IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA KAITANNYA DENGAN PEMUNGUTAN ROYALTI LAGU UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIAL ( STUDI DI KOTA SEMARANG )

WALUYO, EDY (2008) IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA KAITANNYA DENGAN PEMUNGUTAN ROYALTI LAGU UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIAL ( STUDI DI KOTA SEMARANG ). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
488Kb

Abstract

Hak cipta adalah hak ekslusif, bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan ijin dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan yang berlaku. Para pengguna lagu seperti Plaza, Karaoke, Café, Discotic, dan lain sebagainya itu harus membayar royalti kepada YKCI yang telah diberikan kuasa kepadanya. Namun demikian, pemungutan royalti lebih kecil dibandingkan dengan besarnya pengguna lagu. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, yaitu suatu pendekatan yang dilakukan untuk menganalisis berbagai peraturan mengenai Royalti, terutama Undang-undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002, sedangkan pendekatan empiris digunakan untuk menganalisis bagaimana perilaku masyarakat dalam membayar Royalti oleh user atau pengguna lagu dan pemungutan Royalti oleh YKCI. Dalam pelaksanaan pemungutan royalti, para pencipta lagu memberikan kuasanya kepada YKCI. Pencipta lagu memberikan kuasa kepada YKCI, maka secara otomatis masuk sebagai anggota YKCI.. Untuk pemungutan royalti, YKCI mengadakan kerjasama dengan perkumpulan atau asosiasi berbagai usaha, seperti Plaza, Karaoke, Café, Discotic, Hotel. pemegang lisensi secara rutin setiap bulannya membayarkan lisensi kepada YKCI atas lagu-lagu yang telah umumkan dengan jumlah yang telah ditetapkan oleh YKCI berdasarkan jenis usaha dan hitunganhitungan Lembaga Collecting Society Internasional. Dalam pemungutan ini YKCI membuat surat perjanjian dengan calon pemegang lisensi. Hambatan yang terjadi adalah bahwa adanya ketidaktahuan Pengguna Karya Cipta Atas Pentingnya Karya Cipta, Kurangnya Sosialisasi Tentang Pemungutan Royalty, Pendataan Pengguna Karya Cipta Yang Sulit. Kedudukan pencipta lagu sebagai pemberi kuasa kepada YKCI dalam hal mengambil atau memungut apa yang menjadi hak bagi para pencipta lagu tersebut, pencipta lagu adalah orang yang paling berhak atas royalti karya cipta yang telah diciptakannya. Kedudukan YKCI disini adalah sebagai pemberi lisensi kepada pengguna lagu dan perpanjangan tangan dari pencipta lagu. Kedudukan hukum dari pengguna lagu adalah sebagai pembayar atau pihak yang diwajibkan membayar royalti karena telah menggunakan hak cipta orang lain untuk tujuan komersil yang dapat mendatangkan keuntungan baginya baik secara langsung maupun tidak langsung dan kewajiban itu harus dibayarkan melalui YKCI sebagai penerima kuasa dari pencipta lagu untuk menarik royalti lagu ciptaannya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:17280
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:22 Jul 2010 14:27
Last Modified:22 Jul 2010 14:27

Repository Staff Only: item control page