ANALISIS STABILITAS PERMINTAAN UANG DAN STABILITAS HARGA DI INDONESIA TAHUN 1989 - 2002 (ANALYSIS OF MONEY DEMAND AND PRICE STABILITY IN INDONESIA SINCE 1989 to 2002)

Hayati, Banatul (2006) ANALISIS STABILITAS PERMINTAAN UANG DAN STABILITAS HARGA DI INDONESIA TAHUN 1989 - 2002 (ANALYSIS OF MONEY DEMAND AND PRICE STABILITY IN INDONESIA SINCE 1989 to 2002). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
615Kb

Abstract

The stability of demand for money plays an important factor for the effectiveness of monetary policy. The price stability is one of the main target of macro economic policy. The currency and banking crises will affect instability of demand for money. Declining the society’s trust toward banking sector will encourage people to withdraw their deposit and reinvest to the financial and other real assets. The above crises could lighten the government’s ability managing inflation. The objective of the study is to determine the factors influence toward money demand and price function in Indonesia since 1989 to 2002. Co-integration and Partial Adjustment Model (PAM) were invoked to analized data in this study. The result showed that interest, exchange rate and price were statistically significant to influence the demand for money in the short-term. While in the longrun found that income (which was proxied by Gross Domestic Product) and price (proxied by Consumer Price Index) were significant determined the demand for money. In otherword, in the short-run the demand for money is aimed to generate the profit. Hence, money is account in determining a value. In the long-run demand for money is mostly used to fulfill the transaction. So the function of money is an exchange media. The study find that income and interest were soundly affect to the behavior of price in the short-term. This convince that inflation in Indonesia is not monetery phenomena, but rather due to growth of income and the change of an interest rate. Using dummy variable, the research show no systematic evidence that currency and banking crises cause money demand and price instability are found. Stabilitas permintaan uang merupakan faktor penting dalam pencapaian efektivitas kebijakan moneter. Stabilitas harga merupakan tujuan utama dari kebijakan makoroekonomi. Krisis mata uang dan perbankan (krisis ganda) dapat menyebabkan permintaan uang menjadi tidak stabil. Berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan dan terhadap rupiah menyebabkan individuindividu menarik deposito mereka dari bank dan mengalihkannya dengan pemegangan asset finansial atau asset-asset riil lainnya. Krisis ganda juga menyebabkan berkurangnya kemampuan pemerintah dalam pengendalian inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui determinan dari fungsi permintaan uang dan fungsi harga di Indonesia selama tahun 1989 – 2002. Dengan analisis kointegrasi dan Partial Adjustment Model penelitian ini juga bertujuan meneliti apakah stabilitas permintaan uang dan stabilitas harga akan terganggu dengan adanya krisis krisis mata uang dan perbankan tahun 1997 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bunga,nilai tukar ,dan tingkat harga adalah signifikan mempengaruhi permintaan uang dalam jangka pendek. Tingkat pendapatan (PDB) dan tingkat harga adalah signifikan dalam memepengaruhi permintaan uang jangka panjang. Secara umum hasil ini menunjukkan bahwa dalam jangka pendek permintaan uang bertujuan terutama untuk mendapatkan keuntungan yang diperoleh karena uang sebagai sarana yang mampu meramalkan dengan benar apa yang terjadi di masa depan. Jadi uang berfungsi sebagai unit penyimpan nilai. Sedangkan dalam jangka panjang permintaan uang bertujuan untuk memenuhi dan memperlancar transaksi. Jadi uang berfungsi sebagai media pertukaran. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat pendapatan dan tingkat bunga signifikan mempengaruhi perilaku harga dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang tingkat bunga signifikan memepengaruhi tingkat harga. Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan tingkat harga di Indonesia bukan fenomena moneter, tetapi lebih disebabkan oleh konsekuensi dari pertumbuhan pendapatan dan perubahan tingkat bunga. Dengan dummy variabel tidak ditemukan bukti bahwa krisis ganda menyebabkan terjadinya ketidakstabilan permintaan uang dan harga di Indonesia.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Economics and Development Studies
ID Code:16712
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:14 Jul 2010 12:00
Last Modified:14 Jul 2010 12:00

Repository Staff Only: item control page