ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MOTIVASI KERJA PETUGAS PELAKSANA MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) DI PUSKESMAS KOTA SURABAYA

F A R I D A H , F A R I D A H (2009) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MOTIVASI KERJA PETUGAS PELAKSANA MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) DI PUSKESMAS KOTA SURABAYA. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
440Kb

Abstract

Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) is a strategy to improve a quality service for infant and children service in Community Health Centers at 2008. IMCI training had been held to 42 Community Health Centers in Surabaya City. But numbers of service were only 23 and coverage of target was only 10%. It showed that motivation of health worker was less. The study was aimed to analyze factors that influence work motivation among health worker in Community Health Centers of Surabaya City at 2009. This was observational research using cross sectional approach. Research instrument use questioners structure which have been tested by them the validity and reliability, Data were analyzed using bivariate analysis (Chi Square Test) and multivariate analysis (Logistic Regression Test). Amount sample 42 respondent. That is medical, midwife and nurse of Community Health Centers in Surabaya City. Result showed that salary perception was less (54.8%), work condition perception was less (47.6%), policy perception was less (50%), supervision perception was less (42,9%), work perception was less (33,3%) and work motivation (54,8%) Based on bivariate analysis, variables work condition perception, policy perceptions, and supervision perceptions have a significant relationship with work motivation among health worker. Result of multivariate analysis reveals that variables of work condition (p: 0,034, Exp B: 5,500) and policy perception (p: 0,003, Exp B: 11,000) together influence towards Based on this study, it suggested to complete logistic (medication, equipment ICMI, form and advice card) before service, administrator of Community Health Center have to prepare strategic plan, rule of implementation and standard of operational procedure. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi bayi dan balita sakit yang datang ke Puskesmas. Untuk menunjang program tersebut juni 2008 telah dilakukan pelatihan MTBS terhadap 42 Puskesmas wilayah Kota Surabaya, hanya 23 yang melaksanakan MTBS, dengan cakupan rata-rata bayi dan balita yang ditangani dengan pendekatan MTBS 10%. Pencapaian kinerja tersebut tidak lepas dari peran motivasi kerja petugas pelaksana MTBS. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja petugas pelaksana MTBS di Puskesmas Kota Surabaya tahun 2009. Jenis penelitian observasional dengan metode survey dan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Menggunakan analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Jumlah sampel 42 orang responden yaitu dokter, perawat dan bidan di Puskesmas Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan persepsi kompensasi kurang baik (54,8%), persepsi kondisi kerja kurang baik (47,6%), persepsi kebijaksanaan kurang baik (50%), persepsi supervisi kurang baik (42,9%), persepsi pekerjaan itu sendiri kurang baik (33,3%) dan persepsi motivasi kerja kurang baik (54,8%) Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi kondisi kerja, persepsi kebijaksanaan dan persepsi supervisi pelaksanaan program MTBS dengan motivasi kerja petugas pelaksana MTBS di Puskesmas Kota Surabaya (p < 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan adanya pengaruh bersama – sama variabel perepsi kondisi kerja (p-value = 0,034 dan nilai Exp B: 5,500) dan persespsi kebijaksanaan pelaksanaan program MTBS (p-value = 0,003 dan nilai Exp B: 11,000) terhadap motivasi kerja petugas pelaksana MTBS di Puskesmas Kota Surabaya. Berdasarkan hasil analisis multivariat dari variabel yang berpengaruh dapat disarankan, pada kondisi kerja hendaknya penyiapan logistik (obat-obatan, peralatan MTBS, formulir MTBS dan KNI) secara rinci dan matang, sebelum MTBS di Puskesmas dimulai sedangkan pada kebijaksanaan pelaksanaan program MTBS, hendaknya Kepala Puskesmas membuat rencana pelaksanaan kegiatan, peraturan yang jelas dan secara tertulis serta bersama team yang ditunjuk membuat standar prosedur kegiatan MTBS.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:17297
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:22 Jul 2010 14:44
Last Modified:27 Dec 2010 08:24

Repository Staff Only: item control page