EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM TRANSMIGRASI MELALUI MODEL KERJASAMA ANTAR DAERAH (STUDI KASUS DI KABUPATEN TEMANGGUNG PROVINSI JAWA TENGAH)

Yulisetyaningtyas, Bintang (2008) EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM TRANSMIGRASI MELALUI MODEL KERJASAMA ANTAR DAERAH (STUDI KASUS DI KABUPATEN TEMANGGUNG PROVINSI JAWA TENGAH). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1459Kb

Abstract

Terdapat kondisi bahwa 1) Paradigma baru transmigrasi belum sepenuhnya dipahami oleh para penyelenggara dan pelaksana transmigrasi, 2) program transmigrasi belum dipersepsikan sama dalam mendukung terwujudnya otonomi daerah, 3) munculnya permasalahan baru dibidang pertanahan akibat euforia reformasi dan 4) proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan transmigrasi yang seringkali masih mengacu pada konsep lama dan belum sepenuhnya mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan; maka dapat diidentifikasi permasalahan pokok dalam penyelenggaraan program transmigrasi adalah penerapan model Kerja Sama Antar Daerah (KSAD) belum dilaksanakan secara utuh sesuai dengan ideologi yang terkandung dalam prinsip-prinsip KSAD sebagai upaya peningkatan efektivitas penyelenggaraan transmigrasi; sehingga masih diperlukan input-input baru pada tataran pedoman KSAD itu sendiri.Tujuan penelitian ini ingin mengevaluasi secara mendalam pelaksanaan model KSAD dalam program transmigrasi agar dapat mencapai sasaran secara efektif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan citra baik program transmigrasi di mata masyarakat umum. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus utama penelitian ini diarahkan pada evaluasi hasil penyelenggaraan program agar dapat menyusun masukanmasukan sebagai feedback bagi peningkatan efektivitas penerapan prinsipprinsip Kerja Sama Antar Daerah sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan program transmigrasi. Penelitian diadakan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah. Pelaksanaan KSAD sangat sarat dengan fenomena yang variatif sesuai dengan karakteristik sosial budaya yang melatarbelakangi masing-masing daerah, sehingga diperlukan diskripsi dan konklusi yang kaya tentang konteks KSAD. Oleh karena itu fokus penelitian diamati dari beberapa fenomena yaitu: Penerapan tahapan penyelenggaraan program transmigrasi dan Konsistensi penerapan kerjasama. Hasil penelitian ini menunjukkan diperlukannya skema dan prosedur pembebasan dan penyediaan lahan untuk pembangunan transmigrasi yang secara legal bebas gugatan masyarakat lokal. Pelaksanaan penyusunan dan penandatanganan naskah kerjasama di Kab. Temanggung menunjukkan kemanfaatan yang kurang maksimal. Sehingga saran yang ada yaitu dalam upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan program transmigrasi melalui model KSAD, beberapa hal yang perlu dipenuhi pada aspek penerapan prinsip KSADnya. Sedangkan dari aspek teknis strategi pembangunan transmigrasi melalui penerapan model KSAD lebih diarahkan untuk: a) Mendorong Keharmonisan Hubungan Antara Masyarakat Transmigran dan Penduduk Desa-desa Sekitar; b) Mendorong Kerjasama Antar-Daerah untuk Penyerasian Pembangunan Transmigrasi; c) Meningkatkan Peranan Masyarakat dan Swasta; d) Memacu Keberhasilan Implementasi Otonomi Daerah. There are conditions 1) New paradigm of transmigration not yet understood by operator and executor transmigration; 2) transmigration is not perceived in supporting region autonomy; 3) the rising of new land problem as result of reformation euphoria; and 4) planning and executing program of transmigration development still refers to old concept and not yet fully based on stated criteria. The main concern of operating transmigration program is implementation of Interregional Cooperation (IC/KSAD) which not yet fully execute as ideology included in KSAD principles, as effort to improve transmigration effectively operation. Therefore, inputs are needed as reference of that KSAD. The purpose of this research is willingness to deeply evaluate model execution of KSAD in transmigration program in order to achieve target. In it turns, able to improve good image of transmigration in society view. The method of this research uses qualitative approach. The main focus of this research is arranged at result of transmigration program evaluation in order to arrange inputs as feedback to the affectivity improvement of KSAD principle as an effort to quality improvement of transmigration program. The research held in Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah. The execution of KSAD is full with phenomena as result of social culture varieties which become background of each region. Therefore, rich description and conclusion about KSAD context are needed. Research focus is looked from several phenomena, i.e.: implementation of transmigration operation level and the consistency of cooperation implementation. The results of this research show the need of land liberation scheme and procedure for transmigration development which free from local society claim. The arrangement and agreement of cooperation document at Temanggung regency shows less maximum benefit. Suggestions of this research are: to improve affectivity of transmigration program through KSAD model, several things at implementation of KSAD principles are need to fulfill. In technical aspect of transmigration development through KSAD model implementation is arranged to: a) support the harmony of relationship between transmigrate and local society; b) support regional cooperation for transmigration development compatibility; c) improve society and private role; d) accelerate the success of regional autonomy implementation.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:J Political Science > JF Political institutions (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Administration
ID Code:16830
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:16 Jul 2010 09:26
Last Modified:16 Jul 2010 09:26

Repository Staff Only: item control page