur dari opini yang diberikan oleh auditor independen mengenai kewajaran laporan keuangan. Prinsip transparansi diukur dengan kelengkapan laporan keuangan, ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan dan kelengkapan laporan non keuangan. Prinsip akuntabilitas diukur dengan adanya komite audit sesuai dengan ketentuan yang berlaku, adanya laporan komite audit dalam laporan tahunan dan rapat yang dilakukan oleh komite audit. Prinsip responsibilitas diukur dengan adanya kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya yang meliputi 4 tema, yaitu kemasyarakatan, ketenagakerjaan, produk dan konsumen, dan lingkungan hidup. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji korelasi. Pengujian dilakukan untuk tahun 2003, 2004 dan gabungan tahun 2003 dan 2004. Dari pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa secara umum, penerapan prinsip-prinsip good corporate governance belum menjamin tidak adanya manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan. Based on agency theory, there is a separating ownership and delegating authority between the owner (principal) and the managers (agents). The principal allows the managers to manage the company to the best of their ability. Unfortunately, managers may not always use their delegated authorithy in the best interests for the company due to a conflict of interest between owner and managers. A financial statement that is made by a company using accounting numbers is expected to minimize conflict of interests among parties within the company. However, due to the interdependency of external parties with accountancy number, there is a tendency fom the agent to look for the self-advantage and therefore mount the high asymmetri information, causing agents to manipulate their performance reports. Agents conduct the data manipulation in presenting accounting information by doing earnings management passing accrual discretionary. Earnings management by managers can be minimized through the application of good corporate governance with consists of the four essential principles of fairness, transparency, accountability and responsibility. This research used the secondary data by discretionary accrual as proxi of earnings management from non-financial companies to public limited companies which ever following a survey of Corporate Governance Perception of year Index 2001 up to year 2004 conducted by The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). Beside earnings management, the variable used in this research are fairness, transparency, accountability and responsibility. The fairness principle was measured from the opinion given by independent auditor of financial statement. The transparency principal was to be measured with the completeness of financial statement, timeliness of the financial statement reporting and the completeness of non-financial reports. Accountability was measured with the exixtence of audit committee, annual report of audit committee, and meeting conducted by audit committee. The responsibility principal was measured with the company’s social awareness as identified by the four major factors, that is society, employment, products and consumers, and environment. The hypothesis was examined by correlational test. The test was done for the year of 2003, 2004 and combination of 2003 and 2004. In generally, the test’s results show that the application of good corporate governance’s principles not ensure that earnings management not be done yet.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Accounting
ID Code:17359
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:23 Jul 2010 09:12
Last Modified:23 Jul 2010 09:12

Repository Staff Only: item control page