EFISIENSI PENGGUNAAN PROTEIN UNTUK PRODUKSI TELUR PADA PUYUH AKIBAT PEMBERIAN RANSUM PROTEIN RENDAH YANG DISUPLEMENTASI LISIN SINTETIS (Efficiency of Protein Utilization for Egg Production of Japanese Quail Fed Low Dietary Protein Suplemented by Synthetic Lysine)

Suprijatna, Ejeng and Sunarti, Dwi and Mahfudz, Luthfi Djauhari and Ni’mah, U (2009) EFISIENSI PENGGUNAAN PROTEIN UNTUK PRODUKSI TELUR PADA PUYUH AKIBAT PEMBERIAN RANSUM PROTEIN RENDAH YANG DISUPLEMENTASI LISIN SINTETIS (Efficiency of Protein Utilization for Egg Production of Japanese Quail Fed Low Dietary Protein Suplemented by Synthetic Lysine). Prosiding Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan . pp. 1-8.

[img]
Preview
PDF
159Kb

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ransum protein rendah yang disuplementasi lisin sintetis terhadap efisiensi penggunaan protein ransum untuk produksi telur pada puyuh saat fase produksi (umur 7-14 minggu). Penelitian menggunakan 200 ekor puyuh betina umur 7 minggu. Pemeliharaan puyuh dilakukan pada kandang baterai dari kawat. Perlakuan yang diterapkan adalah 4 jenis ransum perlakuan yang terdiri dari T1, ransum protein standar NRC (20 % protein) dan 3 jenis ransum protein rendah yang disuplementasi lisin sintetis, T1 (16 % protein + 0,20 % lisin sintetis), T2 (16 % protein + 0,40 % lisin sintetis), dan T3 (16 % protein + 0,60 % lisin sintetis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ransum berpengaruh nyata (P < 0,05). Ransum protein rendah yang disuplementasi lisin sintetis mengakibatkan persentase produksi telur meningkat dan konversi ransum lebih rendah, ekskresi nitrogen menurun dan retensi nitrogen serta massa telur meningkat, sehingga mengakibatkan rasio efisiensi penggunaan protein.ransum lebih baik dibandingkan ransum protein tinggi. Kesimpulan penelitian ini suplementasi lisin sintetis 0,40 % atau total lisin 1.28 % dalam ransum protein rendah optimal untuk puyuh fase produksi telur. Kata kunci : puyuh, ransum rendah protein, lisin sintetis, efisiensi penggunaan protein, produksi telur. ABSTRACT Experiment were conducted to determine the effect of low dietary protein suplemented by sinthetic lysine during laying period (8-14 weeks old) on efficiency of protein utilization. Experiment used 200 Japanese quil females, kept in battery of wire. As a treatment were four experimental diet e.i, T1 ration of standar protein NRC (20 % protein) , T2 (16 % protein + 0,20 % synthetic lysine), T3 (16% protein + 0,40 % synthetic lysin) and T4 (16 % protein + 0,60 % synthetic lysin). The result of experiment showed that low dietary protein suplemented by sinthetic lysine signifficantly (p < 0,05) increased eggs production and lower feed convertion ratio, reduced nitrogen exretion, increased nitrogen retention, eggmass and protein utilization ratio. Conclution of this experiment were low dietary protein level suplemented by sinthetic lysine (16% protein + 0,40 % synthetic lysine) or total lysine 1,28 % in ration optimal for laying Japanese Quail. Key words : Japanese quail, low dietary protein, synthetic lysine, protein efficiency utilization, egg production.

Item Type:Article
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:16665
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:14 Jul 2010 09:34
Last Modified:14 Jul 2010 09:34

Repository Staff Only: item control page