ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI KASUS PADA BUDIDAYA PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU DI KABUPATEN PEMALANG

Putranto, Dwi Arie (2007) ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI KASUS PADA BUDIDAYA PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU DI KABUPATEN PEMALANG. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
408Kb

Abstract

Mangrove Crab is one of the sea commodities which have a high economy value in the world’s market. In the last 10 years, Mangrove Crab’s export raises to 14.06% and makes this commodity as one of reliable export of non gasoline. Nevertheless, the needs of Mangrove Crab’s export recently rely on the catching in the mouth of a river. If the exploitation is more intensive or un control, it will threat the lasting of the source. That is why it is needed an alternative effort through cultivation which is in Pemalang Regency called Silvofishery system, that is the fusion between Milkfish and Mangrove Crab cultivation in the mangrove forest area. Empirically, almost all Mangrove Crab cultivator is either as price taker in the input market or output market because it is rarely to find a group of cultivator crab who are able to organize its group so that it has a strong bargaining position in the market. With this such background, in the daily practice of Crab cultivator, their orientation in the community which is relatively homogeneous tends to catch technique efficiency which is translated as an effort to maximalize the productivity. Nevertheless, in the reality Crab cultivator is not always be able to reach efficiency level hoped. This research aims to analyze the effect of using production input to production output. Besides, it is also to estimate the efficiency level of using input production in Mangrove Crab greasing cultivation in Pemalang Regency. In this research, the sampling technique is census that is all farmers of Mangrove Crab greasing cultivator become respondent. The data analysis uses Stochastic Production Frontier which completion by LIMDEP program version 6. The Estimation result shows that by using Production Frontier Function that free variable which is significant influences positively to Crab production is the width of the net, the sum of the seed and the sum of weft. While, the sum of employees do not influence quite significant statistically. Internal cultivators factors which supposed to influence the production is the farmer’s income level, while the other internal variable such as education level and respondents’ age are not significant statistically. The value of Return To Scale (RTS) is 1, 176. This identifies that Mangrove Crab greasing cultivation in the Increasing Return To Scale position means that addition of production factors proportion will produce extra production which has bigger proportion. Analysis to Efficiency Technique (ET) is 0, 94986 on average. That value can be said as achievement of work method in using production input which is very satisfying (close to 1), but, on the other hand, the chance to do the development is relatively tight. So that, it needs an extensification way. The value R/C ratio is 1, 9516, it means that Mangrove Crab greasing cultivation still beneficial so that it is proper to be developed. Kepiting bakau merupakan salah satu diantara komoditas laut yang mempunyai nilai ekonomis tinggi di pasar dunia. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, ekspor kepiting bakau meningkat rata-rata 14,06 % dan menjadikan komoditas ini sebagai salah satu andalan ekspor non migas. Namun demikian, kebutuhan ekspor kepiting bakau selama ini masih mengandalkan hasil penangkapan di muara sungai yang apabila eksploitasinya semakin intensif/tidak terkendali akan mengancam kelestarian sumber daya tersebut. Oleh karena itu diperlukan upaya alternatif melalui usaha budidaya yang di Kabupaten Pemalang di sebut dengan sistem silvofishery, yaitu memadukan antara budidaya ikan bandeng dan kepiting bakau dalam areal hutan bakau. Secara empiris, hampir semua pembudidaya kepiting adalah sebagai penerima harga (price taker) dalam pasar masukan (input) maupun keluaran (output) karena sangat jarang dijumpai sekumpulan pembudidaya kepiting mampu mengorganisasi kelompoknya sehingga mempunyai posisi tawar (bargaining position) yang kuat di pasar. Dengan latar belakang seperti ini, dalam praktek sehari-hari orientasi para pembudidaya kepiting dalam suatu komunitas yang relatif homogen cenderung mengejar efisiensi teknis yang diterjemahkan sebagai upaya memaksimalkan produktivitas. Namun demikian, dalam kenyataannya pembudidaya kepiting tidak selalu dapat mencapai tingkat efisiensi yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan input produksi terhadap hasil produksi, juga mengestimasi tingkat efisiensi penggunaan input produksi pada budidaya penggemukan kepiting bakau di Kabupaten Pemalang. Pada penelitian ini, teknik pengambilan sampel adalah sensus, yaitu semua petani pembudidaya penggemukan kepiting sebagai responden. Analisis data menggunakan Stochastic Production Frontier yang penyelesaiannya dengan bantuan program LIMDEP versi 6. Hasil estimasi menunjukkan dengan menggunakan fungsi produksi frontier bahwa variabel bebas yang signifikan berpengaruh positif terhadap produksi kepiting adalah luas keramba, jumlah benih dan jumlah pakan. Sementara jumlah tenaga kerja secara statistik tidak signifikan berpengaruh. Faktor-faktor internal pembudidaya yang diduga berpengaruh terhadap produksi adalah tingkat pendapatan petani, sedang variabel internal yang lain seperti tingkat pendidikan dan usia responden secara statistik tidak signifikan. Nilai dari return to scale (RTS) sebesar 1,176. Hal ini mengidentifikasi bahwa budidaya penggemukan kepiting bakau dalam posisi Increasing Return To Scale yang berarti bahwa proporsi penambahan faktor produksi akan menghasilkan tambahan produksi yang proporsinya lebih besar. Analisis terhadap Efisiensi Teknis (ET) rata-rata sebesar 0,94986. nilai tersebut dapat dikatakan sebagai prestasi atas kinerja penggunaan input produksi yang sangat memuaskan (mendekati 1), namun disisi lain kesempatan untuk melakukan pengembangan relatif sempit sehingga perlu upaya ekstensifikasi. Nilai R/C rasio sebesar 1,9516, artinya bahwa budidaya penggemukan kepiting bakau masih menguntungkan sehingga layak untuk dikembangkan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Economics and Development Studies
ID Code:17151
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 Jul 2010 11:40
Last Modified:21 Jul 2010 11:40

Repository Staff Only: item control page