MENCAPAI BOBOT BADAN SIAP PASAR MELALUI PENGGUNAAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L) PADA RANSUM KOMERSIAL UNTUK AYAM BROILER [Shorter Rearing Time of Broiler as Affected by Garlic (Allium Sativum L.) Supplementation on Concentrate Feed]

Muhammad, Z and Bintang, I.A.K. (2007) MENCAPAI BOBOT BADAN SIAP PASAR MELALUI PENGGUNAAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L) PADA RANSUM KOMERSIAL UNTUK AYAM BROILER [Shorter Rearing Time of Broiler as Affected by Garlic (Allium Sativum L.) Supplementation on Concentrate Feed]. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture, 32 (3). pp. 167-172. ISSN 0410-6320

[img]
Preview
PDF
42Kb

Official URL: http://www.jppt.undip.ac.id/pdf/32(3)2007p167-172....

Abstract

ABSTRAK Akhir-akhir ini, semakin banyak konsumen menginginkan ayam broiler yang berbobot badan seragam sesuai dengan estetika penyajian restoran. Pada penelitiaan ini ayam broiler diberi ransum komersial yang terbuat dari tepung jagung, bungkil kacang kedele, tepung ikan, tepung kapur, premix dan minyak goreng, mengandung 20,33 % protein kasar dan 3100 Kcal/kg energi metabolik. Bawang putih diaduk merata sesuai perlakuan yaitu P1 (0 %), P2 (0,02%), P3 (0,04 %), P4 (0,08 %) dan P5 (0,16 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pakan P1 (3.005 g) lebih banyak (P<0,05) dari pada P3 (2.669 g), P4 (2.669 g) dan P5 (2.700 g). Akan tetapi konsumsi pakan P1 (3.005 g) berbeda sangat nyata lebih tinggi (P<0,01) dengan konsumsi pakan P2 (2.558 g) Ayam broiler pada P2 mencapai berat badan satu setengah kg dalam 35 hari, lebih cepat (P<0,01) dibandingkan dengan P1 (40 hari) dan lebih cepat (P<0,05) dari P3 (36 hari) P4 (38 hari) P5 (37 hari). Konversi pakan pada kelima perlakuan memberikan perbedaan seperti yang terjadi pada lama pemeligaraan dalam pencapaian bobot satu setengah kg. Income over Feed dan Chick Cost untuk mencapai bobot satu setengah kg adalah Rp.1.288,81 (P1); Rp 2.340,58 (P2); Rp 2.050,59 (P3); Rp 1.954,52 (P4 ) dan Rp 1.847,92 (P5). Namun demikian pencapaian bobot potong satu setengah kg yang paling ekonomis dan efisien dilakukan melalui penggunaan pemberian tepung bawang putih sebanyak 0,02 %. Kata kunci : Bawang putih, broiler, bobot badan ABSTRACT Most of consumers prefer to buy broiler with around one and a half kg of body weight in order to reduce expenses and fat consumption. In this study broiler chicks were given commercial diet composed of corn, soybean and fish meal, rice bran, dicalcium phosphate, vitamins and minerals mixture (premix) and palm oil. The diet contained approximately 20.33 % crude protein and 3100 Kcal/kg metabolizable energy The garlic meal was mixed into the diet according to the treatments i.e P1 (0 %), P2 (0.02%), P3 (0.04 %), P4 (0.08 %) and P5 (0.16 %). The results showed that the total feed intake of P1 (3,004.7 g) was significantly (P<0.05) higher than that of P2 (2.558 g), P3 (2.669 g), P4 (2.669 g) and P5 (2.700 g). Broiler of P2 reached 1.5 kg of body weight within 35 days, significantly (P<0,01) faster than taht of P1 (40 days) and significantly (P< 0.05) faster than that of P3 (36 days), P4 (38 days), and P5 (37 days). The feed conversion of P1 (1.98) was significantly higher (P<0.05) than those of P1 (1.68) P3 (1.76), P4 (1.76) and P5 (1.78). The Income over Feed and Chick Cost was Rp.1.288.81 (P1); Rp 2.340.58 (P2); Rp 2.050.59 (P3); Rp 1.954.52 (P4 ) dan Rp 1.847.92 (P5). On the insis of the economic analysis result may be drawn that garlic meat treatment of P2 (0,02%) showed as the best result. Keywords: garlic, broiler, body weight

Item Type:Article
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:16758
Deposited By:Mr. Marry Christiyanto
Deposited On:14 Jul 2010 20:32
Last Modified:14 Jul 2010 20:32

Repository Staff Only: item control page