PEMANFAATAN TERMINAL ANGKUTAN UMUM REGIONAL TERKAIT DENGAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN WILAYAH KOTA PANGKALPINANG

MURADI, DADI (2005) PEMANFAATAN TERMINAL ANGKUTAN UMUM REGIONAL TERKAIT DENGAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN WILAYAH KOTA PANGKALPINANG. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2053Kb

Abstract

Terminal merupakan sarana transportasi yang digunakan penumpang untuk melakukan pergantian moda angkutan umum, ditinjau dari sistem jaringan, terminal berfungsi sebagai penunjang kelancaran mobilisasi orang dan arus barang serta tempat perpaduan intra dan antar moda secara lancar dan tertib. Dilihat dari aspek keruangan keberadaan terminal merupakan pusat aktivitas sosial dan ekonomi yang akan berpengaruh kepada perkembangan kawasan sekitarnya. Apabila fungsi terminal dapat berjalan dengan baik maka keberadaan terminal dapat sebagai core activity yang menarik kegiatan-kegiatan lainnya sehingga dapat terjadi pusat pertumbuhan baru di kawasan sekitar terminal. Namun pada kenyataannya banyak terminal-terminal yang telah dibangun oleh pemerintah tidak dapat berfungsi secara maksimal seperti yang terjadi pada terminal angkutan umum regional di Kota Pangkalpinang. Pembangunan tiga terminal tersebut oleh pemerintah Kota Pangkalpinang bertujuan untuk mengatasi permasalahan transportasi akibat perkembangan aktivitas kota karena status Kota Pangkalpinang menjadi ibukota propinsi. Selain itu, pembangunan ketiga terminal diharapkan dapat memacu pertumbuhan aktivitas baru terutama di wilayah pinggir kota, akan tetapi pada perkembangannya ketiga ini tidak dapat berfungsi dengan maksimal. Penumpang dan pengemudi enggan memanfaatkan terminal. Kondisi ini mengakibatkan aktivitas dan mobilitas di terminal kurang berjalan dengan baik dan membawa dampak kurang berkembangnya aktivitas di sekitar lokasi terminal. Dari latar belakang di atas maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui apakah penyebab kurang maksimalnya pemanfaatan fungsi terminal serta bagaimana arahan pemanfaatan terminal terkait dengan kebijakan pengembangan wilayah yang sudah dilakukan oleh pemeritah Kota Pangkalpinang. Selain tujuan tersebut di atas penelitian ini mempunyai sasaran untuk mengindentifikasi sistem aktivitas, pola pergerakan, sistem jaringan, pemanfaatan fungsi terminal dan kebijakan serta arah perkembangan Kota Pangkalpinang. Untuk mencapai tujuan dan sararan penelitian, metode analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menggambar kondisi sistem aktivitas, pemanfaatan terminal dan kebijakan pengembangan wilayah. Sedang analisis kuantitatif yaitu analisis skoring, digunakan untuk penilaian terhadap persepsi penumpang dan pengemudi tentang tingkat pelayanan terminal. Untuk arahan pemanfaatan terminal menggunakan analisis SWOT. Dari hasil analisis, didapat temuan studi penyebab kurang maksimal pemanfaatan fungsi terminal yaitu kondisi sistem aktivitas kota dan pola pergerakan kota yang cenderung terkonsentrasi di pusat kota membuat keberadaan terminal angkutan umum regional di Kota Pangkalpinang kurang menarik bagi penggunanya, karena jarak terminal yang cukup jauh dari pusat-pusat kegiatan kota. Dilihat dari pemanfaatan fungsi terminal, aspek operasional dan kondisi fisik terminal kurang memadai serta kurang didukung oleh sistem transportasi secara keseluruhan. Tingkat aksesibilitas terminal yang kurang baik seperti lokasi terminal yang terlalu jauh dari jalan utama, kurangnya keterkaitan terminal dengan sistem transit lokal serta terbatasnya jumlah trayek antar kota yang masuk ke terminal membuat fungsi terminal kurang maksimal. Berdasarkan persepsi para penumpang dan pengemudi angkutan yang menggunakan jasa terminal menunjukan bahwa tingkat pelayanan dan fasilitas terminal kurang memadai, lokasi terminal yang terlalu jauh dari jalan utama dan lemahnya penegakkan hukum membuat fungsi terminal kurang maksimal. Sedangkan dilihat dari kebijakan pengembangan wilayah Kota Pangkalpinang, keberadaan lokasi ketiga terminal ini kurang sinergi dengan kebijakan yang ada. Kebijakan pengembangan wilayah Kota Pangkalpinang di arahkan ke bagian timur dan barat kota, sedangkan lokasi terminal terletak pada bagian utara dan selatan kota. Namun bila dilihat dari kecenderungan arah perkembangan kota, keberadaan ketiga terminal sangat strategis dan mempunyai prospek untuk berkembang dimasa yang akan datang. Dari hasil analisis penyebab kurang maksimalnya fungsi terminal maka arahan pemanfaatan terminal adalah melakukan optimalisasi fungsi terminal dengan cara peningkatan pelayanan terminal diantaranya dengan perbaikan kondisi fisik terminal, peningkatan sistem lalu lintas dan penegakan hukum. Selain itu pemerintah Kota Pangkalpinang perlu membuat kebijakan pengembangan wilayah yang dapat mendorong percepatan pembangunan berbagai jenis sarana pelayanan masyarakat terutama sekali di sekitar kawasan ketiga terminal. Kebijakan mendorong percepatan pembangunan di sekitar kawasan terminal tersebut sebagai upaya mempercepat pertumbuhan kawasan terutama di wilayah pinggir kota sehingga penumpukan aktivitas di pusat kota menjadi terpecah dan keberadaan terminal sebagai pusat kegiatan baru di wilayah pinggir kota dapat berjalan secara maksimal. Terminal is a medium of transportation used by a passenger to do commutation of moda public transport, evaluated from network system, terminal function is a supporter of fluency of people mobilization and current of goods and also place of solidarity intra and usher moda fluently and orderly. Seen from spatial aspect, the existence of terminal represent center of social and economic activity to have an effect on to its ambient growth. If function of ambulatory terminal have better, hence the existence of terminal earn as core activity drawing other activity so that can be happened a center of new growth in area of terminal. But practically a lot of terminal which have been built by government cannot function maximally, such as those which became regional public transport terminal in Pangkalpinang City. Development of three terminal by the government of Pangkalpinang City aim to overcome problems of transportation cause effect of growth of town activity because status of Pangkalpinang City become provincial capital. Beside that, development of three terminal expected can race growth of a new activity especially in region of town periphery, however the terminal cannot function maximally, passenger and driver shy at to use terminal. This condition make activity and mobility in terminal less walk better and bring impact less expand activity around the terminal location. From above background hence done a research as a mean to know what cause less be maximal exploiting a function of terminal and also how instruction of exploiting of terminal related with regional development policy have done by the government of Pangkalpinang City. Besides above mentioned target, this research have target to identify of activity system, movement pattern, network system, exploiting function of terminal, policy and also instruct growth of Pangkalpinang City. To reach target and research target, method of analysis used qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis used to draw condition of activity system, exploiting of terminal and regional development policy. analysis of quantitative medium that is scoring analysis, used for assessment to perception of passenger and driver about level of terminal service. For instruction of exploiting of terminal use SWOT analysis. From result of analysis get the cause of study finding less be maximal of terminal function exploiting. they are town movement pattern and town activity system condition which tend to concentration in downtown make existence regional of public transport terminal in Pangkalpinang City lose looks for its consumer, because terminal distance which enough far from centre of activities town. Seen from terminal function exploiting, terminal physical condition and operational aspect less be adequate and also less be supported by the transportation system as a whole. Mount level of accesibility like too especial terminal location off street, lack of related terminal with local system transit and also the limited intercity route amount which step into terminal make a terminal function less be maximal. Pursuant to perception of all transportation driver and passenger using terminal service indicate that terminal facility and service level less be adequate especial terminal location off street and its weakness enforcer punish to make terminal function less be maximal. While seen from regional development policy of Pangkalpinang City, the existence of three terminal location less synergy with existing policy. Regional Development policy of Pangkalpinang City is in pointing at a part of town west and east, while terminal location lay in town south and upstate. But if seen from tendency instruct town growth, the existence of three terminal are very strategic and have prospect to expand a period of coming. Result of analysis the cause less be its maximal a function of terminal hence instruction of exploiting of terminal is do optimalitation the function of terminal by improve a service of terminal among other things with repair a condition of terminal physical, improve the system of traffic and straightening of law. Beside that, the government of Pangkalpinang City require to make regional development policy which can push acceleration of development various type of medium service socialize particularly around the area of terminal. The policy push acceleration of development around area of terminal mentioned as by a effort quicken growth of area especially in region of periphery of town so that heaping of activity in downtown become broken and the existence of terminal as new centre of activities in region periphery of ambulatory town can be maximally.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:16905
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:19 Jul 2010 08:50
Last Modified:19 Jul 2010 08:50

Repository Staff Only: item control page