PENERAPAN SANKSI TERHADAP PELANGGARAN AWIG-AWIG DESA ADAT OLEH KRAMA DESA DI DESA ADAT MENGWI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG PROPINSI BALI

ARYAWAN,, BUDI KRESNA (2006) PENERAPAN SANKSI TERHADAP PELANGGARAN AWIG-AWIG DESA ADAT OLEH KRAMA DESA DI DESA ADAT MENGWI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG PROPINSI BALI. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
253Kb

Abstract

Desa Adat sangat penting dalam kehidupan umat Hindu di Bali, hal itu disebabkan semua umat Hindu yang merupakan penduduk mayoritas di pulau Bali adalah anggota Desa Adat.. Dimana Desa Adat maupun Desa Pakraman agar memiliki Awig-awig (peraturan desa) tertulis, supaya ada kepastian tentang pelaksanaan awig-awig di Desa Adat dan Desa Pakraman. Maka dari itu awig-awig di dalam Desa Adat sangat diperlukan, karena di samping sebagai aturan-aturan pelaksana di dalam wadah dari kesatuan masyarakat hukum adat di Bali berdasarkan satu kesatuan tradisi dan tata krama pergaulan hidup yang diwariskan secara turun temurun dan diikat oleh falsafah Tri Hita Karana, dimana Desa Adat dan awigawignya sesuai dengan fungsi dan posisinya, akan selalu berperanan aktif dalam rangka menjaring nilai-nilai baru dalam pembangunan sehingga keberadaanya dan penerapannya mutlak diperlukan, khusunya dalam hal penerapan sanksi jika terjadi pelanggaran terhadap awig-awig oleh Krama Desa Adat Mengwi serta hambatanhambatan yang dialami dalam penerapannya tersebut di Desa Adat Mengwi Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Propinsi Bali. Adapun pokok permasalahan dalam penulisan ini adalah bagaimana penerapan sanksi awig-awig Desa Adat dan hambatan-hambatan apa saja yang dialami terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Krama Desa Adat Mengwi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan sanksi awig-awig Desa Adat terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Krama Desa Adat Mengwi dan untuk mengetahui hambatan-hambatannya dalam penerapan sanski awigawig Desa Adat terhadap pelanggaran di Desa Adat Mengwi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random yaitu penarikan sampel bertujuan yang dilakukan dengan cara mengambil subjek didasarkan pada tujuan tertentu.Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris, untuk dapat memberikan gambaran secara kualitatif tentang penerapan sanski Awig-awig Desa Adat dan Hambatannya terhadap pelanggaran oleh Krama Desa adat Mengwi dan bersifat deskriptif analisis yaitu dapat memberikan data atau gambaran penerapan sanksi pelanggaran awig-awig dan hambatan-hambatannya. Data primer dan data sekunder ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan lapangan dengan studi dokumen maupun pedoman wawancara Dari hasil penelitian menunjukan penerapan sanksi terhadap pelanggaran awigawig desa Adat tergantung dari pelanggaran yang dilakukan sesuai dengan apa yang tercantum dalam awig-awig desa Adat Mengwi dengan mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaan dan bijksana, baik berupa denda secara fisik atau denda dengan harta (meteriil). Dengan sosialisasi kepada warga desa secara terus menerus dan tindakan yang tegas baik perangkat desanya atau kepatuhan warga desanya maka hambatan-hambatan dalam penerapan sanksinya dapat diselesaikan dengan sebaikbaiknya. Tradition village is very importance in Hindu’s in Bali, that thing caused by all Hindu’s people representing majority resident in Bali island is member of tradition village. Where tradition village and also Pakraman village have Awig-awig ( written village regulation ), so that there is certainty about execution of awig-awig in tradition village and Pakraman village. Hence from that awig-awig in tradition village is very needed, because beside as executor orders in place of society unity of tradition law in Bali pursuant to one unity of tradition and order of life association that hereditarily and bound by function and its position, will always share active in order to catch new values in development so that is existence and its execution is absolute applying, specially in the case of applying of sanction if happened collision to awigawig by order of Mengwi village and also resistance that happen in its applying in village tradition of Mengwi District Of Mengwi Badung Regency of Bali Province. As for fundamental problem of this writing is how applying of awig-awig saction tradition villagr and what constraint happen to collision done by order of Mengwi tradition village. The aim this research is to know how applying of vollage awig-awig sanction. Tradition to collision done by order of Mengwi tradition village and to know its resistances in applying of awig-awig sanction of tradition village to collision in Mengwi village. The used technique of sampling is purposive random that is withdrawal of sampel aim to which done by taking subjek relied on certain target. The approach method that used is empirical juridical approach, to be to give qualitative description about applying of sanction. Awig-awig of tradition village and its resistance to collision by order of tradition village and have the descriptively analysis character that is can give data or applying description of sanction to colllision of awig-awig and its resistance. Primary and secondary data through bibliography research and field by document study and also interview quidance. From result of the research showed applying of sanction to collision of awigawig of tradition village depended on colllision that done as according to what contiened in awig-awig of Mengwi tradition village by majoring familarity solution and plocy, both in the form of phisycaly penalty or material. By socialization to villager continually and coherent action both village officer or villager hence resistance in applying of sanction can finished its goodness.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:16843
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:16 Jul 2010 09:52
Last Modified:16 Jul 2010 09:52

Repository Staff Only: item control page